bukamata.id – Duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan beruntun di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Korban diketahui merupakan seorang perempuan berinisial (W) berusia 57 tahun yang saat kejadian tengah berjalan kaki di trotoar untuk membeli plastik pembungkus lontong. Ia menjadi korban setelah sebuah truk pengangkut tabung gas LPG diduga mengalami microsleep dan kehilangan kendali.
Anak korban, Desca Nur Shadrina (28), mengatakan sang ibu awalnya hanya hendak membeli plastik untuk kebutuhan berjualan makanan. Lokasi yang dituju pun berada tidak jauh dari tempat usaha keluarganya.
“Ibu tuh mau beli plastik bungkusan, bungkusan lontongnya. Kebetulan tuh dekat, jadi enggak nyebrang. Pokoknya dia tetap di trotoar saja,” ujar Desca saat ditemui di Jalan Cibaduyut Lama No. 19, Kota Bandung pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Desca, jarak antara tempat ibunya berjualan dengan lokasi pembelian plastik tersebut hanya sekitar 100 meter.
“Ada kali 100 meter. Dekat banget,” katanya.
Desca mengaku mengetahui kabar kecelakaan tersebut bukan dari keluarga, melainkan dari salah seorang pelanggan.
Saat itu, seorang pelanggan menghubunginya karena mencari keberadaan sang ibu. Karyawan kemudian diketahui mendengar suara benturan keras dan hendak mengecek kondisi di sekitar lokasi.
“Awalnya nanya, si Ibu katanya enggak ada. Katanya di sini juga enggak ada, tuh, lagi pergi katanya. Karyawan pengin ngecek karena katanya dia mendengar ada suara jedar kencang banget,” tuturnya.
Setelah dilakukan pengecekan, keluarga baru mengetahui bahwa suara keras tersebut berasal dari kecelakaan beruntun dan sang ibu menjadi salah satu korbannya.
Dikenal Aktif Bersepeda
Di mata Desca, sang ibu merupakan sosok yang kuat, perhatian, dan sangat dekat dengan keluarga.
Ia juga dikenal memiliki hobi bersepeda dan rutin bersepeda bersama rombongan, terutama setiap hari Minggu. Sang ibu bahkan kerap bersepeda bersama suaminya.
“Biasanya sih Ibu memang suka naik sepeda. Suka setiap hari Minggu keluar naik sepeda bareng rombongan-rombongan. Kalau sama Ayah, sama Ayah,” kata Desca.
Hobi tersebut sudah menjadi bagian dari keseharian sang ibu. Salah satu cerita yang paling sering dibagikan adalah ketika ia berhasil menaklukkan tanjakan curam dengan sepedanya.
“Dulu tuh kayak dia selalu ngulang-ngulang cerita tentang dia tuh berhasil buat nanjak yang curam banget gitu, pakai gigi satu,” ujarnya.
Menurut Desca, keberhasilan menaklukkan tanjakan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi ibunya.
“Iya, betul. Sepedahan gitu. Kayak diceritain terus, diulang-ulang,” katanya.
Meski usianya sudah 57 tahun, sang ibu masih aktif bersepeda dan beberapa kali mengikuti kegiatan bersepeda hingga ke luar kota.
Desca mengenang salah satu perjalanan bersama ibunya ke Yogyakarta. Mereka berangkat dari Bandung menggunakan kereta, kemudian mengikuti kegiatan gowes di Yogyakarta.
“Ada event di sana, begitu ikut gowes. Tapi beberapa kali memang sering ke luar kota pakai sepeda. Ayo, sepedaan,” tutur Desca.
Sudah Siapkan Umrah Bersama Keluarga
Kepergian sang ibu juga meninggalkan sejumlah rencana yang belum sempat terwujud. Salah satunya adalah rencana menjalankan ibadah umrah bersama keluarga pada akhir tahun 2026.
Desca mengatakan persiapan untuk perjalanan tersebut bahkan sudah dilakukan.
“Akhir tahun ini mau umrah,” kata Desca.
Ia mengungkapkan, sebelumnya keluarga sempat menunda rencana umrah. Namun ketika tahun ini akhirnya menyetujui rencana tersebut, sang ibu justru telah lebih dulu pergi untuk selamanya.
“Tapi persiapannya sudah, sudah siap gitu. Sudah siap berangkat. Iya, memang sudah beres-beres juga, segala macam sudah selesai,” ujarnya.
Selain umrah, sang ibu juga telah merencanakan perjalanan bersama komunitas sepeda ke sejumlah daerah, termasuk Solo dan Bali.
Rencana-rencana tersebut kini menjadi kenangan bagi keluarga.
Kecelakaan Diduga Dipicu Microsleep
Sebelumnya, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan Griya Jogja, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, sekitar pukul 12.15 WIB.
Kecelakaan melibatkan satu truk pengangkut tabung gas LPG, lima mobil, tiga sepeda motor, dua gerobak dagangan, dan satu sepeda.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Ady Perdana mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi truk mengalami microsleep dan kehilangan kendali.
“Pengemudi truk gas LPG diduga mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya. Akibat kejadian tersebut satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, serta beberapa kendaraan mengalami kerusakan,” ujar Fiekry.
Truk tersebut awalnya menabrak dua mobil Daihatsu Sigra. Setelah itu, kendaraan menghantam korban yang sedang bersepeda hingga meninggal dunia di lokasi.
Truk kemudian terus melaju dan menabrak tiga gerobak pedagang, satu sepeda motor, serta dua mobil lain yang sedang terparkir.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sementara seorang pedagang bakso tahu mengalami luka berat dan dibawa ke RS Bandung Kiwari.
Fiekry juga menyebut pemeriksaan awal menemukan pengemudi truk tidak membawa SIM maupun KTP ketika kecelakaan terjadi.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
“Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan Unit Gakkum. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, melaksanakan gelar perkara awal, serta mengumpulkan seluruh alat bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” katanya.
Kini, bagi keluarga, sosok ibu yang dikenal aktif bersepeda, gemar berjualan, dan memiliki banyak rencana bersama keluarga itu hanya menyisakan kenangan.
Desca berharap ibunya dapat menjadi kenangan baik bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.
“Semoga cepat ditemukan dalam keadaan selamat pulang ke rumah,” menjadi harapan yang kini tidak lagi bisa terwujud, sementara rencana perjalanan dan ibadah yang telah dipersiapkan berubah menjadi kenangan bagi keluarga.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










