Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Posisi Kepolisian Ideal di Bawah Presiden, Tapi Pengawasan Harus Diperkuat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 16 April 2026 17:30 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, posisi kepolisian berada secara ideal di bawah kendali presiden sebagai penanggung jawab utama negara.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Hukum yang digelar di Rooftop DPRD Jawa Barat.

Menurut Rafael, dalam sistem presidensial, presiden memiliki tanggung jawab penuh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan hingga kesejahteraan.

“Presiden menjadi penanggung jawab penuh terhadap hajat hidup orang banyak, dari makan, keamanan, kesejahteraan, pendidikan, sampai kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jenguk Mahasiswa Unibba Korban Lemparan Batu, Ono Surono: Harus Diusut Tuntas

Rafael menjelaskan, secara konstitusi, kepolisian memang berada di bawah presiden sebagai bagian dari instrumen negara dalam menegakkan hukum.

“Secara konstitusi jelas, kepolisian itu berada di bawah presiden karena menjadi alat untuk menegakkan hukum,” katanya.

Ia menilai, jika posisi kepolisian berada di bawah kementerian atau pihak lain, justru berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan yang lebih besar.

“Saya khawatir kalau di bawah itu bukan menjadi alat penegak hukum lagi, tapi bisa menjadi alat menteri,” tegasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Respons Ketegangan Wagub Erwan dan Sekda Herman: Mereka Sudah Bestie Lama

Meski demikian, Rafael tidak menampik bahwa potensi penyalahgunaan kewenangan tetap bisa terjadi, bahkan ketika kepolisian berada langsung di bawah presiden.

“Di bawah presiden saja kecenderungan penyalahgunaan kewenangan itu ada, apalagi kalau lebih ke bawah lagi, potensi itu bisa lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena kedekatan politik yang kerap memengaruhi institusi, meski tidak merinci secara spesifik.

Sebagai solusi, Rafael menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan serta perbaikan kualitas sumber daya manusia di tubuh kepolisian.

Baca Juga:  Obral Janji Dede Chandra, Anggota DPRD Jabar Pengganti Asep Wahyuwijaya

“Kalaupun ada reformasi, yang harus diperkuat itu sistem pengawasannya, kemudian sumber daya manusianya juga harus diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai bahwa arah politik presiden juga turut memengaruhi independensi dan kinerja institusi kepolisian.

“Politik presiden juga sangat berpengaruh terhadap keberadaan kepolisian,” tambahnya.

Menurut Rafael, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan pengawasan menjadi kunci agar institusi kepolisian tetap profesional dan tidak keluar dari fungsi utamanya sebagai penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar polisi presiden Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.