Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
MotoGP

Paruh Kedua MotoGP 2026 Dimulai! Ini Jadwal Lengkap GP Inggris di Silverstone

Sabtu, 18 Juli 2026 18:21 WIB

Jadwal Final & Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Catat Jam Tayang dan Link Streamingnya!

Sabtu, 18 Juli 2026 18:16 WIB

Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras

Sabtu, 18 Juli 2026 17:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Paruh Kedua MotoGP 2026 Dimulai! Ini Jadwal Lengkap GP Inggris di Silverstone
  • Jadwal Final & Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Catat Jam Tayang dan Link Streamingnya!
  • Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras
  • Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus
  • Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
  • Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disorot KDM soal DP Operasi, RSUD Bandung Ungkap Kronologi Penanganan Korban Penganiayaan di Cibiru

By SusanaJumat, 16 Januari 2026 14:00 WIB3 Mins Read
RSUD Kota Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Kota Bandung merinci kronologi penanganan pasien korban penganiayaan yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari 2026.

Penjelasan ini disampaikan dr. Pia Nur A. Rahayu, Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap, untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan pelayanan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Menurut dr. Pia, pasien bernama Ade Dedi, warga Cibiru, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bandung pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 03.30 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran. Pasien langsung ditangani tim dokter dan perawat IGD.

“Begitu pasien datang, kami langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan dan menempatkannya di ruang resusitasi,” jelas dr. Pia.

Karena kondisi pasien menunjukkan tanda gangguan serius pada kepala, tim medis segera melakukan pemeriksaan penunjang, termasuk CT scan kepala dan rontgen kepala, leher, serta dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala, yang kemudian dikomunikasikan kepada keluarga pasien.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Ketimpangan Dana Bantuan Sekolah, Janji Perbaiki Sistem Pendidikan di Jabar

Observasi Intensif dan Ketersediaan ICU

Tim dokter IGD menjelaskan bahwa pasien membutuhkan perawatan intensif. Namun pada saat itu, seluruh ruang ICU masih penuh. Meski demikian, pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang dilengkapi fasilitas setara ICU, termasuk alat monitor dan ventilator.

Pagi harinya, pasien diperiksa langsung oleh dokter spesialis bedah saraf. Hasil evaluasi menguatkan bahwa pasien memerlukan pengawasan intensif sambil menunggu ketersediaan ruang ICU atau opsi rujukan melalui sistem rujukan nasional.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia, dan pasien dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Penolakan Operasi Karena Biaya

Keesokan harinya, kondisi pasien memburuk dan dokter menyimpulkan operasi darurat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Namun, keluarga menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya. Tim medis memberikan edukasi tentang risiko tinggi jika operasi tidak dilakukan dan memberi waktu pertimbangan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

“Kami menghormati keputusan keluarga setelah melalui proses edukasi medis dan administratif sesuai aturan,” ujar dr. Pia.

Pemulangan pasien dilakukan dengan pendekatan paling aman, menggunakan ambulans karena kondisi pasien masih menurun.

Klarifikasi Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan RSUD Kota Bandung untuk meminta klarifikasi kronologi penanganan pasien. Video klarifikasi diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis, 15 Januari 2026.

Anak korban menjelaskan bahwa ayahnya sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, saat akan dilakukan operasi, RSUD Kota Bandung meminta pembayaran DP, yang ditolak karena keluarga pasien tidak memiliki biaya.

“Karena harus masuk deposito dulu Pak. Waktu mau masuk ICU juga kan sempat diminta ada deposito. Alhamdulillah dari pihak toko (Alfamart) memberikan deposito, baru bapak bisa masuk ke ICU,” ujar putri korban.

Baca Juga:  Alasan Gugat ke PTUN, BMPS: Sekolah Swasta Terpinggirkan, Dedi Mulyadi Harus Tanggung Jawab

Direktur RSUD Kota Bandung, dr. Nitta Kurniati Somantri, menegaskan pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga tentang risiko jika operasi tidak dilakukan.

RSUD juga menawarkan mekanisme keringanan biaya, termasuk penundaan pembayaran atau bantuan pihak ketiga seperti Baznas. Namun keluarga tetap memilih membawa pulang pasien karena khawatir menanggung hutang.

“Semua upaya telah kami lakukan, termasuk edukasi dari dokter bedah saraf dan tim keuangan, tapi keluarga tetap keukeuh tidak mau berhutang,” pungkas dr. Nitta.

RSUD Kota Bandung menegaskan bahwa selama proses penanganan, pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur, termasuk saat menghadapi keterbatasan ruang ICU dan kondisi pasien yang kritis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi korban penganiayaan Mekanisme tunda bayar rumah sakit Penanganan medis korban penganiayaan RSUD Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Juli 2026 Cair 20 Juli, Cek Penerima Bansos Rp600 Ribu Lewat NIK KTP

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.