Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal

Selasa, 20 Oktober 2026 11:43 WIB

Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat

Selasa, 20 Oktober 2026 11:27 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap

Selasa, 20 Oktober 2026 11:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal
  • Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disorot KDM soal DP Operasi, RSUD Bandung Ungkap Kronologi Penanganan Korban Penganiayaan di Cibiru

By SusanaJumat, 16 Januari 2026 14:00 WIB3 Mins Read
RSUD Kota Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Kota Bandung merinci kronologi penanganan pasien korban penganiayaan yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari 2026.

Penjelasan ini disampaikan dr. Pia Nur A. Rahayu, Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap, untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan pelayanan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Menurut dr. Pia, pasien bernama Ade Dedi, warga Cibiru, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bandung pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 03.30 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran. Pasien langsung ditangani tim dokter dan perawat IGD.

“Begitu pasien datang, kami langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan dan menempatkannya di ruang resusitasi,” jelas dr. Pia.

Karena kondisi pasien menunjukkan tanda gangguan serius pada kepala, tim medis segera melakukan pemeriksaan penunjang, termasuk CT scan kepala dan rontgen kepala, leher, serta dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala, yang kemudian dikomunikasikan kepada keluarga pasien.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Banjir di Jabar: Masifnya Alih Fungsi Lahan

Observasi Intensif dan Ketersediaan ICU

Tim dokter IGD menjelaskan bahwa pasien membutuhkan perawatan intensif. Namun pada saat itu, seluruh ruang ICU masih penuh. Meski demikian, pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang dilengkapi fasilitas setara ICU, termasuk alat monitor dan ventilator.

Pagi harinya, pasien diperiksa langsung oleh dokter spesialis bedah saraf. Hasil evaluasi menguatkan bahwa pasien memerlukan pengawasan intensif sambil menunggu ketersediaan ruang ICU atau opsi rujukan melalui sistem rujukan nasional.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia, dan pasien dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Penolakan Operasi Karena Biaya

Keesokan harinya, kondisi pasien memburuk dan dokter menyimpulkan operasi darurat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Namun, keluarga menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya. Tim medis memberikan edukasi tentang risiko tinggi jika operasi tidak dilakukan dan memberi waktu pertimbangan.

Baca Juga:  Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Dedi Mulyadi: Cabut Gelarnya!

“Kami menghormati keputusan keluarga setelah melalui proses edukasi medis dan administratif sesuai aturan,” ujar dr. Pia.

Pemulangan pasien dilakukan dengan pendekatan paling aman, menggunakan ambulans karena kondisi pasien masih menurun.

Klarifikasi Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan RSUD Kota Bandung untuk meminta klarifikasi kronologi penanganan pasien. Video klarifikasi diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis, 15 Januari 2026.

Anak korban menjelaskan bahwa ayahnya sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, saat akan dilakukan operasi, RSUD Kota Bandung meminta pembayaran DP, yang ditolak karena keluarga pasien tidak memiliki biaya.

“Karena harus masuk deposito dulu Pak. Waktu mau masuk ICU juga kan sempat diminta ada deposito. Alhamdulillah dari pihak toko (Alfamart) memberikan deposito, baru bapak bisa masuk ke ICU,” ujar putri korban.

Baca Juga:  Gembar-gembor Pajak Tapi Mobil Mewah Nunggak, Dedi Mulyadi Dikritik Publik

Direktur RSUD Kota Bandung, dr. Nitta Kurniati Somantri, menegaskan pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga tentang risiko jika operasi tidak dilakukan.

RSUD juga menawarkan mekanisme keringanan biaya, termasuk penundaan pembayaran atau bantuan pihak ketiga seperti Baznas. Namun keluarga tetap memilih membawa pulang pasien karena khawatir menanggung hutang.

“Semua upaya telah kami lakukan, termasuk edukasi dari dokter bedah saraf dan tim keuangan, tapi keluarga tetap keukeuh tidak mau berhutang,” pungkas dr. Nitta.

RSUD Kota Bandung menegaskan bahwa selama proses penanganan, pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur, termasuk saat menghadapi keterbatasan ruang ICU dan kondisi pasien yang kritis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.