bukamata.id – Tren negatif tengah melanda lini bisnis media milik pasangan selebriti ternama, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Pergerakan saham PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) terus menunjukkan grafik merah hingga terlempar ke bawah level Rp 100 per lembar. Posisi ini memprihatinkan karena telah berada di bawah harga sewaktu Initial Public Offering (IPO).
Momen penurunan tajam ini terjadi bertepatan saat figur publik yang dijuluki “Sultan Andara” tersebut sedang disorot media lantaran kehadirannya pada agenda Deklarasi Sumpah Pemuda di area Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Rapor Merah Saham RANS di Lantai Bursa
Mengutip rincian data pergerakan pasar modal via RTI Business pada Selasa (3/11/2026), performa saham RANS mencatatkan penurunan sebagai berikut:
- Penyusutan Nilai: Harga saham RANS tergerus sebesar 5,88% dan kini berlabuh di tingkat Rp 96 per lembar.
- Aktivitas Perdagangan: Volume lembaran saham yang berpindah tangan mencapai 12,76 juta saham, dengan total perputaran uang (nilai transaksi) sebesar Rp 1,25 miliar.
Rekam Penurunan Beruntun dalam Berbagai Durasi
Grafik teknis menunjukkan bahwa aksi lepas saham oleh investor berlangsung secara terus-menerus, baik pada skala mingguan maupun bulanan:
- Tren 5 Hari: Kinerja saham terpuruk berturut-turut dalam lima hari bursa dengan total akumulasi koreksi sebesar 22,58%.
- Kinerja 1 Bulan: Memasuki rentang waktu sebulan terakhir, nilai kapitalisasi saham RANS terangkas hingga 47,25%.
- Kinerja 3 Bulan: Dalam kurun tiga bulan terakhir, kemerosotan saham RANS makin dalam hingga menembus 53,37%, yang resmi memotong harga dasar penawaran awal mereka.
Kontras Perjalanan IPO RANS: Dari Puncak ARA Hingga Terkapar
Kondisi pasar saat ini sangat kontras jika dibandingkan dengan momen awal kemunculan perusahaan media ini di papan bursa.
PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Kala itu, antusiasme investor sangat tinggi hingga memicu kenaikan harga ekstrem. Saham RANS sempat langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) dengan lonjakan 34,12% menuju level Rp 228 per lembar.
Pada gelaran IPO tersebut, manajemen melepas sebanyak 2,52 miliar lembar saham atau setara 20,02% dari total modal yang disetor. Kala itu, patokan harga penawaran awal berada pada kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per saham—angka yang kini berada jauh di atas harga pasar terbarunya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











