bukamata.id – Video Gubernur Bali I Wayan Koster mendapat protes dari petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saat meninjau antrean bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pegawai perempuan SPBU terlihat menyampaikan keluhan dengan nada tinggi hingga menangis.
Video itu diunggah akun Instagram @dewaswam pada Kamis (15/10/2026). Momen tersebut menjadi sorotan di tengah persoalan pasokan BBM di Bali yang menyebabkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pegawai perempuan mengungkapkan kelelahan saat harus menghadapi situasi pelayanan yang berlangsung panjang. Ia mengaku sebagai pekerja yang juga memiliki batas kemampuan dan hak untuk mendapatkan kondisi kerja yang layak.
“Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga,” ujar pegawai perempuan tersebut sambil menangis.
Petugas SPBU lainnya juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi yang mereka hadapi di lapangan. Ia meminta agar situasi yang dialami pekerja dipahami secara langsung.
“Coba Bapak di lapangan kondisi kayak begini, coba Pak,” timpal petugas SPBU perempuan lainnya.
Antrean BBM di Bali Jadi Sorotan
Persoalan antrean BBM di Bali menjadi perhatian karena berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Kendaraan pribadi, pekerja, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Dalam video tersebut, masyarakat disebut harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Situasi ini semakin menyulitkan ketika warga harus menunggu di tengah cuaca panas tanpa kepastian waktu pelayanan.
Kondisi antrean panjang juga menambah beban petugas SPBU yang berhadapan langsung dengan konsumen. Di tengah meningkatnya kebutuhan BBM, mereka tetap harus melayani masyarakat sekaligus menghadapi keluhan dari pengendara yang menunggu.
Petugas SPBU Keluhkan Jam Kerja Panjang
Selain menyoroti kesulitan masyarakat mendapatkan BBM, unggahan tersebut turut menyinggung kondisi pekerja SPBU. Pengunggah menyebut petugas harus tetap melayani konsumen dalam waktu yang sangat panjang, bahkan diklaim mencapai 24 jam.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena petugas berada di garis depan pelayanan ketika antrean kendaraan memanjang. Mereka dituntut tetap melayani konsumen di tengah tingginya permintaan dan kondisi lapangan yang melelahkan.
Video protes terhadap Gubernur Bali I Wayan Koster itu pun menyoroti dua persoalan sekaligus, yakni kesulitan masyarakat memperoleh BBM dan beban kerja petugas SPBU selama antrean berlangsung.
Meski demikian, kronologi lengkap kejadian, penyebab antrean BBM, serta tanggapan resmi pemerintah daerah dan pihak terkait perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Informasi mengenai jam kerja petugas yang disebut mencapai 24 jam juga perlu diverifikasi secara independen.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










