Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kesempatan Terbatas! Klaim Deretan Kode Redeem FF 15 Juni 2026 untuk Dapatkan Skin dan Bundle Premium Gratis

Senin, 15 Juni 2026 10:08 WIB

Dari Industri Dewasa ke Nuray Istiqbal: Kisah Hijrah Rae Lil Black Kini Dipertanyakan Netizen

Senin, 15 Juni 2026 10:02 WIB

Cek Katalog Promo Superindo 15-18 Juni 2026 Lengkap dengan Diskon 1 Hari dan Paket Borongan Murah

Senin, 15 Juni 2026 09:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kesempatan Terbatas! Klaim Deretan Kode Redeem FF 15 Juni 2026 untuk Dapatkan Skin dan Bundle Premium Gratis
  • Dari Industri Dewasa ke Nuray Istiqbal: Kisah Hijrah Rae Lil Black Kini Dipertanyakan Netizen
  • Cek Katalog Promo Superindo 15-18 Juni 2026 Lengkap dengan Diskon 1 Hari dan Paket Borongan Murah
  • Katalog Promo Indomaret 15-21 Juni 2026: Edisi Spesial Festival Hijriah Bertabur Diskon Kebutuhan Dapur!
  • Panduan Modal UMKM: Tabel Angsuran KUR BRI Rp100 Juta Beserta Syarat dan Cara Daftar Online
  • Kuota SPMB Jakarta 2026 Tembus 245 Ribu Kursi: Ada Jalur Sekolah Swasta Gratis!
  • Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?
  • Harga Emas Hari Ini 15 Juni 2026, Simak Rincian Modal Investasi Antam hingga Cetakan UBS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 22 Januari 2026 19:26 WIB2 Mins Read
Banjir di Karangligar Karawang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut penanganan banjir tahunan di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan biasa. Menurutnya, kondisi geografis wilayah yang berbentuk cekungan membuat berbagai rekayasa teknis hanya akan menjadi solusi sementara.

Dedi menilai, dibutuhkan langkah radikal dan permanen. Salah satunya dengan relokasi warga serta mengubah kawasan permukiman menjadi danau retensi atau kolam penampungan air.

“Banjir Karawang itu saya hafal betul daerahnya. Untuk kasus pertama, kalau luapan sungai BBWS, itu penanganannya sudah jalan. Saya langsung kontak Bupati Karawang, lalu terkoordinasi dengan BBWS, PJT, dan PSDA, itu bisa selesai,” ujar Dedi di Bandung, Kamis (22/1/2026).

Namun, ia menegaskan persoalan berbeda terjadi di Karangligar. “Yang kedua adalah masalah cekungan. Saya sampaikan, kalau yang di cekungan Karang Ligar, itu sampai kapan pun enggak akan pernah selesai. Karena itu cekungan alam,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

Menurut Dedi, karakter alam tersebut membuat air selalu kembali menggenang, bahkan ketika permukaan rumah sudah ditinggikan. Ia mencontohkan rumah contoh yang pernah ia bangun.

“Rumah yang saya bangun dengan ketinggian 2,5 meter, lantai atasnya memang tidak terendam. Tapi sekarang bagian bawahnya masih terendam. Ke depan, tiangnya bukan lagi 2,5 meter, tapi harus 4 meter. Nah, 4 meter baru aman,” ucapnya.

Baca Juga:  Euforia Juara Tercoreng, Dedi Mulyadi Pastikan Oknum Bobotoh Rusak Fasilitas GBLA Ditindak Tegas

Kondisi itu, kata Dedi, menjadi penanda bahwa mempertahankan permukiman di wilayah cekungan justru memperpanjang siklus bencana dan penderitaan warga.

Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap menjadi tantangan dalam upaya relokasi. “Kita suka berhadapan dengan kenyataan masyarakat. Waktu banjir pengen relokasi. Begitu nanti surut, enggak mau relokasi lagi. Ini kan problem,” ujarnya.

Karena itu, Dedi menegaskan, relokasi harus diikuti dengan penataan kawasan yang tegas. Bekas permukiman tidak boleh lagi dijadikan tempat tinggal.

“Kalau direlokasi, tempat itu tidak boleh lagi jadi rumah. Kalau keinginan saya, itu jadi kawasan danau. Lumayan kan, bisa menampung berapa juta kubik air di situ,” tuturnya.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Tempat Wisata di Karawang untuk Isi Libur Nataru

Gagasan menjadikan Karangligar sebagai kawasan danau retensi menandai perubahan pendekatan Pemprov Jabar dalam melihat banjir: bukan lagi semata gangguan yang harus dibuang secepatnya, tetapi bagian dari sistem alam yang harus diberi ruang.

Di tengah bencana yang berulang dari tahun ke tahun, pernyataan Dedi sekaligus menjadi sinyal bahwa solusi permanen menuntut keberanian politik, kesiapan anggaran, serta kesediaan semua pihak terutama negara untuk memastikan relokasi tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memindahkan mereka ke kehidupan yang lebih aman dan layak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Danau Retensi Dedi Mulyadi Karawang Pemprov Jabar relokasi warga Solusi Banjir Permanen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal Bansos Juni 2026 Keluar, Penerima Bisa Dapat hingga Rp2,7 Juta

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.