Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Gertak Sambal! Luka Menalo Ungkap Persiapan Persib Jelang Tantang Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 18:05 WIB

Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan

Selasa, 6 Oktober 2026 17:00 WIB

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Selasa, 6 Oktober 2026 16:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Gertak Sambal! Luka Menalo Ungkap Persiapan Persib Jelang Tantang Port FC
  • Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru
  • Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun
  • Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

By Aga GustianaSabtu, 15 Agustus 2026 12:00 WIB3 Mins Read
Bendera Iran. (Foto: Unplash)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan geopolitik antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memuncak. Pemerintah Iran mendesak pihak Washington untuk bersikap realistis dan mengakui kegagalan strategis mereka dalam upaya menguasai Selat Hormuz, jalur perairan terpenting bagi pasokan energi dunia.

Reaksi keras Teheran ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bakal mencaplok Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan AS usai memenangkan pertempuran melawan Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menepis tegas ancaman tersebut dan menekankan bahwa AS justru berada di pihak yang kalah.

“Terimalah kenyataan ini sekali dan untuk selamanya; sejauh ini, Anda telah mengalami kekalahan serius dan strategis,” cetus Gharibabadi dalam pernyataan kepada AS via media sosial X pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Pernyataan Menohok Iran Soal Kedaulatan Selat Hormuz

Diplomat senior Iran tersebut kembali menggarisbawahi bahwa kendali penuh atas koridor maritim strategis di Teluk Persia itu sepenuhnya berada di tangan Teheran.

Baca Juga:  Ketua MUI Sebut Ada Rencana Jahat Amerika-Israel soal Rencana Relokasi Gaza

“Selat Hormuz adalah milik Iran, saat ini milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran; selat ini hanya akan ditutup atau dibuka kembali atas perintah Iran,” tegasnya.

“Dan selama Anda menolak untuk mengakui kenyataan soal kekalahan Anda dan terus terlena dalam delusi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade tersebut (di Selat Hormuz),” kata Wamenlu Iran tersebut dalam pernyataannya.

Penutupan Selat Hormuz sendiri merupakan bentuk respons balik Teheran atas eskalasi militer yang dilancarkan AS bersama Israel sejak akhir Februari lalu. Kendati berbagai proses negosiasi telah diupayakan untuk mengurai pemblokiran perairan vital tersebut, hingga kini belum ada kesepakatan diplomasi yang tercapai.

Baca Juga:  Teka-teki Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 Terjawab, Trump Serahkan Keputusan ke FIFA

Klaim Trump: Ingin Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS

Kondisi keamanan di kawasan Teluk kian bergejolak menyusul pidato Donald Trump pada Jumat (14/8). Di hadapan publik, Trump menyatakan niatnya untuk mengambil alih kedaulatan perairan tersebut begitu pertempuran selesai.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.

Tak berhenti di situ, Trump mengklaim armada Angkatan Laut AS tengah menerapkan pemblokiran penuh, seraya menambahkan bahwa “tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya”.

Gharibabadi: Selat Hormuz Tidak Bisa Direbut Lewat Cuitan

Menanggapi retorika Presiden AS tersebut, Gharibabadi menegaskan bahwa kedaulatan atas jalur pelayaran minyak global itu tak akan bergeser hanya karena gertakan politik atau konvoi militer.

Baca Juga:  Kemlu: Indonesia Tegas Tolak Upaya Paksa Relokasi Warga Palestina

“Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan atau dengan kapal induk, ataupun dengan mengeluarkan perintah, atau dengan menyampaikan pidato kampanye pemilu,” tegas Gharibabadi dalam pernyataannya.

“Iran tidak terintimidasi oleh ancaman-ancaman dan tidak ciut nyalinya dalam menghadapi aksi unjuk kekuatan,” ucap Gharibabadi dalam pernyataan terpisah via media sosial X pada Jumat (14/8) waktu setempat.

Perseteruan di Selat Hormuz menjadi titik krusial konflik kedua negara. Di satu sisi, Iran bersikeras memegang kendali navigasi di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan kawasannya dan Oman. Di sisi lain, Washington terus memaksakan konsep kebebasan navigasi internasional di kawasan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Donald Trump Iran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun

Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.