Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg

Sabtu, 15 Agustus 2026 13:50 WIB

Kabar Duka dari Penggawa Persib Saddil Ramdani, Rumah Sang Ayah Ludes Terbakar

Sabtu, 15 Agustus 2026 13:44 WIB

Terkuat di Balik Mediasi Kasus Penjahit Bali? Alasan Arya Wedakarna Mati-matian Gertak Hilda Pakai UU ITE!

Sabtu, 15 Agustus 2026 13:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kabar Duka dari Penggawa Persib Saddil Ramdani, Rumah Sang Ayah Ludes Terbakar
  • Terkuat di Balik Mediasi Kasus Penjahit Bali? Alasan Arya Wedakarna Mati-matian Gertak Hilda Pakai UU ITE!
  • Tembus 1 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek PLTP Patuha Unit 2 Cetak Rekor Penting!
  • Tunggu Debut Danijel Loncar! Ini Prediksi Line-up & Kesiapan Persib Bandung Kontra Sabah FC
  • Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump
  • Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Patahan Purba di Balik Gempa M 7,7 NTT
  • NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7: Akses Jalan Flores Putus, Puluhan Gempa Susulan Terjadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Satu-satunya di Asia! Menelusuri Nama Wanita Indonesia di Buku Legendaris Inggris ‘Wall of Death’

By Aga GustianaKamis, 11 Juni 2026 19:50 WIB8 Mins Read
Aksi Kamila Purba saat jadi joki tong setan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jauh di pinggiran kota pelataran Eropa, deru mesin dua tak memecah keheningan festival East Midlands Steam & Country Show di Kota Rushden, Inggris. Ribuan pasang mata penonton bule berdiri terpaku di sekeliling bibir sebuah silinder kayu raksasa setinggi belasan meter. Di dalam ruang vertikal menantang maut itu, sebuah sepeda motor Yamaha RX-King berkelir merah muda melesat horizontal, melawan hukum gravitasi dengan kecepatan ekstrem. Di atasnya, seorang perempuan bertubuh mungil mengendalikan kemudi dengan senyum tenang—seolah-olah dinding tegak lurus itu adalah jalan raya biasa.

Perempuan itu adalah Karmila Purba. Remaja kelahiran 13 September 1998 asal Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini resmi menyandang takhta sebagai Ratu Tong Setan Dunia, atau yang di panggung internasional dijuluki Princess Wall of Death.

Bagi masyarakat Indonesia, pertunjukan “Tong Setan” atau “Roda-Roda Gila” kerap dipandang sebelah mata sebagai hiburan kelas bawah di pasar malam yang bising, berdebu, dan berbau minyak tanah. Namun, di tangan Karmila, stigma tersebut runtuh total. Ia berhasil membawa kultur sirkus jalanan nusantara ke episentrum hiburan ekstrem Eropa.

Keberhasilan ini bukan sekadar sensasi musiman. Validasi tertinggi datang ketika nama Karmila Purba terpampang abadi dalam buku legendaris Wall of Death karya Alan Mercer. Buku dokumenter tersebut memuat daftar joki tong setan paling tangguh dan berpengaruh di seluruh dunia. Luar biasanya, Karmila menjadi satu-satunya joki dari benua Asia yang berhasil mencatatkan namanya di dalam buku sejarah sirkus motor internasional tersebut. Kisah hidup dan keberaniannya bahkan telah dikupas tuntas oleh media-media besar Inggris seperti The Guardian hingga media nasional di Jerman.

Pelarian dari Simalungun: Menjadi Hantu Demi Bertahan Hidup

Melihat kesuksesannya mengguncang Inggris hari ini, tidak ada yang menyangka bahwa titik awal perjalanan hidup Karmila dipenuhi air mata dan keputusan nekat. Karmila lahir dari keluarga petani miskin di Simalungun dengan kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan. Kehidupan yang serba kekurangan menempa mentalnya menjadi pribadi yang keras dan tangguh sejak dini.

Semasa kecil, Karmila sejatinya memiliki impian yang jauh dari dunia otomotif maut; ia ingin menjadi seorang penyanyi. Setamat sekolah, hasratnya untuk mendalami seni tarik suara begitu menggebu hingga ia meminta izin orang tuanya untuk masuk ke sekolah musik. Namun, realitas ekonomi menampar impian itu. Ketiadaan biaya membuat orang tuanya terpaksa menolak mentah-mentah keinginan sang putri.

Frustrasi karena impiannya terpasung kemiskinan, pada pertengahan tahun 2013, Karmila mengambil keputusan berani: ia kabur dari rumah dan merantau sebatang kara ke Kota Medan. Di kota metropolitan Sumatra Utara itu, kerasnya jalanan langsung menyambutnya. Tanpa uang dan sanak saudara, Karmila terpaksa mengamen dari satu sudut jalan ke sudut jalan lainnya hanya demi menyambung hidup dan mengisi perut.

