bukamata.id – Biasanya, video lansia yang diserahkan keluarga ke panti jompo memancing rasa iba. Namun, kisah Mbah Suharyono memancing reaksi lain: kekaguman. Warganet terpukau oleh cara kakek 78 tahun itu berbicara, yang tenang, tertata, dan jauh dari kesan marah meski baru saja diserahkan total oleh anak kandungnya.
Kolom komentar pun dipenuhi pertanyaan yang sama: siapa sebenarnya Mbah Suharyono?
Tenang Saat Ditanya Soal Nasibnya
Kekaguman warganet bermula dari video yang diunggah akun Instagram @ariefcamra, milik Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra. Dalam video itu, Mbah Suharyono ditanya mengapa dirinya sampai dititipkan ke panti.
Dengan suara pelan, ia mengaku tak pernah tahu letak kesalahannya, tapi tetap memilih meminta maaf berulang kali.
“Saya sendiri gak pernah tau saya tuh salahnya di mana, bukan saya tidak introspeksi, walaupun saya merasa tidak pernah salah, tapi saya terus berulang kali meminta maaf,” tuturnya.
Seorang pria dalam video lalu mengingatkan bahwa keluarganya meminta tidak dikabari jika kelak ia meninggal dunia.
“Jenengan kan seorang ayah, diserahkan total ke panti, kalau nanti meninggal gak perlu dikabari,” ujar pria itu.
Jawaban Mbah Suharyono singkat dan tanpa ragu. “Alhamdulillah, lillahita’ala,” katanya.
Pria itu pun tampak heran. “Saya pikir jenengan punya salah apa sehingga diserahkan ke panti,” ujarnya.
Warganet: Public Speaking-nya Bagus, Kayak Orang Berpendidikan
Bukan hanya isi jawabannya, cara Mbah Suharyono menyampaikannya yang membuat warganet terkesan. Pilihan katanya rapi, intonasinya lembut, dan ia tetap tenang meski membicarakan hal yang menyakitkan.
“Si bapak public speakingnya bagus. Pembawaannya teduh, kayaknya suka lucu juga. Tutur katanya lembut. Sehat selalu di sana,” tulis akun @hig***.
“Bapaknya public speakingnya bagus banget ..pembawaannya teduh sekali😭😭😭sehat2 di griya lansia nggeh ..,” tulis akun @red***.
Ada pula yang menduga sang kakek punya latar belakang pendidikan yang baik. “Tutur katanya bagus loh, si mbah, kayak org berpendidikan dulunya. Sabar ya mbah,, di griya lansia banyak temannya mbah..,” tulis akun @jen***.
Siapa Mbah Suharyono?
Mbah Suharyono berasal dari Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di usia 78 tahun, ia masih bisa berjalan sendiri dan ingatannya disebut masih baik.
Hingga kini, belum ada informasi soal pekerjaan maupun latar belakangnya sebelum tinggal di panti. Dugaan warganet bahwa ia dulunya orang terpelajar baru sebatas penilaian dari cara bicaranya.
Yang diketahui pasti, sejak kisahnya viral pada Selasa (13/10/2026), ia tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, setelah diserahkan oleh anak kandung dan menantunya.
Diserahkan Total, Keluarga Tolak Mediasi
Arief Camra membenarkan bahwa keluarga membuat pernyataan tertulis yang menyerahkan perawatan Mbah Suharyono sepenuhnya kepada yayasan. Keluarga bahkan meminta tidak diberi kabar jika sang kakek meninggal dunia, sehingga yayasan juga harus bersiap mengurus pemakamannya kelak.
Arief menyayangkan keputusan itu, karena Griya Lansia sebenarnya diprioritaskan bagi lansia yang tidak memiliki keluarga.
“Kami sangat menyayangkan sikap anak dan menantunya. Griya Lansia ini sebenarnya kami prioritaskan untuk lansia telantar, kaum dhuafa, atau mereka yang benar-benar sebatang kara dan tidak punya keluarga. Namun, karena kondisinya mendesak dan sang ayah telantar, akhirnya kami sepakat untuk merawatnya,” ujarnya.
Yayasan sempat menawarkan sejumlah alternatif dan mediasi agar hubungan keluarga tetap terjaga. Namun, menurut pihak yayasan, keluarga menolak dan tetap meminta penyerahan penuh. Alasan di balik keputusan itu hingga kini belum diketahui.
Kini Tampil Lebih Segar, Disebut Mirip Mbah Moen
Kabar terbaru yang dibagikan akun @ariefcamra memperlihatkan Mbah Suharyono dengan penampilan baru. Rambut dan jenggotnya yang semula panjang kini dicukur rapi. Di Griya Lansia, ia mendapat pendampingan relawan untuk kebutuhan sehari-hari, perawatan kesehatan, hingga bimbingan keagamaan.
Wajahnya yang teduh membuat seorang warganet menyamakannya dengan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
“Wajah dan alisnya mirip dengan Kyai Maimoen Zubair, insya Allah Mbah-nya kerasan, ibadah bisa tenang,” tulis akun @nam***.
Namun, di balik pujian itu, sebagian warganet tetap tak bisa menyembunyikan rasa sedih atas nasibnya.
“Yakin dalam hati kecilnya pasti Mbah Kung sedih banget atas perlakuan anak mantunya. Ga bisa dibohongi. Sehat-sehat Mbah Kung, bahagia di sana banyak teman dan yang sayang,” tulis akun @put***.
Tetap Santun di Tengah Luka
Masa lalu Mbah Suharyono mungkin masih menjadi tanda tanya. Namun, dari satu video singkat, publik sudah melihat sosoknya: seorang ayah yang memilih tetap santun dan ikhlas, bahkan ketika keluarganya sendiri tak ingin tahu kabarnya lagi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










