Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 08:04 WIB

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan

Sabtu, 4 Juli 2026 06:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Sabtu, 4 Juli 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan
  • Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Megahnya Kota Bandung, Ada Guru Ngaji yang Bertarung Melawan Lapar Demi Syiar

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 3 Februari 2026 19:31 WIB2 Mins Read
Ustadz Deni Firmansyah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik gang sempit Gg. Abid, tepatnya di Masjid Jami Madrasah Riyadlul Jannah, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, lantunan ayat suci Al-Qur’an tetap terdengar setiap sore. Di sanalah Ustadz Deni Firmansyah mengabdikan diri sebagai guru ngaji bagi puluhan anak lingkungan sekitar, meski kehidupan pribadinya jauh dari kata mudah.

Setiap hari, Ustadz Deni menjalani dua peran sekaligus: mengajar ngaji dan berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Tanpa pekerjaan tetap, ia menggantungkan hidup dari kerja serabutan.

“Kalau keseharian, sambil saya mengajar ngaji, saya juga dituntut untuk berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Caranya ya dengan pekerjaan apa saja yang bisa saya lakukan,” ujar Ustadz Deni saat ditemui dikediamannya, Selasa (3/2/2026).

Pekerjaan itu datang tanpa kepastian. Kadang memperbaiki atap bocor, mengecat rumah, hingga memasang kanopi selama sepekan penuh. “Alhamdulillah, itulah penghasilan-penghasilan saya. Setelah itu, aktivitas saya kembali lagi mengajar ngaji,” katanya dengan nada sederhana.

Baca Juga:  Gaduh Olokan Gus Miftah, PBNU: Dakwah Harus Utamakan Kelembutan dan Adab

Anak-anak yang ia ajar seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar masjid. Jumlahnya tak sedikit. “Murid-muridnya itu 100 persen anak-anak lingkungan sini. Sekarang kurang lebih sekitar 40 sampai 45 anak kalau hadir semua,” tuturnya.

Namun perjalanan dakwah Ustadz Deni tak selalu mulus. Sekitar tiga bulan lalu, ia terpaksa pindah tempat mengajar karena tak mampu lagi membayar kontrakan di lokasi sebelumnya.

Baca Juga:  Bejat! Bermodalkan Janji Manis, Guru Ngaji di Ciamis Cabuli Santriwati

“Di satu sisi, saya harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan kerja serabutan. Tapi waktu untuk membayar kontrakan tetap berjalan. Akhirnya saya sampai harus meminta bantuan,” ungkapnya.

Bantuan itu bukan untuk dirinya semata, melainkan agar proses belajar mengajar anak-anak tetap berjalan. Bahkan, ia pernah menulis di grup ibu-ibu murid untuk sekadar meminta bantuan memindahkan tempat ngaji.

“Saya sadar, kondisi keuangan orang tua murid pun kebanyakan sama seperti saya. Saya tidak menyalahkan mereka,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Oknum Guru Ngaji di Cianjur Diduga Cabuli Belasan Santriwati Modus Pengobatan Alternatif

Dari situ, Ustadz Deni mengambil satu keputusan besar untuk tidak membebankan biaya kepada siapa pun.

“Yang penting anak-anak mereka tetap mengaji. Maka saya putuskan membuka program gratis,” katanya.

Program ngaji gratis itu telah berjalan sekitar lima bulan di tempat lama, dan hingga kini tetap dilanjutkan di lokasi baru.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian hidup, Ustadz Deni memilih bertahan menjaga cahaya pendidikan agama agar tetap menyala di lingkungan kecilnya.

Sebab baginya, mengajar ngaji bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijaga, meski harus dibayar dengan keringat dan kesabaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dakwah guru ngaji Inspirasi ngaji gratis pendidikan agama Ustadz Deni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.