Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

Jumat, 28 Agustus 2026 08:12 WIB
Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 06:00 WIB

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
  • Kode Redeem FF Terbaru 28 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Atap SMKN di Cileungsi Ambruk, Perencanaan Bangunan Jadi Sorotan

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 16:41 WIB2 Mins Read
Atap bangunan SMKN 1 Cileungsi di Jalan Raya Narogong, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Rabu (10/9/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menyoroti faktor konstruksi sebagai dugaan penyebab ambruknya atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/9/2025). Dari hasil peninjauan, atap di lantai dua bangunan tersebut dinilai tidak mampu menahan tekanan beban.

“Kalau dilihat, atapnya memang di lantai dua. Tentu tekanannya besar, ditambah gentingnya yang berat karena bukan genting metal, melainkan genting plentong. Usianya juga sudah sekitar 10 tahun, dibangun tahun 2015 saat masih dikelola kabupaten dan dialihkan ke provinsi pada 2017,” ujar Purwanto, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, rangka baja ringan yang dipasang terlihat tidak cukup kuat menahan beban genting. Kondisi itu membuat struktur atap bergelombang hingga akhirnya runtuh.

“Ini kelihatannya rangka baja ringannya nggak kuat menahan tekanan. Jadi ambruk karena tekanannya berat,” kata Purwanto.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Prioritaskan Pendidikan hingga Kesehatan dalam Arah Pembangunan Jawa Barat

Perlu Ditelusuri Lebih Lanjut

Purwanto menambahkan, aspek perencanaan dan pengawasan pembangunan juga perlu ditelusuri secara mendalam.

“Apakah perencanaannya dulu sesuai dengan pelaksanaan atau tidak, itu yang harus diteliti. Kita ingin memastikan hal ini tidak terulang,” jelasnya.

Baca Juga:  Publik Kena Prank! Anggaran Beasiswa Anak Miskin Jabar Ternyata Kosong di APBD Murni 2026

Perbaikan dan Penanganan Siswa

Sebagai tindak lanjut, ia menegaskan perbaikan akan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat.

“Anak-anak harus cepat belajar lagi, jadi atapnya akan diganti baja ringan yang lebih kuat. Kasihan, ada 36 kelas yang harus tetap berjalan. Bisa menggunakan moving class atau daring sementara waktu,” terang Purwanto.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Setop Bantuan Sekolah Swasta, Pemerataan Pendidikan Terancam

Selain itu, pemerintah juga memastikan biaya perawatan korban ditanggung sepenuhnya. “Korban yang dirawat di rumah sakit sudah ditangani, dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah,” ucapnya.

Instruksi untuk Sekolah Lain

Purwanto menambahkan, Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan semua sekolah untuk segera melaporkan kondisi bangunan yang dianggap tidak layak.

“Kami sudah minta, kalau ada bangunan sekolah yang dipandang kurang layak, segera laporkan agar bisa direhabilitasi,” tegas Purwanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pendidikan Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.