Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Gertak Sambal! Luka Menalo Ungkap Persiapan Persib Jelang Tantang Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 18:05 WIB

Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan

Selasa, 6 Oktober 2026 17:00 WIB

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Selasa, 6 Oktober 2026 16:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Gertak Sambal! Luka Menalo Ungkap Persiapan Persib Jelang Tantang Port FC
  • Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru
  • Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun
  • Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Patahan Purba di Balik Gempa M 7,7 NTT

By Aga GustianaSabtu, 15 Agustus 2026 11:23 WIB2 Mins Read
gempa
Ilustrasi gempa. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa guncangan hebat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB akhirnya terkuak penyebab teknisnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas Flores Back-Arc Thrust menjadi dalang di balik petaka tersebut.

Berdasarkan analisis pemutakhiran, pusat gempa bumi (episenter) berada di dasar laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau persisnya 30 kilometer di sisi timur laut Nagekeo, NTT.

Sempat memicu kekhawatiran massal hingga keluarnya peringatan dini tsunami, BMKG secara resmi mencabut status waspada tersebut pada pukul 07.30 WIB.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:  Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Sesar Aktif Penyimpan Energi Besar

Secara geologis, Flores Back-Arc Thrust (Sesar Busur Belakang Flores) merupakan patahan aktif yang berada di dasar Laut Flores, membujur di sepanjang utara Pulau Flores. Patahan ini terbentuk akibat dinamika subduksi lempeng tektonik yang kompleks.

Bentangan sesar aktif ini sangat panjang, menjangkau area utara Bali ke arah timur hingga tersambung dengan Sesar Wetar di utara Pulau Wetar, Laut Banda bagian barat. Kondisi inilah yang menjadikan wilayah Bali, NTB, hingga NTT sebagai kawasan yang amat rawan aktivitas seismik.

Baca Juga:  Indonesia Waspada Karhutla: BMKG Petakan 4 Provinsi Berstatus Siaga Merah

Catatan sejarah menunjukkan betapa ganasnya jalur patahan ini:

  • Periode 1900–2022: Terjadi sedikitnya 79 kali gempa bumi dengan Magnitudo di atas 6,0.
  • Potensi Tsunami: 11 di antaranya terbukti memicu gelombang tsunami.
  • Tragedi Kelam 1992: Salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Indonesia—Gempa Flores 1992 yang merenggut lebih dari 2.500 jiwa—juga dipicu oleh pergerakan sesar ini.

Pelepasan energi berkekuatan M 7,7 kali ini menjadi sinyal penting kembalinya aktivitas sesar purba tersebut.

“Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” terang Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Baca Juga:  Gempa Berkekuatan 5,3 M Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa hingga Bandung

Catatan Gempa Susulan & Imbauan untuk Warga

Pasca-guncangan utama pada pukul empat pagi, BMKG mencatat setidaknya 37 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) hingga pukul 07.00 WIB, dengan magnitudo bervariasi antara M 3,6 hingga yang terbesar M 6,2.

Walau ancaman tsunami telah berakhir, BMKG menegaskan pihaknya terus memantau pergerakan tinggi muka air laut serta dinamika gempa susulan secara langsung (real-time).

Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu hoaks, serta memprioritaskan keselamatan dengan memeriksa kelaikan struktur bangunan atau rumah sebelum memasukinya kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Sempat Tuai Penolakan, Sekolah Pengganti SDN 026 Bojongloa Akhirnya Dibangun

Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.