Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bikin Kejutan! Latihan Bersama Diundur, Igor Tolic Bongkar Penyebabnya

Rabu, 8 Juli 2026 16:09 WIB

Juara Dunia Dipaksa Minta Maaf?! Misteri Klarifikasi Desak Made Usai Bongkar Borok Pemerintah

Rabu, 8 Juli 2026 15:26 WIB

Resmi! Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Apakah Jadi Libur Nasional?

Rabu, 8 Juli 2026 14:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bikin Kejutan! Latihan Bersama Diundur, Igor Tolic Bongkar Penyebabnya
  • Juara Dunia Dipaksa Minta Maaf?! Misteri Klarifikasi Desak Made Usai Bongkar Borok Pemerintah
  • Resmi! Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Apakah Jadi Libur Nasional?
  • Menjawab Tantangan Zaman: Dewan Hisbah Persis Rumuskan Fatwa untuk Umat Modern
  • BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial
  • Akhirnya Buka Suara! Igor Tolic Beri Kode Soal Mariano Peralta, Gabung Persib Tinggal Menunggu Waktu?
  • Harga Emas Antam Melemah Lagi, Cek Rincian Lengkap per Gram 8 Juli 2026
  • Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap! Argentina Jumpa Swiss, Spanyol Bentrok dengan Belgia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 8 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APTFI Gelar FGD Kolaborasi Riset Wujudkan Kemandirian Ketahanan Bidang Farmasi

By SusanaMinggu, 25 Februari 2024 15:30 WIB3 Mins Read
Farmalkes Kemenkes RI apt. Anwar Wahyudi (Batik Coklat) dan Wakil Ketua Bidang Riset dan Kerjasama APTFI, Prof. I Ketut Adnyana (Batik Ungu). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Riset di De Paviljoen Hotel Bandung, pada Minggu (25/2/2024).

Wakil Ketua Bidang Riset dan Kerjasama APTFI, Prof. I Ketut Adnyana menyampaikan, acara diskusi kolaborasi riset ini digelar berasal dari kegundahan adanya potensi sumber daya alam yang harus diakselerasi untuk kemaslahatan Indonesia.

“Jadi sebenarnya inisiasi pertama itu dari Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung ini dengan ketuanya dr. Adang Firmansyah, itu berangkat dari kegundahan dan kegalauan Pak Adang yang memang ada satu potensi yang perlu diangkat serta diakselerasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan Indonesia, yaitu potensi sumber daya alam beserta isinya,” beber Ketut, Minggu (25/2).

Kemudian, sebagai orang yang berasal dari bidang farmasi, Ia pun merasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi terkait pengolahan sumber dalam alam tersebut, salah satunya dengan program FGD Kolaborasi Riset ini.

Baca Juga:  Pemdaprov Revitalisasi Program Kerja untuk Lanjutkan Kemandirian Jabar

“Dan saya merasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi itu, maka sebagai program kita, kita angkat itu ke level yang lebih luas seperti sekarang yaitu Forum Grup Discusion Kolaborasi Riset, supaya tidak hanya antar perguruan tinggi saja, nanti ada STFI dan saya berdiskusi, kita undang dari Kemenkes dan kemudian dari industri yang sudah mengadakan kerjasama panjang dengan STFI dan juga perguruan tinggi yang lainnya,” bebernya.

Sehingga, dari acara ini akan muncul terkait program-program yang bisa di angkat dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Menurutnya, pihak-pihak yang terlibat dalam FGD Kolaborasi Riset ini nantinya bisa berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk.

“Alhamdulillah tadi berkembang banyak, jadi skala pendeknya apa yang bisa dilakukan oleh STFI, apa yang bisa dilakukan oleh temen-temen sebenarnya bisa berkolaborasi kemudian di fasilitasi oleh regulator,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemdaprov Revitalisasi Program Kerja untuk Lanjutkan Kemandirian Jabar

Ketut menambahkan, produk yang dihasilkan bisa dinikmati oleh masyarakat luas dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan farmasi di Indonesia.

“Sehingga empat sistem yang saya sebutkan tadi, kaitannya dengan bahan baku, teknologi, regulasi, maupun target pasar itu bisa nyambung, sehingga sederhananya keluar satu produk yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas dalam jangka mewujudkan kemandirian maupun ketahanan di bidang farmasi,” tandasnya.

Sementara itu, Farmalkes Kemenkes RI apt. Anwar Wahyudi menyampaikan, kolaborasi riset ini juga merupakan langkah untuk memasukkan obat bahan alam atau obat tradisional ke dalam layanan kesehatan.

“Yang pertama penggunaan di layanan kesehatan formal, karena kita memiliki ribuan obat tradisional, ribuan herbal yang bisa dimanfaatkan, tapi disana membutuhkan pengujian, uji klinis untuk nanti digunakan di rumah sakit dan dokter mau meresepkan, sekarang kan resep dokter itu masih jarang obat tradisional atau pun obat alam,” ujar Anwar.

Baca Juga:  Bio Farma Dukung Kejaksaan Agung 'Bersih-bersih' Industri Farmasi

Selain itu, Anwar mengatakan langkah-langkah ini di dorong oleh Pemerintah sebagai triger mencapai ketahanan dan kemandirian farmasi Indonesia.

Anwar menambahkan, Pemerintah juga akan mendorong dan memfasilitasi industri herbal agar obat bahan alam tersebut segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Industrinya masih sedikit, industri herbal itu tidak sebanyak obat-obat konvensional, karena marketnya kecil, industri kan kalau tidak menguntungkan kenapa masuk ranah itu, itu yang terjadi, makanya industri jamu, industri bahan alam, perlu didorong terus difasilitasi sehingga dia bisa masuk layanan kesehatan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APTFI farmasi FGD Kolaborasi Riset kemandirian ketahanan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima, Jadwal Pencairan, dan Nominal Bantuannya di Sini

Sebelum Hilang dari Radar, Boeing 737 Kargo Sempat Laporkan Masalah Navigasi

Viral! Diduga Ada Transaksi Narkoba Terang-terangan di Cihampelas, BNN KBB Buka Suara

Kebongkar Semua! Ini Alasan Logis Kenapa Peziarah Gunung Kawi Mendadak Kaya Raya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair! Cek Nama Penerima Sekarang Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    Bansos Juli 2026 Cair! PKH, BPNT, PIP hingga Beras 20 Kg Masuk Tahap 3
  • Bansos
    Ada yang Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Ini Daftar 5 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.