Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda

Sabtu, 13 Juni 2026 21:02 WIB

Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!

Sabtu, 13 Juni 2026 20:47 WIB
Pria berpakaian adat Jawa sedang tirakatan di malam 1 Suro, diiringi kirab pusaka dan barisan lilin, dengan latar gapura keraton.

Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui

Sabtu, 13 Juni 2026 20:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda
  • Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
  • Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu
  • Rumor Transfer Liga 1: Eks Brisbane Roar Lempar Sinyal ke Indonesia, Persib Bandung Siap Tampung?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Posisi Kepolisian Ideal di Bawah Presiden, Tapi Pengawasan Harus Diperkuat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 16 April 2026 17:30 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, posisi kepolisian berada secara ideal di bawah kendali presiden sebagai penanggung jawab utama negara.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Hukum yang digelar di Rooftop DPRD Jawa Barat.

Menurut Rafael, dalam sistem presidensial, presiden memiliki tanggung jawab penuh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari keamanan hingga kesejahteraan.

“Presiden menjadi penanggung jawab penuh terhadap hajat hidup orang banyak, dari makan, keamanan, kesejahteraan, pendidikan, sampai kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jejak Pihak Asing di Balik Kerusuhan Demo Bandung: Dana hingga Propaganda

Rafael menjelaskan, secara konstitusi, kepolisian memang berada di bawah presiden sebagai bagian dari instrumen negara dalam menegakkan hukum.

“Secara konstitusi jelas, kepolisian itu berada di bawah presiden karena menjadi alat untuk menegakkan hukum,” katanya.

Ia menilai, jika posisi kepolisian berada di bawah kementerian atau pihak lain, justru berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan yang lebih besar.

“Saya khawatir kalau di bawah itu bukan menjadi alat penegak hukum lagi, tapi bisa menjadi alat menteri,” tegasnya.

Baca Juga:  Sapa Warga Cicendo, Rafael Situmorang Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Bantuan Sosial

Meski demikian, Rafael tidak menampik bahwa potensi penyalahgunaan kewenangan tetap bisa terjadi, bahkan ketika kepolisian berada langsung di bawah presiden.

“Di bawah presiden saja kecenderungan penyalahgunaan kewenangan itu ada, apalagi kalau lebih ke bawah lagi, potensi itu bisa lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena kedekatan politik yang kerap memengaruhi institusi, meski tidak merinci secara spesifik.

Sebagai solusi, Rafael menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan serta perbaikan kualitas sumber daya manusia di tubuh kepolisian.

Baca Juga:  Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

“Kalaupun ada reformasi, yang harus diperkuat itu sistem pengawasannya, kemudian sumber daya manusianya juga harus diperbaiki,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai bahwa arah politik presiden juga turut memengaruhi independensi dan kinerja institusi kepolisian.

“Politik presiden juga sangat berpengaruh terhadap keberadaan kepolisian,” tambahnya.

Menurut Rafael, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan pengawasan menjadi kunci agar institusi kepolisian tetap profesional dan tidak keluar dari fungsi utamanya sebagai penegak hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar polisi presiden Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.