Dari kehidupan jalanan itulah takdir Karmila mulai bergeser. Suatu hari, ia melihat sekelompok rombongan pasar malam keliling sedang mendirikan tenda-tenda pertunjukan di sebuah lapangan terbuka di Medan. Didorong rasa lapar dan kebutuhan bertahan hidup, Karmila memberanikan diri mendekat dan meminta pekerjaan apa saja kepada sang pengelola.

Rombongan pasar malam itu menerimanya, namun bukan sebagai penyanyi atau pekerja administrasi. Karmila ditempatkan di wahana rumah hantu.

“Aku pernah kabur dari rumah karena ingin sekolah musik, tapi orangtua enggak ngizinin karena terkendala biaya,” kenang Karmila Purba saat menceritakan masa-masa sulitnya. “Terus aku minta kerjaan ke mereka. Mereka terima, tapi aku disuruh kerja di bagian rumah hantu, jadi hantunya,” lanjutnya lagi.

Selama satu bulan penuh, Karmila menghabiskan malam-malamnya di balik kostum seram demi menakut-nakuti pengunjung yang datang. Namun, rutinitas tersebut perlahan terasa menjemukan. Menjadi hantu ternyata tidak menjanjikan masa depan ekonomi yang baik. Upah yang diterimanya sangat minim, hanya Rp100 ribu per minggu—jumlah yang pas-pasan bahkan hanya untuk sekadar menutup biaya makan harian.

Melawan Skeptisisme dan Menaklukkan Rasa Mual

Bosan menjadi hantu dengan upah minim, pandangan Karmila mulai melirik ke arah wahana lain di area pasar malam yang selalu dipadati penonton: wahana Tong Setan. Ia melihat joki-joki motor di wahana tersebut selalu menjadi pusat perhatian, mendapatkan sorak-sorai, dan yang terpenting, mengantongi penghasilan jauh lebih besar, yakni sekitar Rp500 ribu per minggu, belum termasuk tumpukan uang saweran dari penonton di atas bibir tong.

Lebih dari sekadar motif uang, ada satu pemikiran visioner yang terlintas di benak gadis remaja ini. Sepanjang pengamatannya, semua joki tong setan yang beraksi adalah laki-laki. Belum pernah ada satu pun perempuan yang berani turun ke arena ekstrem tersebut.

“Aku semakin tertarik dengan permainan tong setan karena melihat tidak pernah ada joki wanita. Semuanya laki-laki. Jadi kayak makin kuat niat untuk buat sesuatu yang berbeda, lain dari yang lain. Mungkin perlu juga ada seorang joki perempuan di arena itu,” tutur Karmila sebagaimana pernah dikutip oleh media ternama Inggris, The Guardian.

Niat bulat itu ia sampaikan langsung kepada pemilik wahana. Sang bos menyambut baik keberaniannya, namun tidak demikian dengan lingkungan sekitar. Saat Karmila menyatakan tekadnya untuk belajar menjadi joki motor maut, cibiran dan nada meremehkan langsung berdatangan dari rekan-rekan kerjanya sesama pekerja pasar malam. Mereka menganggap impian Karmila tidak realistis dan berbahaya bagi seorang perempuan.

“Banyak banget omongan-omongan remeh dari beberapa orang yang bilang aku enggak bakalan bisa main begituan (tong setan), terus karena aku cewek juga,” jelas Karmila.

Namun, cacian justru menjadi bahan bakar bagi tekadnya. Pada awal tahun 2014, Karmila memulai latihan ekstremnya. Proses belajar tidak langsung berjalan mulus. Pada fase awal, ia tidak diizinkan mengendarai motor sendiri, melainkan harus duduk dibonceng oleh joki senior yang sudah berpengalaman untuk membiasakan tubuhnya dengan tekanan gaya g-force di dinding vertikal.

Sensasi berputar di dalam tong kayu dalam kecepatan tinggi langsung menyiksa fisiknya. “Sempat pusing dan muntah,” kenangnya sambil tersenyum mengingat masa-masa berat tersebut.

Setiap kali rasa mual menyerang, Karmila menolak untuk menyerah. Setelah fisiknya mulai beradaptasi, ia mulai belajar mengendalikan sepeda motornya sendiri. Prosesnya dimulai dari dasar tong secara perlahan, menanjak heliks demi heliks, hingga akhirnya ia mampu mempertahankan keseimbangan motornya secara konisten di bagian teratas dinding tong. Berkat ketekunan luar biasa, manajemen pertunjukan akhirnya memberikan lampu hijau bagi Karmila untuk tampil secara resmi di depan publik dengan tunggangan ikoniknya: Yamaha RX-King berwarna merah muda.

