- Detik-detik Penutupan Bursa Transfer: Skuad Persib Masih Belum Ideal untuk Hadapi Jadwal Neraka di Bulan Oktober?
- Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK
- Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak
- Bursa Transfer Bikin Gempar! Marselino Ferdinan Resmi Berlabuh ke Persija Jakarta
- Pemkot Bandung Koordinasikan Pengelolaan Becak Listrik, Bahas Titik Operasi hingga Pengisian Daya
- IGD RSUD Bandung Kiwari Padat, 2.860 Pasien Datang dalam 21 Hari
- Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung
- Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan
Penulis: Aga Gustiana
Memiliki pengalaman di dunia jurnalisme sejak tahun 2015, memulai karier di media lokal dengan dedikasi tinggi terhadap pemberitaan yang akurat dan mendalam. Saat ini berperan sebagai editor di Bukamata.id, mengawal proses editorial dan memastikan kualitas konten yang disajikan tetap tajam, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan pembaca.
bukamata.id – Ranking liga-liga Asia berdasarkan AFC menunjukkan perubahan menarik setelah laga Tainan City vs Dewa United berakhir 0-4 pada Rabu (29/10/2025). Indonesia turun satu peringkat dan disalip oleh Liga Kamboja, meski performa Dewa United cukup impresif. Pertanyaannya, mengapa Liga Super Indonesia tetap mendapatkan slot 1 wakil ACL 2 dan 1 wakil AFC Challenge League (ACGL)? Sebelum musim kompetisi Asia 2025/26 bergulir — yang mencakup ACL, ACL 2, dan ACGL — Liga Indonesia menempati peringkat 11 Asia Timur (East Region) atau urutan 28 jika dihitung untuk seluruh AFC, dengan poin 14.816. Posisi ini berada di bawah liga-liga seperti Filipina (10…
bukamata.id – FIFA mengungkap fakta mengejutkan: Facundo Garces, pemain naturalisasi Malaysia, tidak memiliki garis keturunan dari Malaysia, dan dokumen yang sebelumnya dijadikan bukti ternyata dipalsukan. Ini menjadikan Garces pemain naturalisasi Malaysia pertama yang asal-usulnya dibuka ke publik secara gamblang. Sebelumnya, FAM dan Tunku Ismail Idris tampak menutup-nutupi informasi tentang silsilah pemain. Media Argentina, CDA, memperoleh dokumentasi eksklusif yang mengonfirmasi bahwa Garces memberikan informasi palsu mengenai garis keturunannya. Baca Juga: AFC Ultimatum FAM Malaysia: Selesaikan Banding Pemain Naturalisasi Sebelum Batas Waktu! Capitaldenoticias.com.ar bahkan menyebut enam pemain lain yang terkait kasus naturalisasi Malaysia berada dalam situasi sama. “CDN memperoleh akses eksklusif ke…
bukamata.id – Pangandaran terkenal tidak hanya karena keindahan pantainya, tetapi juga karena beragam kuliner dan oleh-oleh khas yang menjadi daya tarik wisatawan. Mulai dari pusat oleh-oleh modern hingga kawasan kuliner tepi pantai, setiap tempat menawarkan pengalaman unik. Berikut beberapa rekomendasi wisata kuliner dan belanja oleh-oleh di Pangandaran. 1. Owen Oleh-Oleh dan RestoranBerlokasi di Jalan Raya Babakan No. 115, Owen menawarkan berbagai pilihan oleh-oleh khas Pangandaran, mulai dari makanan tradisional hingga aksesori pantai dan kerajinan tangan. Tempat ini juga memiliki area parkir luas dan suasana nyaman untuk bersantap. 2. Kampung TurisTerletak di Blok Pamugaran, perbatasan Wonoharjo-Pananjung, Kampung Turis terkenal dengan kafe…
bukamata.id – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan ultimatum kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk menyelesaikan proses banding terkait sanksi pemain naturalisasi sebelum 31 Maret 2026. Keputusan ini sangat menentukan nasib timnas Malaysia dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul Jhon, berharap kebuntuan kasus pelanggaran naturalisasi dapat segera dituntaskan. “Semuanya sekarang bergantung pada FAM karena kami akan menunggu keputusan akhir banding, baik dari Komite Banding FIFA maupun Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS),” kata Paul Jhon, dikutip dari Bharian. Setelah banding FAM selesai, AFC baru bisa menentukan langkah berikutnya melalui Komite Disiplin. Paul Jhon menekankan pentingnya…
