Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta

Kamis, 30 April 2026 21:28 WIB

Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2

Kamis, 30 April 2026 21:10 WIB

Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan

Kamis, 30 April 2026 21:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Mental Juara! Persib Bandung Ngamuk, Comeback Fantastis Bungkam Bhayangkara FC 4-2
  • Eksodus Bintang Persib Dimulai? Alfeandra Dewangga Dirumorkan Merapat ke Bali United Musim Depan
  • Awas Jebakan! Link Video Viral Tasya Gym Bandar Batang Ternyata Pintu Masuk Hacker?
  • ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 22 Januari 2026 19:26 WIB2 Mins Read
Banjir di Karangligar Karawang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut penanganan banjir tahunan di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan biasa. Menurutnya, kondisi geografis wilayah yang berbentuk cekungan membuat berbagai rekayasa teknis hanya akan menjadi solusi sementara.

Dedi menilai, dibutuhkan langkah radikal dan permanen. Salah satunya dengan relokasi warga serta mengubah kawasan permukiman menjadi danau retensi atau kolam penampungan air.

“Banjir Karawang itu saya hafal betul daerahnya. Untuk kasus pertama, kalau luapan sungai BBWS, itu penanganannya sudah jalan. Saya langsung kontak Bupati Karawang, lalu terkoordinasi dengan BBWS, PJT, dan PSDA, itu bisa selesai,” ujar Dedi di Bandung, Kamis (22/1/2026).

Namun, ia menegaskan persoalan berbeda terjadi di Karangligar. “Yang kedua adalah masalah cekungan. Saya sampaikan, kalau yang di cekungan Karang Ligar, itu sampai kapan pun enggak akan pernah selesai. Karena itu cekungan alam,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Atur Ketat Izin Perjalanan Dinas Kepala Daerah Jabar

Menurut Dedi, karakter alam tersebut membuat air selalu kembali menggenang, bahkan ketika permukaan rumah sudah ditinggikan. Ia mencontohkan rumah contoh yang pernah ia bangun.

“Rumah yang saya bangun dengan ketinggian 2,5 meter, lantai atasnya memang tidak terendam. Tapi sekarang bagian bawahnya masih terendam. Ke depan, tiangnya bukan lagi 2,5 meter, tapi harus 4 meter. Nah, 4 meter baru aman,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Pelajari Dugaan Pungli SMK Negeri di Kota Depok

Kondisi itu, kata Dedi, menjadi penanda bahwa mempertahankan permukiman di wilayah cekungan justru memperpanjang siklus bencana dan penderitaan warga.

Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap menjadi tantangan dalam upaya relokasi. “Kita suka berhadapan dengan kenyataan masyarakat. Waktu banjir pengen relokasi. Begitu nanti surut, enggak mau relokasi lagi. Ini kan problem,” ujarnya.

Karena itu, Dedi menegaskan, relokasi harus diikuti dengan penataan kawasan yang tegas. Bekas permukiman tidak boleh lagi dijadikan tempat tinggal.

“Kalau direlokasi, tempat itu tidak boleh lagi jadi rumah. Kalau keinginan saya, itu jadi kawasan danau. Lumayan kan, bisa menampung berapa juta kubik air di situ,” tuturnya.

Baca Juga:  Dituding Terlibat Dugaan Suap Proyek Perumahan, Begini Penjelasan Dedi Mulyadi

Gagasan menjadikan Karangligar sebagai kawasan danau retensi menandai perubahan pendekatan Pemprov Jabar dalam melihat banjir: bukan lagi semata gangguan yang harus dibuang secepatnya, tetapi bagian dari sistem alam yang harus diberi ruang.

Di tengah bencana yang berulang dari tahun ke tahun, pernyataan Dedi sekaligus menjadi sinyal bahwa solusi permanen menuntut keberanian politik, kesiapan anggaran, serta kesediaan semua pihak terutama negara untuk memastikan relokasi tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memindahkan mereka ke kehidupan yang lebih aman dan layak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Danau Retensi Dedi Mulyadi Karawang Pemprov Jabar relokasi warga Solusi Banjir Permanen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.