Dari Lapangan Becek Sumatera Menuju Sirkut Castle Combe Inggris

Kehadiran seorang joki perempuan berparas manis di tengah deru mesin RX-King langsung menyedot perhatian publik. Karmila dengan cepat menjelma menjadi magnet utama pertunjukan. Ke mana pun rombongan pasar malam itu bergerak—mulai dari kota-kota di Sumatra Utara, menyeberang ke Pulau Jawa, hingga menjelajahi wilayah Indonesia Timur—nama Karmila selalu dielu-elukan.

Titik balik karier internasionalnya dimulai pada tahun 2018. Sebuah perusahaan olahraga raksasa internasional mencium bakat unik Karmila dan mengundangnya untuk melakukan demonstrasi keahlian di Thailand. Kesempatan emas ini dimanfaatkan Karmila untuk mengasah kemampuannya ke tingkat tertinggi.

Saat beraksi di Thailand itulah, takdir mempertemukannya dengan seorang pria bernama Danny. Pria berkebangsaan Inggris tersebut rupanya bukan penonton biasa; ia adalah pembalap profesional dari Ken Fox Wall Of Death, sebuah grup pertunjukan tong setan legendaris dan tertua yang berbasis di Eropa.

Danny terpukau melihat kelincahan Karmila. Di Eropa, meskipun industri pertunjukan motor ekstrem sudah sangat maju, hampir tidak ada joki perempuan yang aktif di arena Wall of Death. Menyadari ada permata langka dari Indonesia, Danny langsung menyodorkan undangan resmi kepada Karmila untuk terbang dan bertanding di Inggris.

Undangan itu bagai mimpi yang menjadi kenyataan. Pada pertengahan tahun 2024, Karmila Purba bersama seorang joki rekan sejawatnya dari Semarang resmi bertolak ke Inggris. Di bawah naungan promotor ternama East Midlands Steam & Country Show, gadis asal Simalungun ini sukses memukau ribuan warga Inggris di Kota Rushden.

“Jadi saya adalah wanita Indonesia pertama yang bisa main tong setan sampai ke Eropa, proud of myself,” ungkap Karmila dengan nada penuh kebanggaan.

Hingga pertengahan Juni 2026 ini, Karmila terpantau masih aktif merajai sirkus maut di Inggris. Melalui akun media sosial pribadinya, pada 3 Juni lalu, Karmila membagikan potret terbarunya saat berada di Kota Castle Combe, Inggris. Ia dikabarkan tengah terlibat dalam rangkaian tur pertunjukan panjang yang menyedot perhatian komunitas otomotif Eropa di sana.

Apresiasi dan Kebanggaan Netizen Indonesia

Keberhasilan Karmila bertransformasi dari seorang pengamen jalanan dan “hantu” pasar malam bergaji Rp100 ribu menjadi bintang internasional yang namanya terukir di buku sejarah Inggris memicu gelombang kekaguman di tanah air. Di media sosial, netizen berbondong-bondong memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan hidupnya yang sangat inspiratif.

Banyak netizen yang mengaku merinding dan terharu menyaksikan bagaimana profesi yang selama ini kerap dipandang sebelah mata di Indonesia justru mendapatkan kehormatan tertinggi di panggung dunia.

“Mbaaaa walau aku sekilas liat di IG barusan, tpi kamu keren dan aku bangga dengan perjalanan mba,” ujar seorang netizen di kolom komentar.

Netizen lain juga ikut menyuarakan rasa bangganya sekaligus menyisipkan doa agar sang joki maut selalu diberi keselamatan selama menantang bahaya di lintasan vertikal Eropa. “Selamat kak….keren…tetap jaga keselamatan dirimu..GBU,” tulis netizen lainnya.

Sentimen mengenai perubahan kasta pertunjukan tong setan dari pasar malam malam domestik menuju sirkus elit Eropa juga menjadi sorotan tajam. “Keren euy. Ga nyangka ternyata tong setan yg di jakarta suka di cibir bisa membawa harum nama Indonesia.. keren asli keren..,” timpal seorang netizen dengan nada kagum.

Kini, dari arena roda-roda gila yang sempat membuatnya muntah dan pusing itu, Karmila Purba tidak hanya berhasil mengangkat derajat ekonomi keluarganya di Simalungun dan keluar dari garis kemiskinan. Lebih dari itu, ia telah membuktikan kepada dunia bahwa keberanian tidak mengenal batasan gender maupun latar belakang strata sosial. Di atas dinding kayu Wall of Death Inggris, bendera Merah Putih berkibar lewat raungan mesin RX-King pink sang ratu dari Sumatra.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Inspirasi Karmila Purba Tong Setan Wall of Death
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 15 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata Spesial dan Voucher Gratis

Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS

Bukan Sekadar HP! Honor Robot Phone Meluncur Mengusung Gimbal Mekanik Terkecil di Dunia

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.