Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Sabtu, 10 Oktober 2026 16:14 WIB

The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!

Sabtu, 10 Oktober 2026 13:37 WIB

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Sabtu, 10 Oktober 2026 12:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
  • Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif
  • Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru
  • Ditinggal Bojan Hodak Malah Makin Gacor! Inilah 2 Rekor ‘Gila’ Persib di Bawah Racikan Igor Tolic
  • BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji
  • Jadwal MotoGP Mandalika Sabtu 10 Oktober: Jam Kualifikasi dan Sprint Race Siang Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

By Aga GustianaSabtu, 10 Oktober 2026 16:14 WIB4 Mins Read
Ilustrasi tsunami
Ilustrasi tsunami. (Foto: Pexels)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan pesisir selatan Jawa Barat saat ini tengah berada dalam sorotan serius menyusul potensi ancaman gempa bumi megathrust yang dapat memicu gelombang tsunami. Berdasarkan kajian serta dokumen resmi penanggulangan bencana, hantaman gelombang air laut tersebut diprediksi mampu mencapai daratan hanya dalam kurun waktu 10 hingga 18 menit saja setelah guncangan gempa terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat ada lima kabupaten yang masuk dalam zona merah atau berpotensi terdampak langsung. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Kabupaten Pangandaran.

Ancaman ini bersumber dari aktivitas dua segmen zona subduksi megathrust, yakni segmen Selat Sunda serta segmen Jawa Barat-Tengah. Berdasarkan rujukan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terbaru, segmen Selat Sunda diidentifikasi berpotensi memberikan dampak terparah bagi wilayah Sukabumi dan Cianjur. Di sisi lain, potensi hantaman dari segmen Jawa Barat-Tengah diwaspadai berdampak langsung terhadap wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi Jawa Barat, Edy Heryadi, menegaskan bahwa jajarannya memandang serius eskalasi ancaman tersebut dengan merumuskan langkah antisipasi yang terukur.

“BPBD Jawa Barat serius untuk melihat potensi ancaman tsunami zona subduksi megathrust wilayah Jabar Selatan sehingga segera dibuatkan Rencana Kontingensi dan menjadi prioritas bencana yang harus dilakukan langkah-langkah mitigasinya,” ujar Edy, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga:  Ternyata Ini Faktor yang Bikin MBG Cepat Basi dan Picu Keracunan

Luas Wilayah Terdampak dan Pemodelan Ketinggian Gelombang

Merujuk pada Rencana Kontingensi BPBD Jabar, total kawasan yang masuk dalam zona ancaman tsunami ini membentang luas hingga 24.868 hektare. Dari angka tersebut, sebagian besar wilayahnya yakni seluas 20.784 hektare berada pada kategori kelas bahaya tinggi, 1.448 hektare berstatus kelas sedang, dan 2.636 hektare masuk kelas rendah. Dari kelima daerah yang diidentifikasi, Kabupaten Sukabumi memegang catatan wilayah berpotensi terdampak paling luas, yakni mencapai 6.546 hektare.

Pemodelan skenario terburuk yang disandarkan pada kajian BMKG memperkirakan potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,7 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer pada kedua segmen megathrust tersebut.

Berdasarkan simulasi di sejumlah titik pantai:

  • Palabuhanratu (Sukabumi): Ketinggian tsunami diproyeksikan mencapai 15,9 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 18 menit di kawasan pantai depan PLTU Palabuhanratu.
  • Pantai Sereg & Dudukuy (Cianjur): Ketinggian gelombang diperkirakan menyentuh angka 9 meter dengan waktu kedatangan kilat sekitar 12 menit.
  • Pameungpeuk (Garut): Potensi tinggi gelombang maksimum diestimasi mencapai 19 meter dengan rentang waktu tiba 10 sampai 15 menit.
  • Cipatujah & Ciandum (Tasikmalaya): Ketinggian gelombang diprediksi paling tinggi di antara wilayah lain, yakni mencapai 23 meter, dengan waktu tiba sekitar 15 menit.
  • Pangandaran: Khusus di kawasan pantai timur, gelombang maksimum diperkirakan setinggi 14 meter dengan waktu tiba yang sedikit lebih panjang, yakni sekitar 42 menit.
Baca Juga:  BNPB Sebut Banjir Parah Bekasi Akibat Hujan Deras dan Kiriman dari Bogor

Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa deretan angka dan pemodelan tersebut merupakan simulasi skenario terburuk untuk mitigasi, dan bukan sebuah prediksi pasti kapan bencana akan terjadi.

Meski begitu, tingkat kerentanan di lapangan tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Edy menyoroti bahwa faktor demografi dan infrastruktur membuat beberapa wilayah memiliki tantangan evakuasi yang jauh lebih berat.

“Kalau dilihat dari asumsi dampak terhadap penduduk terpapar, rumah dan infrastruktur maka Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan dan tantangan evakuasi,” jelas Edy.

Tantangan Waktu Evakuasi dan Kesiapan Warga

Sempitnya rentang waktu antara terjadinya gempa dan datangnya gelombang tsunami menuntut kesiapan mental serta infrastruktur evakuasi yang matang. BPBD menilai edukasi berkelanjutan merupakan kunci utama penyelamatan jiwa.

Baca Juga:  Deretan Kepala Daerah Jabar Tolak Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi, Ini Alasannya

“Waktu tersebut memang cukup krusial untuk melakukan langkah-langkah evakuasi untuk menyelamatkan diri sehingga perlu dilakukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat, menyusun Tim Siaga Bencana kewilayahan, latihan dan simulasi secara rutin serta menetapkan tempat titik kumpul atau shelter-shelter yang terdekat dan aman,” kata Edy.

Berbagai upaya mitigasi sebenarnya telah digulirkan, seperti simulasi evakuasi di Pantai Pangandaran serta rangkaian Ekspedisi Jabar Selatan. Kendati demikian, pihak BPBD secara jujur mengakui bahwa tingkat kesiapan masyarakat secara menyeluruh belum sepenuhnya sempurna. Kerentanan yang bersifat sosial, ekonomi, fisik, hingga lingkungan masih menjadi tantangan nyata di lapangan.

Oleh karena itu, penyelesaian dan mitigasi risiko bencana di wilayah selatan Jawa Barat tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga pengelola pariwisata.

“Untuk itu kerja sama seluruh pihak (pentahelix) dalam upaya bersama membangun kesadaran ini sangat penting dan tidak harus saling menunggu, inisiatif semua pihak sangat diperlukan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat megathrust Tsunami
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji

Viral Aksi Pria Ngaku Satnarkoba dan BNN di Garut, Korban Bongkar Gelagat Mencurigakan

Kabupaten Bekasi

Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.