Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sungai Cikapundung Makin Tercemar: Dari Limbah Rumah Tangga hingga Kotoran Sapi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 14:42 WIB2 Mins Read
Sungai Cikapundung
Ilustrasi Sungai Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sungai Cikapundung, yang sejak lama menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Bandung, kini menghadapi kondisi memprihatinkan. Aliran sungai yang bermuara di Sungai Citarum itu tercemar parah oleh berbagai jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga, tinja manusia, limbah industri, hingga kotoran ternak sapi.

Padahal, sungai yang hulunya berada di wilayah Bandung Barat ini memiliki peran penting sebagai anak Sungai Citarum dan menyuplai air ke sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bandung. Namun kini, suara gemuruh alirannya tak lagi menggambarkan kesegaran, melainkan menjadi pengingat akan krisis ekologi yang mengancam.

Salah satu sumber pencemaran yang paling disorot adalah limbah kotoran sapi yang diduga berasal dari kawasan peternakan di Lembang, Bandung Barat. Limbah ini dibuang langsung ke aliran sungai, menyebabkan endapan dan mengeluarkan bau menyengat, bahkan gas metana.

Baca Juga: TERUNGKAP! Dokter Kandungan Garut Akui 4 Kali Lecehkan Pasien

Baca Juga:  Bikin Pengalaman Baru, 3 Tempat Makan Steak di Bandung Ini Wajib Dicoba

Kondisi ini semakin parah dalam beberapa waktu terakhir, sebagaimana diungkap oleh akun Instagram @kampoengtjibarani yang mengunggah video kondisi terkini aliran Sungai Cikapundung di kawasan Kanal Tjibarani, dekat pintu air Leuwilimoes.

“Airnya kotor pekat, berbusa, berbau menyengat dan mengeluarkan gas metana. Ini terjadi di musim hujan, bayangkan bagaimana saat musim kemarau nanti,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip Kamis (17/4/2025).

Baca Juga:  Vandera Trans Komitmen Hadirkan Pengalaman dan Kenyamanan Lewat Bus Baru Revolusioner

Warga Kampoeng Tjibarani, yang tinggal di bantaran sungai, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Cikapundung yang terus memburuk. Mereka, bersama para pegiat lingkungan dan river defenders, nyaris putus asa menghadapi realita sungai yang dulunya jernih dan penuh kehidupan.

“Kami warga Kampoeng Tjibarani, warga bantaran Sungai Cikapundung, warga Bandung, warga Jawa Barat, serta para river defender lainnya sudah hampir putus asa,” tulis pernyataan bersama mereka.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Baca Juga:  Tiga Warmindo di Bandung yang Mie Instannya Bikin Ketagihan

Kerusakan lingkungan ini telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan ekosistem sungai yang semakin rapuh dan kualitas air yang menurun drastis.
Ancaman Nyata di Musim Kemarau

Kondisi Cikapundung saat ini memang sudah memprihatinkan. Namun para warga dan pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa pencemaran bisa semakin parah saat musim kemarau tiba, ketika debit air sungai menyusut drastis dan konsentrasi limbah meningkat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun didesak untuk segera turun tangan, mengambil langkah konkret dalam menangani pencemaran ini—mulai dari penindakan tegas terhadap pembuangan limbah ilegal, hingga normalisasi dan restorasi aliran sungai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.