Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 16 April 2026: Dapatkan Skin M1887 dan Bundle Langka Secara Gratis

Kamis, 16 April 2026 19:18 WIB
Persib Bandung

Kabar Buruk untuk Persib! Bek Andalan Absen Jelang Lawan Dewa United

Kamis, 16 April 2026 19:00 WIB

Modus Cinta Berujung Penipuan di Batujajar, Motor Dibawa Kabur Usai Diajak Belanja

Kamis, 16 April 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 16 April 2026: Dapatkan Skin M1887 dan Bundle Langka Secara Gratis
  • Kabar Buruk untuk Persib! Bek Andalan Absen Jelang Lawan Dewa United
  • Modus Cinta Berujung Penipuan di Batujajar, Motor Dibawa Kabur Usai Diajak Belanja
  • Spionase di Tengah Gencatan Senjata: Iran Ringkus Kuartet Terduga Mata-mata Israel
  • Di Balik Gaji Kecil: Ketulusan Luar Biasa Pak Untung Mengajar Meski Fisik Terbatas
  • Eliano Reijnders vs Ivar Jenner: Duel Sahabat di Laga Krusial Dewa United Kontra Persib
  • Rafael Situmorang: Posisi Kepolisian Ideal di Bawah Presiden, Tapi Pengawasan Harus Diperkuat
  • Bikin Bule Brasil Betah! Orang Persib Ini Tak Ingin Tinggalkan Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Posisi Kepolisian Ideal di Bawah Presiden, Tapi Pengawasan Harus Diperkuat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 16 April 2026 17:30 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, posisi kepolisian berada secara ideal di bawah kendali presiden sebagai penanggung jawab utama negara.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Hukum yang digelar di Rooftop DPRD Jawa Barat.

Menurut Rafael, dalam sistem presidensial, presiden memiliki tanggung jawab penuh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan hingga kesejahteraan.

“Presiden menjadi penanggung jawab penuh terhadap hajat hidup orang banyak, dari makan, keamanan, kesejahteraan, pendidikan, sampai kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Obral Janji Dede Chandra, Anggota DPRD Jabar Pengganti Asep Wahyuwijaya

Rafael menjelaskan, secara konstitusi, kepolisian memang berada di bawah presiden sebagai bagian dari instrumen negara dalam menegakkan hukum.

“Secara konstitusi jelas, kepolisian itu berada di bawah presiden karena menjadi alat untuk menegakkan hukum,” katanya.

Ia menilai, jika posisi kepolisian berada di bawah kementerian atau pihak lain, justru berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan yang lebih besar.

“Saya khawatir kalau di bawah itu bukan menjadi alat penegak hukum lagi, tapi bisa menjadi alat menteri,” tegasnya.

Baca Juga:  Netizen Buru Cewek Ini, Disebut Biang Kerok Tuduhan Es Kue Viral Pakai Spons

Meski demikian, Rafael tidak menampik bahwa potensi penyalahgunaan kewenangan tetap bisa terjadi, bahkan ketika kepolisian berada langsung di bawah presiden.

“Di bawah presiden saja kecenderungan penyalahgunaan kewenangan itu ada, apalagi kalau lebih ke bawah lagi, potensi itu bisa lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena kedekatan politik yang kerap memengaruhi institusi, meski tidak merinci secara spesifik.

Sebagai solusi, Rafael menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan serta perbaikan kualitas sumber daya manusia di tubuh kepolisian.

Baca Juga:  Klarifikasi Rafael Situmorang: Tak Tolak Kebijakan Pajak Kendaraan, Minta Koordinasi dengan Korlantas

“Kalaupun ada reformasi, yang harus diperkuat itu sistem pengawasannya, kemudian sumber daya manusianya juga harus diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai bahwa arah politik presiden juga turut memengaruhi independensi dan kinerja institusi kepolisian.

“Politik presiden juga sangat berpengaruh terhadap keberadaan kepolisian,” tambahnya.

Menurut Rafael, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan pengawasan menjadi kunci agar institusi kepolisian tetap profesional dan tidak keluar dari fungsi utamanya sebagai penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar polisi presiden Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Modus Cinta Berujung Penipuan di Batujajar, Motor Dibawa Kabur Usai Diajak Belanja

Spionase di Tengah Gencatan Senjata: Iran Ringkus Kuartet Terduga Mata-mata Israel

kekerasan

Dugaan Pencabulan Balita di Garut, Ibu Korban Berjuang Penjarakan ‘Abah’ Terduga Pelaku

Unpad Ambil Sikap, Dosen Terduga Kasus Kekerasan Seksual Langsung Dinonaktifkan

Tragedi Banjaran Bandung! Warga Hanyut, Bencana Hidrometeorologi Makin Mengkhawatirkan

Solusi Miliki Hunian Idaman, KPR bank bjb Beri Kepastian Bunga Jangka Panjang

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.