bukamata.id – Pemerintah pusat mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan demam Piala Dunia 2026 sebagai sarana penstimulus ekonomi. Langkah ini diambil lewat instruksi resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.7/4657/SJ. Dalam kebijakan tersebut, para gubernur, bupati, hingga wali kota diinstruksikan untuk membuka ruang terbuka dan area strategis sebagai lokasi nonton bareng (nobar) bagi masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa arahan ini tidak sekadar fasilitas hiburan semata. Di balik layar kaca, ada potensi besar untuk memutar roda finansial di tingkat regional melalui aktivitas perdagangan dan UMKM yang tumbuh di sekitar lokasi nobar.
“Surat edaran Piala Dunia terkait Kepala Daerah ini kan Pak Menteri ingin agar pendapatan asli daerah ini terus naik, ekonomi daerah berputar. Salah satunya adalah bagaimana Kepala Daerah bisa menginisiasi nobar-nobar,” ujar Bima di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/6/2026).
Respons Positif dari Berbagai Wilayah
Sejauh ini, imbauan dari pusat tersebut disambut dengan penuh semangat oleh para pemimpin di daerah. Bima mengungkapkan bahwa banyak kepala daerah yang proaktif membagikan persiapan wilayah mereka dalam memfasilitasi antusiasme pencinta sepak bola di tanah air.
“Ini kan bukan saja kemudian menyatukan anak-anak muda dalam satu forum-forum yang santai, tetapi juga menggairahkan perekonomian, targetnya ke sana. Dan kami apresiasi, kami ada di WAG di mana para kepala daerah itu melaporkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ini, hal yang sederhana tapi sangat bermakna,” katanya.
Kemendagri optimis perhelatan akbar olahraga internasional ini memiliki daya dongkrak ekonomi yang mirip dengan momentum libur nasional. Melalui pergerakan massa yang berkumpul di satu titik publik, sektor konsumsi dipastikan ikut terangkat.
“Menurut catatan kebijakan cuti bersama, long weekend itu kan mendorong ekonomi, menyumbang pertumbuhan ekonomi. Dan kita berharap momentum Piala Dunia, bukan saja nontonnya tetapi ekonominya juga,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










