Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rabu, 12 Agustus 2026 19:02 WIB

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Rabu, 12 Agustus 2026 19:01 WIB

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
  • Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Era Baru Desa di Jabar: Semua Transaksi Digital, Pemilihan Kades pun E-Voting

By Aga GustianaRabu, 4 Juni 2025 14:10 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengimplementasikan sistem pengelolaan keuangan dan demokrasi digital di tingkat desa. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa mulai Selasa, 3 Juni 2025, seluruh desa di wilayah Jabar akan mulai menggunakan sistem e-budgeting dan e-voting.

Kebijakan ini menyasar lebih dari 5.000 desa di seluruh penjuru Jawa Barat, dengan tujuan mendorong efisiensi, akuntabilitas, serta transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Pemprov Jabar sudah memberlakukan sistem pengelolaan keuangan di desa melalui e-budgeting, artinya seluruh tata kelola keuangan di desa tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi semuanya harus tertransformasi dalam sistem digitalisasi keuangan,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (4/6/2025).

Digitalisasi Keuangan Desa

Melalui sistem e-budgeting, semua arus keuangan desa—baik pemasukan maupun pengeluaran—wajib dilakukan lewat transfer bank dan tercatat dalam sistem digital. Hal ini diharapkan mampu menekan potensi penyalahgunaan anggaran serta mempermudah proses audit.

Gubernur Dedi juga menekankan pentingnya pendampingan dari lembaga-lembaga kredibel dalam implementasi sistem ini.

“KPK bisa menjadi bagian, mendampingi, pengelolaan tata kelola keuangan di desa dan kemudian Bank Indonesia menjadi tenaga pendampingnya, kemudian juga terintegrasi dengan pengelolaan diperbankkan, itu sangat mudah, nanti BPKP juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari itu, pemeriksaan sistem keuangan di desa bisa dilakukan dengan jarak jauh, kecuali cek fisik,” ujar Dedi.

Menuju Demokrasi Digital Lewat E-Voting

Tak hanya keuangan, Pemprov Jabar juga bersiap menerapkan e-voting untuk proses pemilihan kepala desa (Pilkades). Meski terkendala urusan hak cipta sistem e-voting, Dedi tetap mendorong pemilihan digital sebagai solusi yang lebih efisien dan hemat biaya.

“Kalau di Jabar ini berhasil, bisa jadi menjdi tolak ukur pengembangan demokrasi pemilihan wali kota/bupati , gubernur, dengan menggunakan pemilihan digital, kan itu lebih cepat, lebih baik, lebih hemat,” jelasnya.

Ia menyarankan agar uji coba sistem e-voting dimulai dari level RW sebagai bentuk simulasi awal sebelum diterapkan di tingkat desa secara menyeluruh.

Rancang Sistem Mandiri

Pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan sistem digital internal untuk mendukung kedua program ini. Namun pengelolaan teknis akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jabar.

“Biarkan sistem yang mengelola, saya kan tidak boleh mengeluarkan kalimat seperti itu, nanti tata kelolanya akan dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,” ujarnya.

Dedi menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengganti kertas dengan layar, melainkan harus mampu menghadirkan solusi nyata berupa efisiensi anggaran dan kecepatan kerja.

Transformasi digital desa melalui e-budgeting dan e-voting menjadi langkah strategis Jawa Barat dalam mempercepat pembangunan, menutup celah korupsi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kebijakan ini sejalan dengan upaya mewujudkan desa yang mandiri, transparan, dan adaptif di era digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi desa e-budgeting e-voting gubernur dedi mulyadi jawa barat pilkades
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.