bukamata.id – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan kabar mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang beredar di media sosial tidak benar. Ia menekankan bahwa kehadirannya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung hanya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. “Saya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Tidak pernah ada peristiwa OTT terhadap saya. Pemberitaan yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang terjadi,” kata Erwin dalam pernyataan resminya, Kamis (30/10/2025). Erwin menjelaskan bahwa dirinya memenuhi panggilan Kejaksaan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral. “Kehadiran saya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan dukungan…
bukamata.id – Skandal naturalisasi di sepak bola Malaysia terus menuai kontroversi. Sekjen Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Noor Azman Rahman, kini tengah diskors. Namun, kemunculannya di hadapan Presiden FIFA menimbulkan pertanyaan publik. Peristiwa itu terjadi saat KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10/2025). Dalam agenda resmi, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Sekjen ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, mengenai ASEAN Cup—kompetisi baru antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Di luar agenda resmi, Datuk Noor Azman Rahman terlihat menghadiri acara dan berinteraksi dengan Infantino, bahkan berfoto bersama. Momen tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Baca…
bukamata.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menepis kabar yang menyebut Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT). Pernyataan ini muncul menanggapi isu yang sebelumnya beredar di masyarakat mengenai penangkapan yang diduga dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. “Enggak ada OTT,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, saat dikonfirmasi pada Kamis (30/10/2025). Menurut Anang, Erwin hanya sedang diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan rutin, bukan melalui OTT. “Itu (Erwin) diperiksa perkara biasa. Saat ini diperiksa tapi bukan OTT,” jelasnya. Diketahui, Erwin menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung sejak 20 Februari 2025. Sebelumnya, politikus PKB ini menjabat Ketua…
bukamata.id – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dikabarkan menjadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. Kejari Bandung dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Kamis (30/10/2025) malam untuk memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya, mengirimkan undangan resmi kepada media untuk hadir dalam konferensi pers yang terkait kasus OTT Erwin. Ia menyatakan: “Selamat sore rekan-rekan Media, Kejari Kota Bandung akan menyampaikan kegiatan penyidikan yang berlangsung hari ini secara resmi pada pukul 19.00 WIB di Kantor Kejari Kota Bandung.” Undangan itu disebut-sebut sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai kebenaran…
bukamata.id – Menjelang pengumuman keputusan banding yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kepada FIFA, situasi di dunia sepak bola Malaysia semakin memanas. Banding tersebut diajukan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi tim nasional. Keputusan akhir dari FIFA diperkirakan akan keluar pada Kamis, 30 Oktober 2025, sebagaimana disampaikan oleh Serge Vittoz, pengacara olahraga internasional yang mewakili FAM dalam proses banding ini. Vittoz menegaskan bahwa langkah banding tersebut bertujuan untuk membatalkan keputusan sebelumnya, bukan untuk membantah keberadaan dokumen yang dipermasalahkan. Ia menekankan bahwa FAM berupaya mempertahankan haknya sebagai organisasi yang tidak terlibat langsung dalam tindakan pemalsuan tersebut.…
bukamata.id – Menjelang akhir Oktober 2025, dunia sepak bola Malaysia menahan napas. FIFA dijadwalkan mengumumkan keputusan final pada Kamis, 30 Oktober 2025, terkait banding yang diajukan Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) atas sanksi berat dalam kasus naturalisasi pemain ilegal. Kasus ini menjadi badai terburuk dalam sejarah sepak bola Negeri Jiran. Sebelumnya, FIFA menjatuhkan denda lebih dari Rp7,2 miliar dan skorsing 12 bulan bagi tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terbukti menggunakan dokumen palsu untuk tampil di Kualifikasi Piala Asia 2027. Tujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka kini…










