Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne

Senin, 26 Oktober 2026 18:35 WIB

Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC

Senin, 26 Oktober 2026 18:23 WIB

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne
  • Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Hanya Bantuan, Pemprov Jabar Fokus Bina PPKS agar Naik Kelas

By SusanaSelasa, 17 Desember 2024 12:30 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar, Herman Suryatman. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah inovatif dalam penanganan Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan meluncurkan program berbasis minat dan bakat.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pilot Project di Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (16/12/2024).

Herman menegaskan pentingnya pendekatan berkelanjutan agar penerima manfaat dapat mencapai kemandirian ekonomi.

Menurut Herman, program ini dirancang agar penerima manfaat mendapatkan pelatihan sesuai minat dan bakat mereka, baik untuk berwirausaha maupun bekerja di sektor formal.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan program memberikan dampak jangka panjang.

Baca Juga:  Sekda Jabar: Reformasi Birokrasi Harus Hadir Demi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

“Pelatihan akan dilakukan sesuai dengan minat dan bakat penerima manfaat. Apakah mereka ingin berdagang, mengolah makanan, atau bekerja profesional seperti satpam atau karyawan pabrik. Tidak boleh dipaksakan, karena ini bukan untuk jangka pendek, melainkan untuk seumur hidup mereka,” ujar Herman.

Ia menegaskan, pelatihan yang tidak sesuai kompetensi dan keinginan berisiko berhenti di tengah jalan.

“Kalau tidak sesuai minatnya, kita khawatir program ini *moal manjang* (tidak bertahan lama),” tambahnya.

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, Herman juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak penerima manfaat segera bersekolah setelah relokasi.

Ia meminta dinas terkait untuk mempercepat proses administrasi kependudukan seperti KTP, KK, dan KIA agar anak-anak bisa mulai belajar paling lambat minggu depan.

Baca Juga:  Sekda Herman Ungkap Tantangan Serius Pertanian Jabar, Salah Satunya Pinjol

“Anak-anak harus efektif bersekolah. Hal ini harus menjadi prioritas agar pendidikan tidak terganggu,” tegasnya.

Program ini dirancang dengan sistem pendampingan selama enam bulan hingga satu tahun. Selama periode tersebut, pemerintah akan memberikan pelatihan, akses modal usaha, fasilitas sosial seperti BPJS, serta bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dalam satu tahun, penerima manfaat harus naik kelas. Jika tidak ada perubahan signifikan, kita akan mencari skema lain, seperti masuk ke panti sosial,” jelas Herman.

Program ini juga mencakup bantuan kebutuhan sehari-hari sebesar Rp351.000 per orang per bulan.

Baca Juga:  Sekda Herman Instruksikan Para Inspektur Daerah Perkuat Pencapaian Kinerja di Bidang Pengawasan

Herman mengusulkan agar bantuan ini tidak dikurangi meskipun penerima manfaat mendapatkan program lain seperti PKH atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kita ingin memastikan warga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, bahkan bisa menyisihkan sebagian sebagai tabungan,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah ini, Herman optimistis program ini mampu memutus mata rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

“Target kita adalah memastikan warga tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mampu hidup mandiri secara ekonomi. Ini langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.