Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

Sabtu, 12 September 2026 21:55 WIB

Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib

Sabtu, 12 September 2026 21:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
  • Drama Menit Akhir di GBK: Gol Tandukan Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persib 2-1
  • Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Soroti Penonaktifan BPJS PBI Sepihak, Warga Miskin Resah

By Aga GustianaSabtu, 15 Agustus 2026 17:00 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti maraknya keluhan masyarakat kelas bawah terkait penonaktifan sepihak kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Masalah ini dipicu oleh perubahan status data desil ekonomi warga yang mendadak naik, sehingga fasilitas jaminan kesehatan gratis dari pemerintah secara otomatis terputus.

Fenomena penonaktifan BPJS PBI ini secara massif ditemui saat jajaran anggota dewan turun ke lapangan menyerap aspirasi konstituen. Banyak warga kaget ketika berobat ke fasilitas kesehatan dan mendapati status kartu mereka sudah tidak aktif lagi.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan sebagian besar warga yang terdampak sejatinya masih tergolong miskin atau rentan miskin, sehingga sangat bergantung pada bantuan pembiayaan negara untuk mengakses layanan medis dasar.

Menanggapi permasalahan tersebut, timbul wacana bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berniat mengambil alih penanganan pembiayaan kesehatan secara langsung. Pemprov berencana menjalin kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Jawa Barat agar warga kurang mampu dapat langsung berobat tanpa melalui mekanisme BPJS Kesehatan.

Baca Juga:  Dari Rp23 Miliar ke Rp166 Miliar: Lahan Sekolah Jadi Fokus APBD Perubahan Jabar 2025

Meski menyambut baik niat pemerintah daerah, Rafael Situmorang menegaskan perlunya kejelasan regulasi dan skema anggaran yang pasti. Menurutnya, pembiayaan langsung oleh pemprov membutuhkan alokasi dana yang sangat besar dan tata kelola yang terukur.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siapkan Maraton Pembahasan P2APBD 2025: Transparansi Jadi Prioritas Utama

“Rata-rata memang mengeluhkan soal banyaknya BPJS PBI yang tiba-tiba hilang. Tiba-tiba naik desil tiba-tiba. Padahal mereka merasa bahwa mereka masih butuh BPJS yang PBI,” tegas Rafael Situmorang belum lama ini.

Politisi tersebut menekankan bahwa kepastian mengenai mekanisme baru ini harus benar-benar tuntas dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kejelasan skema perlindungan kesehatan warga tidak boleh dibiarkan mengambang tanpa kepastian hukum dan dana.

Ia menambahkan bahwa momentum pembahasan Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat yang tengah bergulir saat ini merupakan saat yang paling krusial untuk mengunci alokasi anggaran kesehatan bagi masyarakat miskin.

Baca Juga:  Wonderful Angklung in Harmony 2025: Wujudkan Hulu-Hilir Pelestarian Bambu

“Yang saya tahu ke depan Pemprov akan bekerjasama dengan rumah sakit, kalau sakit nanti akan ditanggung oleh langsung pemerintah provinsi tidak melalui BPJS. Ini saya pengen tahu nanti di perubahan APBD itu bagaimana pengurusan kesehatan, anggarannya,” tambah Rafael.

Proses pembahasan anggaran Perubahan APBD tersebut dijadwalkan berlangsung intensif selama dua minggu ke depan di DPRD Jawa Barat. Seluruh anggota dewan berkomitmen untuk mengawal agar pos anggaran kesehatan masyarakat rentan tidak terabaikan.

“Mulai hari ini mulai dibahas, ya sekitar dua minggu lah,” pungkas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar BPJS PBI DPRD Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.