Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 21:35 WIB

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 20:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hati-hati! Jangan Ditelepon Balik Jika Dapat Missed Call dari Nomor Ini

By Aga GustianaMinggu, 1 Desember 2024 13:22 WIB2 Mins Read
Ilustrasi mendapatkan telepon nomor yang tidak dikenal. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat diminta berhati-hati terhadap salah satu modus penipuan ini, yaitu Wangiri Fraud atau penipuan Wangiri.

Modus penipuan ini melalui panggilan telepon yang pertama kali terjadi di Jepang sekitar tahun 2000 dan sempat viral di Indonesia pada tahun 2018.

Wangiri Fraud atau penipuan Wangiri yang berarti ‘sekali dering lalu tutup’. Modus penipuan ini ternyata masih sering ditemukan.

Modus penipuannya yaitu dengan memancing korban menelepon balik ke nomor tersebut, kemudian pulsa akan otomatis tersedot.

Penipu menggunakan perangkat otomatis untuk melakukan panggilan singkat ke sejumlah besar nomor acak. Panggilan ini sengaja dibiarkan tidak terjawab, hanya meninggalkan notifikasi panggilan tak terjawab (missed call).

Baca Juga:  Duh! Foto dan Nama Pj Wali Kota Bandung Dicatut Penipu, Warga Diminta Waspada

Namun ada kasus juga yang mengirim pesan melalui SMS, WhatsApp atau email untuk mendorong korban menelepon balik.

Nantinya, pelaku akan memanfaatkan layanan premium. Biaya tambahan yang diberikan sebagian besar akan masuk ke kantong pelaku.

Melansir situr Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pelaku bisa menyebar nomor telepon korban ke organisasi kejahatan siber.

Pelaku akan berusaha mengulur waktu selama mungkin untuk menyedot pulsa korban sebanyak mungkin. Penipu akan mendapatkan keuntungan dari saldo pulsa yang tersedot tersebut.

Baca Juga:  Waspada! Penipuan Reservasi Hotel di Bandung Bikin Tamu Gigit Jari

Modus ini sering kali dikaitkan dengan nomor dari negara dengan kode seluler seperti Rusia (+7), Belarusia (+375), Burundi (+257), dan Nigeria (+234). Pelaku memanfaatkan regulasi internasional yang longgar untuk menyewa nomor premium dan menghasilkan pendapatan dari korban yang menelepon balik.

Dilaporkan, ada korban yang mengalami kerugian gegara modus penipuan tersebut hingga £300 (sekitar Rp5 juta).

Selain itu, penipuan ini juga menimbulkan dampak emosional seperti stres, rasa khawatir, dan kehilangan kepercayaan dalam menggunakan ponsel.

Langkah Pencegahan

Baca Juga:  Waspada Penipuan Atas Nama Jabar Digital Academy, Laporkan ke Sini!

Dalam melakukan pencegahan terhadap modus penipuan Wangiri ini bisa mengikuti tips-tips berikit ini:

1. Jangan telepon balik: Hindari menelepon balik nomor tak dikenal, terutama jika berasal dari kode negara asing.

2. Gunakan aplikasi pendeteksi: Aplikasi seperti GetContact atau TrueCaller dapat membantu mengidentifikasi dan memblokir nomor mencurigakan.

3. Kenali kode negara: Jika menunggu panggilan internasional, pastikan kode negara sudah sesuai dengan nomor yang Anda tunggu.

4. Laporkan ke operator: Jika menerima panggilan mencurigakan, segera laporkan nomor tersebut ke operator seluler Anda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Penipuan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp 20.000, Cek Daftarnya

Ilustrasi Sate

Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.