Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 20:08 WIB

Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung

Selasa, 27 Oktober 2026 19:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Hanya soal Gaji, May Day di Bandung Suarakan Ancaman Perampasan Ruang Hidup

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 1 Mei 2025 14:50 WIB3 Mins Read
Aksi peringatan May Day 2025 di Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah buruh dari berbagai sektor memadati Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung pada Kamis (1/5/2025), untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan tahun ini menjadi panggung keluhan nyata: tentang upah yang tidak layak, status kerja tak pasti, hingga lemahnya pengawasan pemerintah terhadap praktik ketenagakerjaan di lapangan.

Gilang Fauzi, Juru Bicara Aliansi Buruh Bandung Raya, menyampaikan berbagai keresahan yang dialami para pekerja. Ia menegaskan bahwa problem buruh hari ini bukan hanya terjadi di pabrik, tetapi meluas hingga ke sektor perkantoran, perhotelan, restoran, hingga industri kreatif dan media.

“Masih banyak buruh yang digaji di bawah UMK Kota Bandung. Ini bukan soal nominal semata, tapi soal bagaimana mereka bisa hidup layak. Dengan penghasilan minim, banyak yang akhirnya terjerat pinjaman online karena kebutuhan tidak bisa ditunda,” ucap Gilang saat ditemui disela-sela aksi.

Baca Juga:  Siap-siap Wargi! Ada Karnaval Kendaraan Hias di Kota Bandung, Catat Tanggalnya

Salah satu contoh yang diangkat adalah buruh di industri marketplace yang bekerja sebagai host live. Dengan jam kerja panjang, mereka hanya menerima Rp1,5 juta per bulan, dan jika tidak masuk, tetap dikenakan potongan.

“Ini bentuk eksploitasi gaya baru yang kerap lolos dari pantauan pemerintah,” ujarnya.

Masalah status kerja juga menjadi sorotan penting dalam aksi May Day ini. Menurut Gilang, sebagian besar buruh saat ini hanya dikontrak dalam jangka panjang tanpa kejelasan status sebagai karyawan tetap.

Selain itu, banyak pula yang berstatus buruh harian lepas (BHL) atau freelance, tanpa perlindungan jaminan sosial.

“Buruh informal sangat jarang disentuh oleh kebijakan negara. Mereka tidak tercatat oleh dinas tenaga kerja, sehingga hak-haknya pun sulit untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Perpustakaan Alun-alun Bandung Kembali Beroperasi, Usung Literasi Antikorupsi

Pihaknya juga mengkritik pola pengawasan pemerintah yang dianggap hanya menyentuh permukaan.

“Dinas tenaga kerja sering kali hanya datang ke pabrik-pabrik besar. Padahal, agensi, production house, bahkan media juga mempekerjakan kontributor tanpa kejelasan hak. Di Bandung, ada jurnalis kontributor yang dibayar hanya Rp150 ribu, bahkan Rp20 ribu per berita,” bebernya.

Tuntutan Luas: Dari Reformasi Ketenagakerjaan Hingga Demokratisasi Regulasi

Pada aksi tersebut, aliansi buruh juga menuntut agar pemerintah memenuhi kebutuhan dasar rakyat—mulai dari pangan, hunian, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Mereka juga mengecam praktik perampasan ruang hidup atas nama investasi.

“Rumah dan tanah bukan sekadar aset ekonomi. Ia adalah ruang sosial dan sejarah warga. Ketika ruang hidup dirampas, yang hilang bukan cuma tempat tinggal, tapi juga martabat,” katanya.

Baca Juga:  Telan Biaya Rp63 Miliar, Pembangunan Flyover Nurtanio Ditargetkan Rampung Mei 2025

Aksi ini juga membawa tuntutan politik yang lebih luas. Aliansi buruh mendesak pemerintah mencabut UU TNI, menolak RUU Polri dan RKUHP baru yang dinilai disahkan tanpa partisipasi rakyat.

“Demokrasi yang sehat adalah ketika rakyat dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan. Jika rakyat dikesampingkan, maka demokrasi itu patut dipertanyakan,” imbuhnya.

Ironisnya, dalam konteks anggaran negara, aliansi menyoroti ketimpangan yang mencolok.

“Anggaran pertahanan dan keamanan terus meningkat tiap tahun. Sementara upah buruh hanya naik Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Ini bentuk ketidakadilan struktural,” tandasnya.

Aksi May Day 2025 di Bandung bukan hanya menjadi simbol perlawanan, tetapi juga pengingat keras bahwa perjuangan buruh hari ini melintasi batas-batas sektoral.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buruh gaji Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.