Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:38 WIB

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB

Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Besar-Besaran di Pati: Massa Tuntut Bupati Sudewo Lengser

By Aga GustianaRabu, 13 Agustus 2025 11:44 WIB2 Mins Read
Demo Pati
Ribuan warga Pati demo tuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. (Foto: Tangkap layar Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memadati area depan Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025) pagi. Mereka menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan tuntutan utama: meminta Bupati Pati, Sudewo, untuk mundur dari jabatannya.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai berdatangan sejak pukul 08.20 WIB. Dengan membawa spanduk dan pengeras suara, mereka menyuarakan aspirasi melalui orasi dari atas truk tronton yang terparkir di depan kantor bupati.

Tuntutan Mundur untuk Bupati Sudewo

Koordinator aksi, Husein, menyerukan agar Bupati Sudewo dengan lapang dada meninggalkan jabatannya.

“Terima kasih kepada masyarakat Pati atas antusiasmenya. Hari ini Bupati Sudewo harus lengser. Bupati harus lengser,” teriak Husein disambut sorak massa.

Sejumlah perwakilan warga lainnya juga menyampaikan keluhan. Mereka menilai kebijakan bupati dinilai memberatkan rakyat kecil di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Pati cinta damai. Kami dari masyarakat bawah, bukan terlahir orang kaya. Ekonomi sedang susah. Kami berharap keikhlasan dan kerendahan hati Bupati untuk mengundurkan diri,” ujar salah seorang orator.

Latar Belakang Aksi

Aksi ini bukan yang pertama kali dilakukan. Protes warga Pati sudah berlangsung sejak mencuatnya rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, yang memicu kemarahan masyarakat.

Menurut Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istyanto, kekecewaan warga juga dipicu oleh sejumlah kebijakan lain, di antaranya:

  • Program lima hari sekolah yang berdampak pada pengurangan jam belajar dan potensi berkurangnya kesempatan kerja bagi guru honorer.
  • Regrouping sekolah, yang mengakibatkan banyak guru honorer kehilangan pekerjaan akibat penggabungan sekolah.
  • Pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan eks karyawan honorer RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon atau tali asih, yang kemudian digantikan dengan tenaga baru.

“Efisiensi rumah sakit justru membuat orang lama dikeluarkan tanpa pesangon, lalu merekrut karyawan baru dengan alasan meningkatkan pelayanan,” kata Teguh.

Situasi Terkini

Hingga siang hari, massa masih bertahan di depan Kantor Bupati Pati sambil melanjutkan orasi. Aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya aksi yang berlangsung damai.

Demonstrasi ini menjadi puncak dari akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan Bupati Sudewo, dan para peserta aksi menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga ada respon resmi dari pemerintah daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.