Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Penertiban PKL Cidadap Memanas! Pedagang Siap Bongkar Mandiri, Tapi Minta Satu Hal Ini

Rabu, 30 September 2026 13:51 WIB

Jelang Agenda Padat Persib: Sandy Walsh Mulai Pulih, Mario Jozic Terbang ke Zagreb

Rabu, 30 September 2026 13:45 WIB
Ilustrasi gempa

Waspada Sesar Aktif! Kenali Titik Rawan Gempa Darat di Jawa Barat yang Bisa Terjadi Kapan Saja

Rabu, 30 September 2026 12:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penertiban PKL Cidadap Memanas! Pedagang Siap Bongkar Mandiri, Tapi Minta Satu Hal Ini
  • Jelang Agenda Padat Persib: Sandy Walsh Mulai Pulih, Mario Jozic Terbang ke Zagreb
  • Waspada Sesar Aktif! Kenali Titik Rawan Gempa Darat di Jawa Barat yang Bisa Terjadi Kapan Saja
  • PT LIB Punya Utang Rp9,4 Miliar ke Persib? Surat Maung Bandung Bikin Heboh
  • Satpol PP Bandung Perluas Penertiban Bangli dan Lapak PKL di Sejumlah Wilayah
  • Penertiban Bangli Berlanjut, 16 Bangunan di Ciumbuleuit Jadi Sasaran
  • Garuda Kembali Beraksi! Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Jam Mainnya
  • Baliho Roboh di Buah Batu, Satpol PP Bandung Panggil Pemilik dan Pastikan Kerugian Ditanggung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Sesar Aktif! Kenali Titik Rawan Gempa Darat di Jawa Barat yang Bisa Terjadi Kapan Saja

By Aga GustianaRabu, 30 September 2026 12:43 WIB3 Mins Read
Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas seismik di tatar Sunda belakangan ini menunjukkan intensitas yang cukup menyita perhatian publik. Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya 118 kali getaran gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya—meliputi Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran—dalam rentang waktu sebulan lebih dari pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026. Fenomena alam ini sontak memicu pertanyaan publik mengenai eksistensi patahan bumi di balik rentetan bencana tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Edy Slameto, membeberkan bahwa wilayah Jawa Barat memang diselimuti oleh jaringan patahan atau sesar aktif yang cukup padat. Menurutnya, terdapat setidaknya lima struktur sesar utama yang memiliki catatan historis memicu gempa merusak di bumi parahyangan.

“Selain Sesar Lembang, ada Sesar Baribis di utaranya ya. Kemudian ada Sesar Tomo, Sesar Cimandiri itu juga tidak kalah terkenalnya gitu ya di Sukabumi, itu sering terjadi aktif kembali reaktivasi. Karena namanya sesar aktif itu kan kalau dipicu menimbulkan pergerakan yang mengakibatkan kerusakan tadi,” ujar Edy.

Selain nama-nama populer tersebut, Edy juga memetakan sejumlah sesar lain yang membentang secara regional di tanah Sunda, seperti Sesar Garsela di Garut, Rajamandala, Kertasari, Cugenang, hingga Citarik dan Cisadane. Karakteristik geologi Jawa Barat yang didominasi batuan vulkanik muda membuat struktur tanahnya cenderung rapuh dan mudah mengalami patahan ketika mendapati tekanan tektonik maupun vulkanik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

Ancaman Nyata Gempa Darat Dibanding Megathrust

Di tengah diskursus publik yang sering kali mengaitkan potensi bencana dengan ancaman megathrust, Edy memberikan perspektif pembanding yang krusial. Kendati gempa megathrust kerap diasosiasikan dengan kekuatan magnitudo raksasa, karakteristik pusatnya yang berada di laut dan berkedalaman jauh berbeda dengan gempa darat akibat sesar lokal.

Menariknya, Badan Geologi justru menilai gempa darat berkekuatan relatif kecil jauh lebih berisiko menimbulkan kerusakan fatal karena pusatnya yang dangkal dan berada tepat di bawah permukiman warga.

Baca Juga:  Produksi Padi untuk Tekan Inflasi, Jabar Lakukan Panen Raya di Majalengka

“Justru yang di darat. Meskipun magnitudonya kecil. Kecil tapi dia dangkal, dan celakanya umumnya orang membangun di sekitarnya,” tegasnya.

Di sisi lain, ancaman megathrust tidak serta-merta terjadi setiap tahun mengingat pergerakan lempeng subduksi membutuhkan proses akumulasi energi yang sangat lambat—hanya berkisar dalam hitungan milimeter per tahun.

“Karena megathrust itu butuh akumulasi energi yang besar dan pergerakan lempeng itu kan sedikit-sedikit ya kan. Sehingga itu akan butuh waktu ratusan tahun untuk terjadinya akumulasi energi yang besar… Sehingga megathrust itu nggak akan setiap tahun terjadi. Dipastikan itu butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun akan terjadi. Kalau sesar aktif yang di darat yang di permukaan tadi, itu bisa anytime terjadi,” jelas Edy.

Jejak Historis Kuno dan Misteri Waktu Gempa

Berdasarkan arsip sejarah kegempaan, titik-titik pusat gempa di Jawa Barat—seperti di Cianjur, Bogor, Sukabumi, Cirebon, hingga Garut—ternyata tidak pernah bergeser dari lokasi geografis yang sama sejak abad ke-19 hingga era modern saat ini. Catatan historis tersebut sebagian besar berhasil diabadikan berkat budaya literasi kolonial Belanda di masa lampau, mengingat era kerajaan sebelumnya masih mengandalkan tradisi tutur lisan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Jawab Gugatan Program PAPS: Negara Harus Hadir Melayani Pendidikan

Meski posisi patahan bersifat permanen dan tidak dapat dimanipulasi, ilmu pengetahuan modern hingga detik ini tetap belum mampu merumuskan teknologi akurat untuk memprediksi waktu pasti terjadinya sebuah gempa bumi.

“Belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa terjadinya kapan. Hari, tanggal, belum ada. Jadi kalaupun ada katakanlah paper, publikasi atau ahli yang mengatakan bahwa sekian ratus tahun ke depan kemungkinan akan terjadi gempa, pasti dia akan bicara kemungkinan dia nggak bisa memastikan,” pungkas Edy.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gempa jawa barat sesar aktif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penertiban PKL Cidadap Memanas! Pedagang Siap Bongkar Mandiri, Tapi Minta Satu Hal Ini

Satpol PP Bandung Perluas Penertiban Bangli dan Lapak PKL di Sejumlah Wilayah

Penertiban Bangli Berlanjut, 16 Bangunan di Ciumbuleuit Jadi Sasaran

Baliho Roboh di Buah Batu, Satpol PP Bandung Panggil Pemilik dan Pastikan Kerugian Ditanggung

Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai Bertahap, Perumda Pastikan Legalitas dan Keamanan Pedagang

Tak Hanya Jadi Pelajaran, Pendidikan Pancasila Disiapkan Bentuk Karakter Siswa

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.
    Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.