Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 21:15 WIB

Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap

Sabtu, 1 Agustus 2026 20:30 WIB

Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!

Sabtu, 1 Agustus 2026 20:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
  • Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize
  • Rumor Jay Idzes Diincar PSG, Benarkah Ada Ketertarikan dari Raksasa Prancis?
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sungai Cikapundung Makin Tercemar: Dari Limbah Rumah Tangga hingga Kotoran Sapi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 14:42 WIB2 Mins Read
Sungai Cikapundung
Sungai Cikapundung tercemar kotoran sapi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sungai Cikapundung, yang sejak lama menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Bandung, kini menghadapi kondisi memprihatinkan. Aliran sungai yang bermuara di Sungai Citarum itu tercemar parah oleh berbagai jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga, tinja manusia, limbah industri, hingga kotoran ternak sapi.

Padahal, sungai yang hulunya berada di wilayah Bandung Barat ini memiliki peran penting sebagai anak Sungai Citarum dan menyuplai air ke sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bandung. Namun kini, suara gemuruh alirannya tak lagi menggambarkan kesegaran, melainkan menjadi pengingat akan krisis ekologi yang mengancam.

Salah satu sumber pencemaran yang paling disorot adalah limbah kotoran sapi yang diduga berasal dari kawasan peternakan di Lembang, Bandung Barat. Limbah ini dibuang langsung ke aliran sungai, menyebabkan endapan dan mengeluarkan bau menyengat, bahkan gas metana.

Baca Juga: TERUNGKAP! Dokter Kandungan Garut Akui 4 Kali Lecehkan Pasien

Kondisi ini semakin parah dalam beberapa waktu terakhir, sebagaimana diungkap oleh akun Instagram @kampoengtjibarani yang mengunggah video kondisi terkini aliran Sungai Cikapundung di kawasan Kanal Tjibarani, dekat pintu air Leuwilimoes.

“Airnya kotor pekat, berbusa, berbau menyengat dan mengeluarkan gas metana. Ini terjadi di musim hujan, bayangkan bagaimana saat musim kemarau nanti,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip Kamis (17/4/2025).

Warga Kampoeng Tjibarani, yang tinggal di bantaran sungai, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Cikapundung yang terus memburuk. Mereka, bersama para pegiat lingkungan dan river defenders, nyaris putus asa menghadapi realita sungai yang dulunya jernih dan penuh kehidupan.

“Kami warga Kampoeng Tjibarani, warga bantaran Sungai Cikapundung, warga Bandung, warga Jawa Barat, serta para river defender lainnya sudah hampir putus asa,” tulis pernyataan bersama mereka.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Kerusakan lingkungan ini telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan ekosistem sungai yang semakin rapuh dan kualitas air yang menurun drastis.
Ancaman Nyata di Musim Kemarau

Kondisi Cikapundung saat ini memang sudah memprihatinkan. Namun para warga dan pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa pencemaran bisa semakin parah saat musim kemarau tiba, ketika debit air sungai menyusut drastis dan konsentrasi limbah meningkat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun didesak untuk segera turun tangan, mengambil langkah konkret dalam menangani pencemaran ini—mulai dari penindakan tegas terhadap pembuangan limbah ilegal, hingga normalisasi dan restorasi aliran sungai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Citarum Sungai Cikapundung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.