Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Syarat Akreditasi Tak Terpenuhi, 7 Kampus di Jabar dan Banten Terancam Ditutup

By Putra JuangSenin, 12 Agustus 2024 16:48 WIB2 Mins Read
Kelulusan Mahasiswa. (Foto: Ilustrasi/ top宇 dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat, sebanyak tujuh perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten terancam ditutup di tahun 2024.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV pada Kemendikbudristek, Samsuri mengatakan, penutupan itu disebabkan karena mereka tidak sanggup memenuhi persyaratan akreditasi sesuai Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023.

“Per 18 Agustus 2024, perguruan tinggi yang belum mengusulkan akreditasi perguruan tinggi, maka itu berpotensi ditutup. Kami melihat ada sekitar 7 perguruan tinggi sepertinya sudah tidak sanggup lagi untuk menyelesaikan,” ucap Samsuri, Senin (12/8/2024).

Saat ditanya 7 perguruan tinggi itu ada di daerah mana saja, Samsuri enggan untuk menjawab lebih rinci.

Baca Juga:  Di Balik Megah Aspal Jabar: Menakar Paradox Kepuasan Publik dan Bayang-bayang Kemiskinan

“Ya, pokonya di wilayah Jabar-Banten,” ujarnya.

Selain itu, ketujuh perguruan tinggi ini juga memiliki mahasiswa yang sangat minim. Namun, nantinya mahasiswa akan dialihkan ke beberapa perguruan tinggi lainnya dengan menyesuaikan mata pelajaran dan jurusannya.

“Kalau masih ada mahasiswanya, terus terkategori aktif, ya nanti akan dialihkan ke Perguruan Tinggi lain yang prodinya relevan. Tapi, tidak liner sekali kalau memungkinkan dan mahasiswanya ingin, tapi tentu SKS nya akan dikonversi dan dicek,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Usai Berangkatkan Siswa Study Tour

Samsuri memastikan, pihaknya sudah memberikan pendampingan terhadap jajaran pegunungan tinggi di Jabar dan Banten termasuk 7 yang berpotensi ditutup ini. Meski begitu, masih ada waktu jika hendak memenuhi persyaratan akreditasi.

“Sampai saat ini kita monitor, berpotensi untuk tutup, ya kita sedang upayakan, kita tunggu sampai 18 Agustus, jika belum melaporkan akreditasi, kemungkinan besar ditutup,” ungkapnya.

Baca Juga:  Langgar Undang-undang, Dedi Mulyadi Minta Pagar Laut di Bekasi Dibongkar

Pihaknya juga siap memberikan pendampingan lebih jika 7 kampus ini hendak menempuh syarat akteditasi sesuai dengan Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023.

“Yang 7 ini kecenderungannya sudah pasrah ya, kalau ada upaya mempertahankan kita berikan pendampingan, kita berkali-kali melakukan proses pendampingan untuk meningkatkan mutu dengan sistem penjaminan mutu internal,” katanya.

“Itu dilakukan baik luring maupun daring, terkait pendampingan akreditasi perguruan tinggi, kita bekerja sama dengan BAN PT, direktorat kelembagaan itu terus kita lakukan,” tandasnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Nbcw6LoZTt0[/embedyt]

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banten jawa barat Kemendikbudristek
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.