Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Tengah Narasi Efisiensi, Pemprov Jabar Anggarkan Rp715 Juta untuk Mobil Walpri Wagub

By Aga GustianaSenin, 2 Maret 2026 15:46 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, ironi efisiensi anggran Pemprov Jabar. (Foto: bukamata.id/AI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Narasi efisiensi anggaran yang kerap digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menuai sorotan tajam. Di tengah upaya publik menuntut penghematan belanja birokrasi, Pemprov Jabar justru meloloskan anggaran fantastis sebesar Rp715 juta hanya untuk pengadaan satu unit kendaraan pengawalan (Walpri) Wakil Gubernur pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, proyek dengan kode RUP 65137587 ini tercatat dengan nama paket “Belanja Kendaraan Walpri Wakil Gubernur”. Anggaran jumbo ini berada di bawah naungan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat.

Spesifikasi Mewah di Tengah Narasi Rakyat

Dalam detail dokumen tersebut, spesifikasi kendaraan yang diminta bukanlah kaleng-kaleng: mobil dengan kapasitas mesin 2.400 cc bertransmisi otomatis. Dengan total pagu mencapai Rp715.190.000, pengadaan ini memicu tanya: urgensi apa yang mendasari fasilitas mewah tersebut di saat infrastruktur dasar di pelosok Jawa Barat masih membutuhkan perhatian serius?

Berikut adalah rincian paket pengadaan yang memicu kontroversi tersebut:

  • Pagu Anggaran: Rp715.190.000 (Sumber Dana APBD 2026)
  • Metode: E-Purchasing
  • Spesifikasi: Kendaraan pengawalan Wagub, Spek 2400 cc G 4×2 A/T + Branding.
  • Jadwal Eksekusi: Kontrak ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Baca Juga:  Catat, Ini Skenario Perjalanan Jemaah Saat Puncak Haji di Armuzna
Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP.

Wagub Erwan Setiawan: “Saya Nggak Tahu Sama Sekali”

Merespons temuan anggaran tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan pernyataan yang mengejutkan. Saat dihubungi Redaksi bukamata.id melalui pesan singkat, Erwan mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal penganggaran fasilitas pengawalan untuk dirinya tersebut.

“Punten saya nggak tau sama sekali masalah anggaran di provinsi,” tulisnya singkat pada Sabtu (28/2/2026).

Jawaban ini justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik mengenai koordinasi internal dalam penyusunan anggaran di tubuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bagaimana mungkin anggaran fasilitas operasional setingkat Wakil Gubernur bisa muncul tanpa diketahui oleh pejabat bersangkutan?

Baca Juga:  Kota Bandung Bersiap Bangkit: Kegiatan Rapat di Hotel Kembali Diizinkan Pemerintah

Kontradiksi Kebijakan dan Absennya Aspek Berkelanjutan

Hal yang paling disoroti adalah ketidakselarasan kebijakan ini dengan visi Gubernur Dedi Mulyadi. Dalam berbagai forum, Dedi berulang kali menjanjikan pemangkasan belanja pemerintah yang tidak berdampak langsung pada rakyat guna dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan.

Namun, “kendaraan gagah” untuk pengawalan ini justru seolah menjadi anomali. Lebih ironis lagi, dalam dokumen SIRUP tersebut, kolom Pengadaan Berkelanjutan (aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan) justru diberi tanda “Tidak”. Ini menunjukkan bahwa pengadaan tersebut murni bersifat konsumtif tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan maupun nilai tambah sosial yang lebih luas.

Kesimpulan: Celah Transparansi di Balik Anggaran Mewah

Munculnya anggaran pengadaan kendaraan pengawalan senilai ratusan juta rupiah ini meninggalkan tanda tanya besar terkait tata kelola belanja daerah di Jawa Barat. Di satu sisi, publik disuguhi narasi efisiensi dan penghematan, namun di sisi lain, pengadaan fasilitas jabatan tetap melaju tanpa hambatan.

Baca Juga:  Tahun 2025, Exit Tol KM 149 dan Gerbang Tol KM 151 Ditargetkan Beroperasi Optimal

Pengakuan Wakil Gubernur Erwan Setiawan yang mengaku “tidak tahu menahu” soal anggaran tersebut justru semakin memperkeruh suasana. Hal ini mengindikasikan adanya potensi diskoneksi komunikasi atau bahkan lemahnya koordinasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan pimpinan yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjelaskan kepada publik: jika sang Wakil Gubernur saja tidak mengetahui urgensinya, untuk kepentingan siapa sebenarnya anggaran Rp715 juta ini diloloskan? Transparansi yang nyata bukan hanya soal mengunggah data ke sistem digital, melainkan tentang pertanggungjawaban moral atas setiap rupiah pajak rakyat yang digunakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD efisiensi anggaran Pemprov Jabar wagub jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.