Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!

Rabu, 20 Mei 2026 02:00 WIB

Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen

Rabu, 20 Mei 2026 01:00 WIB
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

Selasa, 19 Mei 2026 22:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!
  • Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Megahnya Kota Bandung, Ada Guru Ngaji yang Bertarung Melawan Lapar Demi Syiar

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 3 Februari 2026 19:31 WIB2 Mins Read
Ustadz Deni Firmansyah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik gang sempit Gg. Abid, tepatnya di Masjid Jami Madrasah Riyadlul Jannah, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, lantunan ayat suci Al-Qur’an tetap terdengar setiap sore. Di sanalah Ustadz Deni Firmansyah mengabdikan diri sebagai guru ngaji bagi puluhan anak lingkungan sekitar, meski kehidupan pribadinya jauh dari kata mudah.

Setiap hari, Ustadz Deni menjalani dua peran sekaligus: mengajar ngaji dan berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Tanpa pekerjaan tetap, ia menggantungkan hidup dari kerja serabutan.

“Kalau keseharian, sambil saya mengajar ngaji, saya juga dituntut untuk berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Caranya ya dengan pekerjaan apa saja yang bisa saya lakukan,” ujar Ustadz Deni saat ditemui dikediamannya, Selasa (3/2/2026).

Pekerjaan itu datang tanpa kepastian. Kadang memperbaiki atap bocor, mengecat rumah, hingga memasang kanopi selama sepekan penuh. “Alhamdulillah, itulah penghasilan-penghasilan saya. Setelah itu, aktivitas saya kembali lagi mengajar ngaji,” katanya dengan nada sederhana.

Baca Juga:  SALUT! Misi Sunyi Penjual Cilok di Bandung Mencerdaskan Bangsa dari Jalanan

Anak-anak yang ia ajar seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar masjid. Jumlahnya tak sedikit. “Murid-muridnya itu 100 persen anak-anak lingkungan sini. Sekarang kurang lebih sekitar 40 sampai 45 anak kalau hadir semua,” tuturnya.

Namun perjalanan dakwah Ustadz Deni tak selalu mulus. Sekitar tiga bulan lalu, ia terpaksa pindah tempat mengajar karena tak mampu lagi membayar kontrakan di lokasi sebelumnya.

Baca Juga:  Guru Ngaji di Pangandaran Diduga Cabuli 7 Murid, Modus Turunkan Ilmu

“Di satu sisi, saya harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan kerja serabutan. Tapi waktu untuk membayar kontrakan tetap berjalan. Akhirnya saya sampai harus meminta bantuan,” ungkapnya.

Bantuan itu bukan untuk dirinya semata, melainkan agar proses belajar mengajar anak-anak tetap berjalan. Bahkan, ia pernah menulis di grup ibu-ibu murid untuk sekadar meminta bantuan memindahkan tempat ngaji.

“Saya sadar, kondisi keuangan orang tua murid pun kebanyakan sama seperti saya. Saya tidak menyalahkan mereka,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Rasakan Manfaat Insentif Guru Ngaji, Ombah Romlah Harap Bedas Lanjut Dua Periode

Dari situ, Ustadz Deni mengambil satu keputusan besar untuk tidak membebankan biaya kepada siapa pun.

“Yang penting anak-anak mereka tetap mengaji. Maka saya putuskan membuka program gratis,” katanya.

Program ngaji gratis itu telah berjalan sekitar lima bulan di tempat lama, dan hingga kini tetap dilanjutkan di lokasi baru.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian hidup, Ustadz Deni memilih bertahan menjaga cahaya pendidikan agama agar tetap menyala di lingkungan kecilnya.

Sebab baginya, mengajar ngaji bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijaga, meski harus dibayar dengan keringat dan kesabaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dakwah guru ngaji Inspirasi ngaji gratis pendidikan agama Ustadz Deni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.