Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC

Jumat, 7 Agustus 2026 13:29 WIB

Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?

Jumat, 7 Agustus 2026 12:42 WIB

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Jumat, 7 Agustus 2026 12:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC
  • Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
  • Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden
  • Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti
  • Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148
  • 59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura
  • Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aneh Tapi Nyata! Dihukum FIFA, Timnas Malaysia Malah Dapat Bonus

By SusanaKamis, 30 Oktober 2025 22:00 WIB2 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Timnas Malaysia mendapatkan keuntungan mengejutkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah Nepal belum bisa menggelar laga di negaranya sendiri. Alhasil, Harimau Malaya akan kembali bermain di kandang sendiri, Stadion Nasional Bukit Jalil.

Ironisnya, keuntungan ini datang di tengah hukuman yang sedang dijalani Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dari FIFA akibat kasus tujuh pemain naturalisasi ilegal.

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM atas dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

Hukuman tersebut mencakup denda besar dan larangan bertanding di sejumlah agenda resmi. Namun, AFC justru memberikan “bonus” berupa laga kandang tambahan bagi Malaysia.

Pemain Ilegal dan Dugaan Pemalsuan Dokumen

Kasus bermula dari tampilnya Hector Hevel dan enam pemain naturalisasi lain dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam. Dalam dua pertandingan itu, Malaysia meraih kemenangan, tetapi FIFA menemukan adanya pelanggaran administrasi serius.

Secara regulasi, Malaysia seharusnya dijatuhi pengurangan poin akibat menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat. Namun, hingga kini, belum ada keputusan tambahan terkait sanksi itu dari AFC.

AFC Justru Beri Keuntungan ke Malaysia

Alih-alih menambah hukuman, AFC malah memindahkan laga Nepal vs Malaysia yang sedianya digelar di Kathmandu ke Kuala Lumpur. Keputusan ini diambil karena Nepal tengah mengalami aksi demonstrasi besar-besaran yang membuat situasi keamanan tidak kondusif.

“Berdasarkan konfirmasi dari AFC dan FAM, pertandingan kualifikasi antara Nepal vs Malaysia akan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil,” tulis laman Asean Football di Instagram.

Dengan keputusan ini, Malaysia kembali mendapatkan keuntungan besar karena akan bermain di depan ribuan pendukungnya.

“Keuntungan besar bagi Harimau Malaya untuk tampil di depan suporter sendiri lagi!” lanjut laporan tersebut.

Malaysia Masih di Puncak Grup F

Hingga saat ini, Malaysia masih memuncaki Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan torehan 12 poin dari empat pertandingan. Namun posisi mereka bisa terancam apabila FIFA atau AFC memutuskan menjatuhkan sanksi tambahan berupa pengurangan poin.

Jika hal itu terjadi, Malaysia berpotensi digeser oleh Vietnam yang kini berada di posisi kedua.

Situasi ini menimbulkan kontroversi besar di kalangan pecinta sepak bola Asia Tenggara. Banyak pihak menilai keputusan AFC justru memperlihatkan ketimpangan dalam penerapan regulasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148

Farhan Pastikan Hak Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Jadi Prioritas, Relokasi Bertahap ke SDN 148

program MBG

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.