Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iran Ketiban Untung Rp5.000 T usai Damai dengan AS

By Aga GustianaKamis, 18 Juni 2026 16:30 WIB3 Mins Read
Bendera Iran. (Foto: Unplash)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Babak baru rekonsiliasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai menemui titik terang. Di balik draf perjanjian damai kedua negara yang tengah digodok, terselip sebuah komitmen investasi fantastis dari sektor swasta global dengan nilai mencapai US$ 300 miliar, atau setara lebih dari Rp 5.000 triliun, yang diproyeksikan untuk membangkitkan kembali perekonomian Teheran.

Rencana besar yang masih tersimpan rapat ini sedianya baru akan diresmikan dalam penandatanganan memorandum di Swiss pada Jumat (19/6) besok. Melansir laporan eksklusif dari Reuters dan Al Arabiya, seorang informator internal yang mengetahui detail negosiasi membeberkan bahwa separuh dari total dana raksasa tersebut sebenarnya sudah mulai mengalir secara bertahap.

Sebelumnya, kedua belah pihak pada Minggu (14/6) lalu memang telah mengumumkan tercapainya kesepakatan kerangka kerja dasar untuk menyudahi konflik bersenjata yang sempat meletus sejak akhir Februari silam.

Namun, berbeda dengan skema bantuan internasional pascaperang pada umumnya, sumber tepercaya menegaskan bahwa suntikan dana murni berasal dari korporasi non-pemerintah. Dana ini murni instrumen bisnis berbasis investasi komersial, bukan dana hibah kemanusiaan ataupun biaya ganti rugi perang dari kas negara AS.

Sejumlah raksasa korporasi yang berbasis di Amerika Serikat, negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, hingga benua Afrika dilaporkan telah sepakat mengunci komitmen mereka. Aliran modal ini nantinya akan diprioritaskan untuk memulihkan sektor-sektor vital seperti logistik, industri manufaktur, energi, dan jaringan transportasi.

Lahirnya “Dana Rekonstruksi dan Pembangunan”

Di balik layar diplomasi, proses negosiasi ini sempat berjalan alot. Seorang pejabat tinggi dari pemerintahan Iran mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak Teheran sempat menuntut biaya ganti rugi kerusakan akibat perang sebesar US$ 400 miliar langsung kepada pihak Washington. Kendati demikian, AS menolak mentah-mentah tuntutan kompensasi tersebut.

Sebagai jalan tengah untuk memecah kebuntuan diplomasi, kedua negara akhirnya sepakat menginisiasi sebuah wadah pendanaan mandiri yang akan dinamai “Dana Rekonstruksi dan Pembangunan”.

Melalui wadah tersebut, korporasi swasta dapat berpartisipasi lewat berbagai instrumen keuangan. Mulai dari penyediaan fasilitas pinjaman, pembukaan jalur kredit baru, hingga pembiayaan langsung untuk memulihkan objek-objek vital yang terdampak konflik, seperti kilang minyak, kompleks industri Baja Mobarakeh, pelabuhan udara, hingga restrukturisasi infrastruktur publik lainnya.

Menariknya, pembentukan pos dana investasi komersial ini berjalan sepenuhnya terpisah dari meja perundingan paralel yang membahas mengenai pencabutan sanksi ekonomi AS serta polemik pencairan aset-aset keuangan Iran yang saat ini masih dibekukan di luar negeri.

Skema ini juga baru akan resmi diaktifkan setelah adanya kesepakatan final dari kedua belah pihak. Setelah nota kesepahaman (MoU) diteken di Swiss, akan ada masa transisi selama dua bulan untuk mematangkan konsep operasionalnya di lapangan.

“Dana itu hanya akan dibentuk setelah kesepakatan akhir ditandatangani. Selama 60 hari ini, administrator pendanaan akan bekerja sama dengan warga Iran dan para investor untuk merencanakan dan menentukan ruang lingkup proyek,” papar sumber tersebut memungkasi penjelasannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.