Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Minggu, 21 Juni 2026 18:46 WIB
Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Minggu, 21 Juni 2026 18:17 WIB

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Minggu, 21 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Atap SMKN di Cileungsi Ambruk, Perencanaan Bangunan Jadi Sorotan

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 16:41 WIB2 Mins Read
Atap bangunan SMKN 1 Cileungsi di Jalan Raya Narogong, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Rabu (10/9/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menyoroti faktor konstruksi sebagai dugaan penyebab ambruknya atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/9/2025). Dari hasil peninjauan, atap di lantai dua bangunan tersebut dinilai tidak mampu menahan tekanan beban.

“Kalau dilihat, atapnya memang di lantai dua. Tentu tekanannya besar, ditambah gentingnya yang berat karena bukan genting metal, melainkan genting plentong. Usianya juga sudah sekitar 10 tahun, dibangun tahun 2015 saat masih dikelola kabupaten dan dialihkan ke provinsi pada 2017,” ujar Purwanto, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, rangka baja ringan yang dipasang terlihat tidak cukup kuat menahan beban genting. Kondisi itu membuat struktur atap bergelombang hingga akhirnya runtuh.

“Ini kelihatannya rangka baja ringannya nggak kuat menahan tekanan. Jadi ambruk karena tekanannya berat,” kata Purwanto.

Baca Juga:  Kebijakan Dedi Mulyadi Menuai Gelombang Perlawanan

Perlu Ditelusuri Lebih Lanjut

Purwanto menambahkan, aspek perencanaan dan pengawasan pembangunan juga perlu ditelusuri secara mendalam.

“Apakah perencanaannya dulu sesuai dengan pelaksanaan atau tidak, itu yang harus diteliti. Kita ingin memastikan hal ini tidak terulang,” jelasnya.

Baca Juga:  Dikritik Atalia soal Kelas Padat, Dedi Mulyadi Balik Sindir Era Ridwan Kamil

Perbaikan dan Penanganan Siswa

Sebagai tindak lanjut, ia menegaskan perbaikan akan segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat.

“Anak-anak harus cepat belajar lagi, jadi atapnya akan diganti baja ringan yang lebih kuat. Kasihan, ada 36 kelas yang harus tetap berjalan. Bisa menggunakan moving class atau daring sementara waktu,” terang Purwanto.

Baca Juga:  Program Sekolah Maung Picu Polemik Pendidikan, Pengamat Ungkap Risiko Ketimpangan Baru

Selain itu, pemerintah juga memastikan biaya perawatan korban ditanggung sepenuhnya. “Korban yang dirawat di rumah sakit sudah ditangani, dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah,” ucapnya.

Instruksi untuk Sekolah Lain

Purwanto menambahkan, Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan semua sekolah untuk segera melaporkan kondisi bangunan yang dianggap tidak layak.

“Kami sudah minta, kalau ada bangunan sekolah yang dipandang kurang layak, segera laporkan agar bisa direhabilitasi,” tegas Purwanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

atap ambruk Kadisdik Jabar pendidikan Jawa Barat Purwanto Rangka Baja Ringan Sekolah Bogor SMKN 1 Cileungsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.