bukamata.id – Lini pertahanan Persib Bandung yang selama ini dianggap sebagai “benteng beton” di Super League 2025/26 kini tengah diuji. Status tim dengan pertahanan paling kokoh mendadak goyah setelah gawang Maung Bandung kemasukan empat gol hanya dalam dua pertandingan terakhir.
Teranyar, skor imbang 2-2 saat melawat ke markas Dewa United di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026), menambah daftar panjang rapor merah di lini belakang. Tren negatif ini sebenarnya sudah tercium sejak pekan ke-27, saat Persib dipaksa bekerja ekstra keras mengalahkan Bali United dengan skor tipis 3-2.
Statistik ini terbilang mengejutkan. Pasalnya, sebelum dua laga “berdarah” tersebut, Persib tampil sangat disiplin dengan hanya memungut bola sebanyak 14 kali dari gawang mereka sepanjang musim.
Pembelaan Bojan Hodak: Konteks adalah Kunci
Meskipun grafik kebobolan meningkat tajam, pelatih kepala Bojan Hodak enggan menyalakan alarm tanda bahaya. Arsitek asal Kroasia ini menilai publik tidak bisa sekadar melihat angka tanpa memahami situasi di lapangan.
Ia menekankan bahwa kondisi saat melawan Bali United sangat tidak ideal karena Persib harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.
“Sepanjang musim para pemain bermain tanpa kesalahan. Jadi, pertandingan terakhir (melawan Bali United), kami kebobolan dua gol dengan sepuluh orang. Jadi, ini tidak sama saat anda bermain dengan sepuluh dan sebelas orang,” tegas Bojan pada Selasa (21/4/2026).
Menurut Bojan, hilangnya satu pemain di lapangan secara otomatis merusak sistem pertahanan yang telah dibangun, sehingga stabilitas tim sulit dipertahankan dalam kondisi timpang tersebut.
Isyarat Protes Terhadap Kepemimpinan Wasit
Sorotan tajam justru diarahkan Bojan pada laga kontra Dewa United. Berbeda dengan laga sebelumnya, pelatih berkepala plontos ini memilih untuk irit bicara mengenai proses terjadinya dua gol yang bersarang di gawang timnya. Ada indikasi kuat bahwa Persib merasa dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan.
“Hari ini kami kebobolan dua gol, dan saya tidak ingin memberikan komentar tentang kedua gol tersebut karena saya akan menyebutkan hal ini dalam laporan kepada (ofisial) tentang wasit,” ungkapnya diplomatis namun penuh makna.
Sebagai catatan, dua gol Dewa United memang memicu polemik di media sosial:
- Gol Alex Martins: Muncul dugaan kuat bola sudah lebih dulu keluar garis lapangan saat Alexis Messidoro mengirimkan umpan silang.
- Gol Ricky Kambuaya: Berawal dari serangan balik kilat pasca sapuan Julio Cesar, di mana bola disinyalir sempat menyentuh tangan (handball) Alex sebelum serangan berlanjut menjadi gol.
Masih Percaya pada “Pangeran Biru”
Meski gawang timnya sedang tidak clean sheet, Bojan Hodak tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Baginya, kesalahan dalam sepak bola adalah hal manusiawi yang tidak serta merta menghapus performa impresif mereka sejak awal musim.
Bojan menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh bahwa lini belakang Persib masih salah satu yang terbaik di kompetisi.
“Dan saya tidak berpikir bahwa ada masalah tentang hal itu. Hal ini terkadang terjadi, tapi pada akhirnya saya cukup senang dengan cara para pemain bertahan bermain,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Persib dituntut segera melakukan evaluasi mendalam sebelum laga berikutnya, guna memastikan “tembok” mereka kembali kokoh demi menjaga asa di papan atas klasemen.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










