bukamata.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, menelan empat korban jiwa. Para korban merupakan petugas TNBTS dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman api di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Selain empat orang meninggal dunia, dua korban lainnya mengalami luka bakar serius dan harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ristianto Pribadi, menyampaikan penghormatan kepada para petugas, relawan, masyarakat, dan seluruh pihak yang berjuang mengendalikan kebakaran di kawasan tersebut.
Kemenhut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta dukungan bagi para korban yang masih menjalani perawatan medis.
“Doa dan simpati disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus kepada para korban yang masih menjalani perawatan,” tutur Ristianto dalam keterangan yang diterima pada Jumat (16/10/2026).
Kronologi Kebakaran Bromo: Api Membesar dan Petugas Terjebak
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarif, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Menurut Oemar, titik api pertama kali terpantau pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB di lereng Pusung Lingker. Sekitar pukul 10.20 WIB, personel gabungan dari TNBTS bersama relawan yang merupakan karyawan Artotel bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Namun, situasi memburuk ketika api semakin membesar akibat tiupan angin kencang sekitar pukul 13.30 WIB. Sejumlah personel gabungan dilaporkan terjebak di tengah kobaran api dan kepulan asap pekat.
Beberapa petugas dan relawan sempat meminta pertolongan karena kesulitan keluar dari lokasi kebakaran.
“Pada pukul 14.29 WIB beberapa petugas berupaya menerobos api dan asap, di mana di lokasi ditemukan sudah terdapat enam korban, dengan tiga orang sudah meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar,” ujar Oemar, Jumat.
Tiga Korban Meninggal Ditemukan di Lokasi
Setelah laporan korban diterima, proses evakuasi segera dilakukan. Pada pukul 14.35 WIB, tiga korban yang mengalami luka bakar dievakuasi ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Tim Inafis Polres Probolinggo tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 16.17 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sekitar pukul 17.00 WIB, tiga jenazah korban yang meninggal di lokasi kebakaran dievakuasi menuju Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Tongas, Probolinggo, untuk menjalani proses autopsi.
Situasi kembali berduka pada pukul 18.59 WIB. Salah seorang korban yang sebelumnya mengalami luka bakar dinyatakan meninggal dunia di RSUD Tongas.
Adapun dua korban lainnya yang mengalami luka bakar serius dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh perawatan intensif.
Identitas Empat Korban Jiwa Karhutla Bromo
Oemar Sjarif mengungkapkan, empat korban meninggal dunia terdiri atas dua relawan dari karyawan hotel setempat dan dua petugas TNBTS.
Korban yang meninggal dunia di lokasi kebakaran adalah Sefril dan Wisnu, relawan dari karyawan hotel setempat, serta Sukaris, petugas TNBTS.
Sementara itu, Hendra Roni, yang juga merupakan petugas TNBTS, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tongas.
Dua korban lainnya yang mengalami luka bakar serius adalah Munawi, petugas TNBTS, dan Suraji, relawan dari karyawan hotel setempat. Keduanya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Peristiwa ini menjadi duka bagi para petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya pengendalian karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










