bukamata.id – Penantian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akhirnya terbayar. Ganda putra Indonesia itu merebut gelar Denmark Open 2026 usai menaklukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final, Minggu (18/10/2026) malam WIB.
Tampil sebagai unggulan ketiga, Fajar/Fikri mendominasi laga sejak awal. Mereka menang dua gim langsung atas Aaron/Soh, unggulan keempat, dengan skor telak 21-8, 21-11.
Tuntaskan Penasaran Usai Gagal di Final Tahun Lalu
Gelar ini terasa istimewa bagi Fajar/Fikri. Tahun lalu, mereka nyaris juara di Denmark Open, tetapi harus menyerah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, di partai final.
“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open,” kata Fajar.
Lecutan dari Kegagalan di Asian Games
Kemenangan ini juga menjadi penebus kegagalan Fajar/Fikri di nomor perorangan Asian Games 2026 pada September lalu. Saat itu, mereka harus puas dengan medali perunggu setelah dikalahkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, di semifinal.
Di Denmark Open, Fajar/Fikri sudah lebih dulu membalas kekalahan itu dengan menyingkirkan Liang/Wang di babak semifinal, sebelum akhirnya menaklukkan Aaron/Soh di final.
Fajar berharap gelar ini menjadi awal yang baik untuk prestasi mereka berikutnya.
“Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” ujarnya.
Fikri: Selalu Mulai dari Nol
Shohibul Fikri menegaskan dirinya tak mau cepat puas. Ia selalu menganggap setiap pertandingan sebagai awal yang baru.
“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” kata Fikri.
Semangat itu terlihat jelas di final. Fikri mengaku sengaja berteriak-teriak di lapangan untuk melampiaskan rasa sedih yang ia pendam sejak tahun lalu.
“Seperti tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin,” ungkapnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











