Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PSSI Berang! Foto dan Identitas Oknum Suporter yang Hina Beckham Putra Bakal Dipajang di Stadion

Kamis, 11 Juni 2026 15:18 WIB
ilustrasi gempa

Sesar Naik Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Ahli BRIN Ingatkan Potensi Gempa Darat Jawa

Kamis, 11 Juni 2026 15:08 WIB

Bongkar Kedok Giorgio Antonio, Kupas Tuntas Profil Sang Kekasih Sarwendah!

Kamis, 11 Juni 2026 14:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PSSI Berang! Foto dan Identitas Oknum Suporter yang Hina Beckham Putra Bakal Dipajang di Stadion
  • Sesar Naik Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Ahli BRIN Ingatkan Potensi Gempa Darat Jawa
  • Bongkar Kedok Giorgio Antonio, Kupas Tuntas Profil Sang Kekasih Sarwendah!
  • Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Ini Jadwal Terbaru dari Korlantas Polri
  • Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi
  • Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra
  • Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung
  • Harga Emas Hari Ini 11 Juni 2026 Turun Signifikan, Simak Daftar Lengkapnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Hanya soal Gaji, May Day di Bandung Suarakan Ancaman Perampasan Ruang Hidup

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 1 Mei 2025 14:50 WIB3 Mins Read
Aksi peringatan May Day 2025 di Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah buruh dari berbagai sektor memadati Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung pada Kamis (1/5/2025), untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan tahun ini menjadi panggung keluhan nyata: tentang upah yang tidak layak, status kerja tak pasti, hingga lemahnya pengawasan pemerintah terhadap praktik ketenagakerjaan di lapangan.

Gilang Fauzi, Juru Bicara Aliansi Buruh Bandung Raya, menyampaikan berbagai keresahan yang dialami para pekerja. Ia menegaskan bahwa problem buruh hari ini bukan hanya terjadi di pabrik, tetapi meluas hingga ke sektor perkantoran, perhotelan, restoran, hingga industri kreatif dan media.

“Masih banyak buruh yang digaji di bawah UMK Kota Bandung. Ini bukan soal nominal semata, tapi soal bagaimana mereka bisa hidup layak. Dengan penghasilan minim, banyak yang akhirnya terjerat pinjaman online karena kebutuhan tidak bisa ditunda,” ucap Gilang saat ditemui disela-sela aksi.

Baca Juga:  Warga Kota Bandung Diimbau Tak Beri Uang ke Pengemis Selama Ramadhan

Salah satu contoh yang diangkat adalah buruh di industri marketplace yang bekerja sebagai host live. Dengan jam kerja panjang, mereka hanya menerima Rp1,5 juta per bulan, dan jika tidak masuk, tetap dikenakan potongan.

“Ini bentuk eksploitasi gaya baru yang kerap lolos dari pantauan pemerintah,” ujarnya.

Masalah status kerja juga menjadi sorotan penting dalam aksi May Day ini. Menurut Gilang, sebagian besar buruh saat ini hanya dikontrak dalam jangka panjang tanpa kejelasan status sebagai karyawan tetap.

Selain itu, banyak pula yang berstatus buruh harian lepas (BHL) atau freelance, tanpa perlindungan jaminan sosial.

“Buruh informal sangat jarang disentuh oleh kebijakan negara. Mereka tidak tercatat oleh dinas tenaga kerja, sehingga hak-haknya pun sulit untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Rekomendasi 5 Seafood Kaki Lima di Bandung, Tak Kalah Enak dari Restoran

Pihaknya juga mengkritik pola pengawasan pemerintah yang dianggap hanya menyentuh permukaan.

“Dinas tenaga kerja sering kali hanya datang ke pabrik-pabrik besar. Padahal, agensi, production house, bahkan media juga mempekerjakan kontributor tanpa kejelasan hak. Di Bandung, ada jurnalis kontributor yang dibayar hanya Rp150 ribu, bahkan Rp20 ribu per berita,” bebernya.

Tuntutan Luas: Dari Reformasi Ketenagakerjaan Hingga Demokratisasi Regulasi

Pada aksi tersebut, aliansi buruh juga menuntut agar pemerintah memenuhi kebutuhan dasar rakyat—mulai dari pangan, hunian, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Mereka juga mengecam praktik perampasan ruang hidup atas nama investasi.

“Rumah dan tanah bukan sekadar aset ekonomi. Ia adalah ruang sosial dan sejarah warga. Ketika ruang hidup dirampas, yang hilang bukan cuma tempat tinggal, tapi juga martabat,” katanya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 145 Preman, Termasuk Pelaku Perusak Mobil Patroli saat May Day di Bandung

Aksi ini juga membawa tuntutan politik yang lebih luas. Aliansi buruh mendesak pemerintah mencabut UU TNI, menolak RUU Polri dan RKUHP baru yang dinilai disahkan tanpa partisipasi rakyat.

“Demokrasi yang sehat adalah ketika rakyat dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan. Jika rakyat dikesampingkan, maka demokrasi itu patut dipertanyakan,” imbuhnya.

Ironisnya, dalam konteks anggaran negara, aliansi menyoroti ketimpangan yang mencolok.

“Anggaran pertahanan dan keamanan terus meningkat tiap tahun. Sementara upah buruh hanya naik Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Ini bentuk ketidakadilan struktural,” tandasnya.

Aksi May Day 2025 di Bandung bukan hanya menjadi simbol perlawanan, tetapi juga pengingat keras bahwa perjuangan buruh hari ini melintasi batas-batas sektoral.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buruh gaji Kota Bandung May Day ruang hidup
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi gempa

Sesar Naik Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Ahli BRIN Ingatkan Potensi Gempa Darat Jawa

Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Ini Jadwal Terbaru dari Korlantas Polri

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad

Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.