Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

WHD 2023, Masyarakat Jabar Diedukasi Pertolongan Pertama Henti Jantung

By Fahlevi MercedesKamis, 28 September 2023 14:32 WIB5 Mins Read
WHD 2023
Peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) 2023. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Jawa Barat menyambut dengan antusias peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) 2023. Sebab penyakit jantung merupakan salah satu yang berbahaya di dunia dan penting untuk mencegahnya.

Peringatan WHD 2023 digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/9/2023). Berbagai kegiatan dilakukan sebagai bagian dari kampanye kesehatan jantung yang dicanangkan oleh WHO kepada seluruh dunia guna menyaring gejala awal kejadian stroke yang terjadi di masyarakat.

Ketua Pelaksana Hari Jantung Sedunia 2023, Arnita Sari mengatakan, antusiasme masyarakat dalam peringatan WHD 2023 cukup tinggi. Di mana 3.000 masyarakat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti jalan sehat, parade kostum unik, edukasi Menari (Meraba Nadi Sendiri) dan praktik memberikan
Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang benar pada orang yang mengalami henti jantung.

“Acara ini dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya warga Bandung sekaligus mengedukasi kepada masyarakat agar dapat melakukan tindakan pencegahan penyakit terkait jantung,” kata Arnita.

Arnita menjelaskan, kegiatan ini pun diisi dengan pelatihan yang bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta. Di mana pihaknya ingin memasyarakatkan pertolongan pertama pada henti jantung.

“Kalau ada henti jantung, selama ini banyak beredar di media sosial pertolongan yang salah. Jadi kita mengajarkan bagaimana menolong orang yang dengan henti jantung yang benar seperti apa,” ujarnya.

Ia ingin, dengan adanya pengetahuan di masyarakat diharapkan masyarakat yang mengalami henti jantung bisa tertolong. Bahkan lebih jauh dengan penanganan pertama yang tepat bisa sehat lagi.

Baca Juga:  Nyobain Kereta Cepat Bareng Jokowi, Armand Maulana: Suwun Sanget Pak

“Walaupun kemungkinannya sulit, tapi pertolongan pertama makin cepat makin baik,” tuturnya.

Menurut Arnita, meningkatknya kasus jantung di masa kini tidak lepas dari berubahnya pola hidup dan pola makan. Parahnya lagi penyakit tersebut menyerang dengan usia yang semakin muda.

Meski begitu, penyakit tersebut timbul bisa disebabkan berbagai hal. Selain hipertensi, bisa juga karena bawaan dan metabolik misalnya diabetes.

“Itu (diabetes) cukup banyak angkanya di Indonesia. Hipertensi saja yang Dikdas lama itu sudah di atas 2 persen, yang kecil dari seluruhnya. Tapi ternyata untuk jantung ini menjadi penyebab kematian yang paling besar,” ucapnya.

Arnita menambahkan, penyakit ini sebetulnya bisa dicegah. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah hipertensi dan diabetes dikendalikan, lalu pola makan sehat dan rajin berolahraga.

“Kalau kita sering bergaul seperti ini setidaknya hindari stres, pangkal jantung sehat. Enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah dan teratur berolahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Jabar, Komar Hanif mengatakan, peringatan WHD 2023 merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Di samping itu mengingatkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Jawa Barat.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Jabar, Komar Hanif. Foto: Istimewa

“Acara ini merupakan peningkatan kemampuan masyarakat mengenal jantung, penyakit jantung dari awal dan preventif. Jadi kita upayakan dengan Menari tadi,” ujar Komar.

Menurut Komar, setelah mereka diedukasi nantinya akan menyebarkan kepada masyarakat luas. Bahkan mereka yang hadir diedukasi upaya pertolongan pertama jika henti jantung yang benar.

