Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Soroti Penonaktifan BPJS PBI Sepihak, Warga Miskin Resah

By Aga GustianaSabtu, 15 Agustus 2026 17:00 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti maraknya keluhan masyarakat kelas bawah terkait penonaktifan sepihak kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Masalah ini dipicu oleh perubahan status data desil ekonomi warga yang mendadak naik, sehingga fasilitas jaminan kesehatan gratis dari pemerintah secara otomatis terputus.

Fenomena penonaktifan BPJS PBI ini secara massif ditemui saat jajaran anggota dewan turun ke lapangan menyerap aspirasi konstituen. Banyak warga kaget ketika berobat ke fasilitas kesehatan dan mendapati status kartu mereka sudah tidak aktif lagi.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan sebagian besar warga yang terdampak sejatinya masih tergolong miskin atau rentan miskin, sehingga sangat bergantung pada bantuan pembiayaan negara untuk mengakses layanan medis dasar.

Menanggapi permasalahan tersebut, timbul wacana bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berniat mengambil alih penanganan pembiayaan kesehatan secara langsung. Pemprov berencana menjalin kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Jawa Barat agar warga kurang mampu dapat langsung berobat tanpa melalui mekanisme BPJS Kesehatan.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Anak Muda Harus Jadi Corong Masyarakat Lewat Media Sosial

Meski menyambut baik niat pemerintah daerah, Rafael Situmorang menegaskan perlunya kejelasan regulasi dan skema anggaran yang pasti. Menurutnya, pembiayaan langsung oleh pemprov membutuhkan alokasi dana yang sangat besar dan tata kelola yang terukur.

Baca Juga:  Serap Keluhan Warga Bandung, Rafael Situmorang Soroti Nasib Lansia dan UMKM

“Rata-rata memang mengeluhkan soal banyaknya BPJS PBI yang tiba-tiba hilang. Tiba-tiba naik desil tiba-tiba. Padahal mereka merasa bahwa mereka masih butuh BPJS yang PBI,” tegas Rafael Situmorang belum lama ini.

Politisi tersebut menekankan bahwa kepastian mengenai mekanisme baru ini harus benar-benar tuntas dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kejelasan skema perlindungan kesehatan warga tidak boleh dibiarkan mengambang tanpa kepastian hukum dan dana.

Ia menambahkan bahwa momentum pembahasan Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat yang tengah bergulir saat ini merupakan saat yang paling krusial untuk mengunci alokasi anggaran kesehatan bagi masyarakat miskin.

Baca Juga:  120 Anggota DPRD Jabar Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Banyak Wajah Baru

“Yang saya tahu ke depan Pemprov akan bekerjasama dengan rumah sakit, kalau sakit nanti akan ditanggung oleh langsung pemerintah provinsi tidak melalui BPJS. Ini saya pengen tahu nanti di perubahan APBD itu bagaimana pengurusan kesehatan, anggarannya,” tambah Rafael.

Proses pembahasan anggaran Perubahan APBD tersebut dijadwalkan berlangsung intensif selama dua minggu ke depan di DPRD Jawa Barat. Seluruh anggota dewan berkomitmen untuk mengawal agar pos anggaran kesehatan masyarakat rentan tidak terabaikan.

“Mulai hari ini mulai dibahas, ya sekitar dua minggu lah,” pungkas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar BPJS PBI DPRD Jabar Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.