Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Rabu, 5 Agustus 2026 14:53 WIB

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

Rabu, 5 Agustus 2026 14:21 WIB

Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia

Rabu, 5 Agustus 2026 14:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit
  • Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan
  • Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia
  • BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!
  • Maung Bandung vs Bajol Ijo: Siapa Rajanya? Prediksi Final Piala Presiden 2026
  • Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status
  • Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya
  • Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Semarak Budaya di Bandung: Menghidupkan Kembali Batik Lilin Dingin dan Warisan Nusantara

By Aga GustianaJumat, 23 Mei 2025 16:21 WIB2 Mins Read
Semarak Budaya Workshop & Eksebisi Batik Lilin Dingin di Bandung. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah gelaran budaya bertajuk Semarak Budaya Workshop & Eksebisi Batik Lilin Dingin berlangsung meriah di Kamikamu Coffee, Jalan Cibodas Raya No 3, Antapani Kidul, Kota Bandung pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia, khususnya teknik batik tradisional yang sudah ada sejak abad ke-17.

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Komisi X DPR RI dengan Kementerian Kebudayaan RI. Menurutnya, tujuan utama Semarak Budaya bukan hanya menampilkan seni, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang beragam objek kemajuan kebudayaan.

“Karena secara umum orang akan tahu kebudayaan itu seni, padahal dia bisa berupa manuskrip, dia bisa tradisi lisan, pengetahuan, tradisi, kemudian juga ada teknologi tradisional, ada permainan, ada olahraga, ada seni, jadi seni itu cuma satu dari 10 objek kebudayaan,” jelas Ledia.

Pada kesempatan itu, Ledia juga menyoroti batik dengan teknik perintang dingin yang tengah diperkenalkan kembali. Teknik ini, yang berasal dari Banten dan Toraja, menggunakan bahan-bahan alami dari makanan sebagai perintang warna. Hal ini membuatnya mudah diaplikasikan oleh masyarakat luas.

“Kita berusaha untuk memperkenalkan lagi batik dengan perintang dingin ini yang sebenarnya bisa dilakukan di masyarakat secara mudah. Karena perintangnya itu kebanyakan dari makanan, dan itu tidak menyulitkan membuatnya,” ungkap Ledia.

“Dengan memperkenalkan ini juga kita bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, mensosialisasikan motif khas Kota Bandung, yaitu patrakomala dan cangkurileng. Jadi, bagaimana kita dengan narasumbernya yang sedang mengembangkan sekar patrakomala dan sekar cangkurileng supaya kita semua nanti bisa lebih memahami apa sih sebetulnya, sebagaimana kita sebagai warga Bandung, jadi paham dengan ikon batik kita adalah patrakomala dan cangkurileng, dengan pendekatan batik perintang dingin,” paparnya.

Lebih jauh, Ledia menyampaikan rencana kegiatan ke depan yang juga bagian dari program Semarak Budaya. Di antaranya adalah lomba pencak silat, festival seni budaya untuk anak-anak penyandang disabilitas, serta pasanggiri tari merak yang mulai langka.

“Mudah-mudahan dengan kita menggelar Semarak Budaya, kita semakin menyadari bahwa budaya kita itu kaya, Indonesia itu punya budaya yang luar biasa, maka ini menjadi bagian dari upaya kita mengembangkan budaya ini, mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, dan kemudian kita membangun hubungan harmonis di masyarakat,” tutup Ledia Hanifa.

Semarak Budaya Workshop & Eksebisi Batik Lilin Dingin ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisional, tetapi juga sebuah panggilan bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai warisan budaya yang membentuk jati diri bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Batik Lilin Dingin DPR RI Ledia Hanifa Semarak Budaya Warisan nusantara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.