“Kalau terjadi di masyarakat, mereka harus tahu. Jangan sampai mereka gak tahu apa-apa. Sehingga mereka diberi pengetahuan juga dan peningkatan kemampuan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada henti jantung,” ucapnya.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Masyarakat Sumedang Diimbau Tidak Bakar Sampah

Berdasarkan data yang dimilikinya, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduk. Bahkan untuk Jabar angkanya lebih tinggi dari nasional.

“Jabar itu 1,6 persen dari jumlah penduduk. Itu urutannya nomor 16 se-Indonesia, Jawa Barat. Tapi untuk kasus penyakit jantunh koroner, Jawa Barat nomor 1 malahan. Tertinggi se-Indonesia,” bebernya.

Maka dari itu, penting sekali masyarakat diberikan edukasi terkait jantung. Apalagi pertolongan pertama jika terjadi henti jantung sangat penting dimiliki.

“Di Jawa Barat ini uniknya nomor satu terjadi penyakit jantung koroner,” katanya.

Peni Pahlawada dari RSJP Paramarta mengemukakan, kegiatan bertajuk “Kenali Jantungmu Sayangi Jantungmu” ini sesuai dengan visi dan misi RSJP Paramarta. Utamanya menolong masyarakat yang terkena penyakit jantung agar kualitas hidupnya naik.

“Tapi yang lebih utama lagi, program yang preventif, bagaimana mencegah orang yang sehat untuk kemudian tidak menjadi sakit. Program edukasi ini menjadi sesuatu yang harus terus kami lakukan setiap saat,” kata Peni.

Menurutnya, ketika satu orang terkena penyakit jantung, maka dua atau empat orang di sekitarnya akan terdampak. Baik itu kepada suami atau istrinya maupun anak-anaknya.

“Jadi penyakit ini, penyakit yang memang harus bersama-sama lawan, cegah dengan gaya hidup dan pola hidup yang sehat. Ini harus kolaborasi bersama,” pesannya.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jabar, Denda Alamsyah mengatakan, pihaknya sangat mengapresasi kegiatan yang digelar oleh YJI Cabang Jabar itu. Pasalnya, kegiatan ini bagian dari membudayakan olahraga di masayarakat khususnya terkait kesehatan jantung.

Baca Juga:  Hotel di Bandung Raya Dihantui Dampak Kebakaran TPA Sarimukti

“Memang kita ini perlu pembudayaan olahraga di masyarakat. Kalau dulu ada slogan memasyarakatkan olahraga,” kata Denda.

Denda berharap, lewat kegiatan ini makin banyak masyarakat yang sehat dan bugar. Apalagi 22 tahun dari sekarang sudah dicanangkan Indonesia Bugar 2045.

“Kalau dibayangkan semuanya sakit itu, akan jadi beban negara dan bangsa. Akan tetapi kalau semuanya sehat dari sejak dini dipelihara jantungnya, rajin olahraga, olahraga menjadi budaya dan terus dilakukan YJI, tentunya itu menjadi kekuatan nanti di 2045,” ucapnya.

Kegiatan WHD 2023 tingkat Jabar. Foto: Istimewa

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (Perki) Kota Bandung, Badai Bhatara Tiksnadi mengatakan, tren penyakit jantung saat ini terus meningkat. Bukan hanya di negara maju, penyakit ini pun semakin naik di negara berkembang dan usia mulainya lebih muda.

Badai mengungkapkan, dulunya yang biasa terkena penyakit jantung 40 tahun, kini bisa terjadi di usia 30. Oleh karenanya, pencegahan penyakit jantung lebih dini dilakukan dan jangan sampai menunggu itu terjadi.

“Konsep mencegah itu penting. Tentu tidak mungkin kita bisa secara efektif yah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahkan harus melibatkan masyarakat,” kata Badai.

Badai menambahkan, akar dari penyakit jantung ini satu di antaranya dari gaya hidup yang tidak sehat. Semisal merokok, kurang olahraga, dan banyak main handphone.

“Karena diam saja (main HP), tidak bergerak kan. Kalau kita bergerak, darah mengalir, pembuluh darah akan jadi bagus. Kolestrol tidak akan membandel,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.