Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Lolos Fase Grup ACL Two, Umuh Muchtar Berani Bidik Target Juara

Jumat, 4 September 2026 09:06 WIB

Bikin Iri Netizen! Awal Mula Momen Wisuda Sakinah Balkis Undip Di-Notice Legenda Rock Dunia Bon Jovi

Jumat, 4 September 2026 08:52 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Cek Harga 0,5 Gram hingga 50 Gram di Pegadaian

Jumat, 4 September 2026 08:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Lolos Fase Grup ACL Two, Umuh Muchtar Berani Bidik Target Juara
  • Bikin Iri Netizen! Awal Mula Momen Wisuda Sakinah Balkis Undip Di-Notice Legenda Rock Dunia Bon Jovi
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Cek Harga 0,5 Gram hingga 50 Gram di Pegadaian
  • Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3
  • Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!
  • Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya
  • Banjir Rezeki! Link DANA Kaget Hari Ini 4 September 2026: Sikat Saldo Gratis hingga Ratusan Ribu
  • Banjir Hadiah Gratis! Kode Redeem FF 4 September 2026: Klaim Skin Senjata & Bundle Keren Sekarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disorot KDM soal DP Operasi, RSUD Bandung Ungkap Kronologi Penanganan Korban Penganiayaan di Cibiru

By SusanaJumat, 16 Januari 2026 14:00 WIB3 Mins Read
RSUD Kota Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Kota Bandung merinci kronologi penanganan pasien korban penganiayaan yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari 2026.

Penjelasan ini disampaikan dr. Pia Nur A. Rahayu, Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap, untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan pelayanan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Menurut dr. Pia, pasien bernama Ade Dedi, warga Cibiru, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bandung pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 03.30 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran. Pasien langsung ditangani tim dokter dan perawat IGD.

“Begitu pasien datang, kami langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan dan menempatkannya di ruang resusitasi,” jelas dr. Pia.

Karena kondisi pasien menunjukkan tanda gangguan serius pada kepala, tim medis segera melakukan pemeriksaan penunjang, termasuk CT scan kepala dan rontgen kepala, leher, serta dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala, yang kemudian dikomunikasikan kepada keluarga pasien.

Baca Juga:  Gerak Cepat! KDM Bantu 10 Motor Baru dan Bangun Rumah Makan Korban Kerusuhan Bandung

Observasi Intensif dan Ketersediaan ICU

Tim dokter IGD menjelaskan bahwa pasien membutuhkan perawatan intensif. Namun pada saat itu, seluruh ruang ICU masih penuh. Meski demikian, pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang dilengkapi fasilitas setara ICU, termasuk alat monitor dan ventilator.

Pagi harinya, pasien diperiksa langsung oleh dokter spesialis bedah saraf. Hasil evaluasi menguatkan bahwa pasien memerlukan pengawasan intensif sambil menunggu ketersediaan ruang ICU atau opsi rujukan melalui sistem rujukan nasional.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia, dan pasien dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Penolakan Operasi Karena Biaya

Keesokan harinya, kondisi pasien memburuk dan dokter menyimpulkan operasi darurat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Namun, keluarga menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya. Tim medis memberikan edukasi tentang risiko tinggi jika operasi tidak dilakukan dan memberi waktu pertimbangan.

Baca Juga:  Buntut Cekcok dengan Warganya Viral, Wabup Garut Ngadu ke Dedi Mulyadi

“Kami menghormati keputusan keluarga setelah melalui proses edukasi medis dan administratif sesuai aturan,” ujar dr. Pia.

Pemulangan pasien dilakukan dengan pendekatan paling aman, menggunakan ambulans karena kondisi pasien masih menurun.

Klarifikasi Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan RSUD Kota Bandung untuk meminta klarifikasi kronologi penanganan pasien. Video klarifikasi diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis, 15 Januari 2026.

Anak korban menjelaskan bahwa ayahnya sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, saat akan dilakukan operasi, RSUD Kota Bandung meminta pembayaran DP, yang ditolak karena keluarga pasien tidak memiliki biaya.

“Karena harus masuk deposito dulu Pak. Waktu mau masuk ICU juga kan sempat diminta ada deposito. Alhamdulillah dari pihak toko (Alfamart) memberikan deposito, baru bapak bisa masuk ke ICU,” ujar putri korban.

Baca Juga:  Sering Bantu Warga, Dedi Mulyadi Merasa Sudah Jadi Gubernur

Direktur RSUD Kota Bandung, dr. Nitta Kurniati Somantri, menegaskan pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga tentang risiko jika operasi tidak dilakukan.

RSUD juga menawarkan mekanisme keringanan biaya, termasuk penundaan pembayaran atau bantuan pihak ketiga seperti Baznas. Namun keluarga tetap memilih membawa pulang pasien karena khawatir menanggung hutang.

“Semua upaya telah kami lakukan, termasuk edukasi dari dokter bedah saraf dan tim keuangan, tapi keluarga tetap keukeuh tidak mau berhutang,” pungkas dr. Nitta.

RSUD Kota Bandung menegaskan bahwa selama proses penanganan, pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur, termasuk saat menghadapi keterbatasan ruang ICU dan kondisi pasien yang kritis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BLT Kesra Rp900.000 September 2026 Kapan Cair? Simak Status PKH dan BPNT Terbaru

Bukan Cuma Asap yang Membara! Gubernur Kalbar Nyaris ‘Hantam’ Mahasiswa

Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera

Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.