Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!

Kamis, 30 Juli 2026 09:34 WIB

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Purbaya Diserang Hasan Nasbi: Baku Tikam di Depan Umum Itu Bahaya!

By Aga GustianaSenin, 27 Oktober 2025 08:59 WIB5 Mins Read
Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Hasan Nasbi kembali jadi perbincangan panas di dunia politik dan media sosial. Mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) itu menyoroti gaya kepemimpinan sekaligus pola komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menurutnya terlalu gemar “menyentil” pejabat lain di depan publik.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Hasan melontarkan kritik tajam yang langsung viral. “Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, ya sesama anggota kabinet, sesama pemerintah enggak bisa baku tikam terus-menerus di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah,” ujarnya dalam video, dikutip Senin (27/10/2025).

Menurut Hasan, gaya komunikasi semacam itu bukan sekadar masalah pribadi antarpejabat, tapi juga berisiko mengguncang kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Ia menilai, saling serang terbuka antar anggota kabinet justru mengirim pesan buruk kepada rakyat: bahwa pemerintah tak lagi solid.

“Kalau mau baku tikam di ruang tertutup, mau saling koreksi, mau saling marah-marah, mau saling debat, mau tunjuk-tunjukan di ruang tertutup. Tapi kalau di ruang terbuka, kita nanti akan meng-entertain orang yang tidak suka dengan pemerintah,” tegasnya lagi.

Hasan menilai situasi seperti ini bisa menjadi bumerang. “Misalnya menteri berantem sama gubernur, mungkin hari ini kita melihatnya jadi hiburan. Tapi kalau lama-kelamaan orang akan melihat ini sebagai ketidak-solidan pemerintah,” katanya.

Baginya, soliditas pemerintahan adalah fondasi kekuasaan. “Padahal soliditas pemerintah itu penting sekali. Konsolidasi kekuasaan itu penting sekali,” lanjutnya.

Hasan menambahkan bahwa perbedaan pandangan dalam kebijakan publik wajar, tapi tidak boleh mengarah pada saling menjatuhkan.

“Kalau ceplas-ceplos mengenai kebijakan dan lain-lain enggak apa-apa. Tapi kalau saling melemahkan antar pejabat nanti akan berantakan,” ujarnya.

Ia pun menutup pesannya dengan peringatan keras kepada Purbaya dan pejabat lain agar berhenti mempertontonkan konflik di depan rakyat.

“Dalam jangka waktu yang panjang, publik akan merasa, ‘Ah, ini pemerintah gampang dipecah belah nih. Pemerintah gampang diadu domba, gampang digergaji’. Terus interview aja Pak Purbaya. Hari ini si A kena setrum, besok si B kena sengat, besok si C kena bakar, besok si D kena gitu ya,” pungkas Hasan.

Netizen Balas Nyinyir: “Siapa Kamu, Hasan Nasbi?”

Namun, alih-alih mendapat dukungan, kritik Hasan justru menuai gelombang hujatan dari warganet. Di X (Twitter) dan Instagram, komentar pedas berdatangan. Banyak yang menilai Hasan seolah ingin “menggurui” pejabat aktif, padahal rekam jejaknya sendiri tak selalu positif.

Seorang netizen menulis, “Lah kalau di ruang tertutup, kasihan rakyatnya kurang berita kinerja pejabat yang ujung-ujungnya rakyat tertipu lagi.”

Ada pula yang menyinggung masa lalu Hasan, “Hasan Nasbi, kamu siapa? Kepala Kantor Komunikasi yang dipecat karena kerja gak becus itu ya?”

Tak berhenti di situ, komentar bernada sindiran fisik pun bermunculan. “Kalo boleh dspil perut buncitnya pak, udah masuk brapa bnyak,” tulis akun lain dengan emoji tawa.

Sebagian bahkan menyebut Hasan mulai “selevel” dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam hal ketidaksukaan publik. “Mirip Bahlil, ngomongnya sok tahu semua hal,” tulis seorang pengguna X.

Fenomena ini memperlihatkan satu hal menarik: setiap kali Hasan bicara, publik seolah siap menyerang balik.

Bayang-bayang Masa Lalu: Teror Kepala Babi dan Polemik Lama

Ini bukan pertama kalinya Hasan Nasbi jadi sorotan karena pernyataannya. Publik masih mengingat saat ia menjabat sebagai Juru Bicara Istana beberapa tahun lalu, ketika sebuah insiden teror kepala babi di depan rumahnya menghebohkan media nasional.

Peristiwa itu sempat memicu spekulasi politik luas, ada yang menilai itu bentuk intimidasi karena gaya bicaranya yang blak-blakan, sementara yang lain menilai Hasan sendiri sering menciptakan kontroversi lewat ucapannya.

Sejak itu, Hasan dikenal sebagai figur yang keras kepala dan gemar berkomentar soal urusan internal pemerintahan. Dalam beberapa kesempatan, ia juga sering berseteru dengan tokoh politik di media sosial.

Kini, setelah tak lagi menjabat, ia kembali menjadi “pemain bebas” di arena politik digital, dengan gaya retorika yang tetap sama: tajam, sarkastik, dan berani menuding pejabat aktif.

Namun kritiknya kali ini ke arah Purbaya justru tampak seperti bumerang. Sebab, di tengah ketidakpuasan publik terhadap elit pemerintahan, Hasan dianggap bukan sosok yang tepat untuk bicara soal moralitas komunikasi politik.

Gaya Purbaya yang “Ceplas-Ceplos” dan Efeknya di Pemerintahan

Di sisi lain, memang tak sedikit yang menilai Purbaya Yudhi Sadewa punya gaya komunikasi yang terlalu terbuka dan frontal. Beberapa kali, Menteri Keuangan itu melontarkan kritik kepada pejabat lain, termasuk sesama anggota kabinet.

Bagi sebagian orang, gaya ceplas-ceplos Purbaya dianggap bentuk transparansi dan keberanian bersuara. Tapi bagi Hasan Nasbi, gaya itu justru mengancam soliditas pemerintahan.

“Kalau pemerintah dibiarkan saling serang di depan publik, nanti rakyat malah kehilangan kepercayaan,” ujarnya.

Pernyataan ini sebetulnya punya logika politik yang bisa dipahami: pemerintahan yang tampak tidak kompak akan mudah diguncang isu dan dikapitalisasi oleh oposisi.

Namun, publik tampaknya lebih fokus pada siapa yang bicara, bukan apa yang dibicarakan. Hasan Nasbi, dengan sejarah panjang kontroversinya, kini malah menjadi sasaran tembak baru netizen yang haus hiburan politik.

Kritik yang Berbalik Arah

Kritik Hasan Nasbi kepada Purbaya sejatinya bisa menjadi bahan refleksi penting bagi pemerintah tentang tata komunikasi publik dan manajemen citra politik. Tapi dalam iklim digital yang hiperreaktif, siapa yang bicara seringkali lebih menentukan daripada substansi ucapannya.

Hasan ingin mengingatkan soal pentingnya soliditas dan etika komunikasi pejabat publik, namun justru dianggap sedang mencari panggung.

Ironisnya, pesan tentang “jangan baku tikam di depan umum” kini malah jadi bahan baku tikam balik dari netizen.

Dan seperti biasa, di republik warganet ini, setiap kritik punya nasib sendiri, kadang didengarkan, tapi lebih sering diolok-olok.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hasan Nasbi kabinet komunikasi publik kritik pejabat pemerintahan Politik Nasional Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.