Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Tol Jagorawi

Motor Nyelonong Masuk Tol, WNA di Bandung Langsung Dievakuasi Petugas

Kamis, 18 Juni 2026 17:03 WIB

Iran Ketiban Untung Rp5.000 T usai Damai dengan AS

Kamis, 18 Juni 2026 16:30 WIB

Ronaldo Main Full 90 Menit Tanpa Gol, Portugal Kehilangan Dua Poin

Kamis, 18 Juni 2026 16:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Motor Nyelonong Masuk Tol, WNA di Bandung Langsung Dievakuasi Petugas
  • Iran Ketiban Untung Rp5.000 T usai Damai dengan AS
  • Ronaldo Main Full 90 Menit Tanpa Gol, Portugal Kehilangan Dua Poin
  • Merinding! Timnas Jerman Diteror Ular Berbisa, Terpaksa Selalu ‘Nunduk’ saat Latihan
  • Bule Santai Naik Motor Masuk Tol Pasteur-Baros Gara-gara Google Maps
  • Persib Siap Tantang Klub Asia Tenggara, Saddil Ramdani Pasang Target Tinggi
  • Promo HUT bank bjb ke-65! Cashback Obligasi Ritel Bikin Investor Untung Besar
  • Polisi Buru Pelaku Penyekapan Sadis di Bandung, Korban Jalani Operasi Kritis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iran Ketiban Untung Rp5.000 T usai Damai dengan AS

By Aga GustianaKamis, 18 Juni 2026 16:30 WIB3 Mins Read
Bendera Iran. (Foto: Unplash)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Babak baru rekonsiliasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai menemui titik terang. Di balik draf perjanjian damai kedua negara yang tengah digodok, terselip sebuah komitmen investasi fantastis dari sektor swasta global dengan nilai mencapai US$ 300 miliar, atau setara lebih dari Rp 5.000 triliun, yang diproyeksikan untuk membangkitkan kembali perekonomian Teheran.

Rencana besar yang masih tersimpan rapat ini sedianya baru akan diresmikan dalam penandatanganan memorandum di Swiss pada Jumat (19/6) besok. Melansir laporan eksklusif dari Reuters dan Al Arabiya, seorang informator internal yang mengetahui detail negosiasi membeberkan bahwa separuh dari total dana raksasa tersebut sebenarnya sudah mulai mengalir secara bertahap.

Sebelumnya, kedua belah pihak pada Minggu (14/6) lalu memang telah mengumumkan tercapainya kesepakatan kerangka kerja dasar untuk menyudahi konflik bersenjata yang sempat meletus sejak akhir Februari silam.

Namun, berbeda dengan skema bantuan internasional pascaperang pada umumnya, sumber tepercaya menegaskan bahwa suntikan dana murni berasal dari korporasi non-pemerintah. Dana ini murni instrumen bisnis berbasis investasi komersial, bukan dana hibah kemanusiaan ataupun biaya ganti rugi perang dari kas negara AS.

Sejumlah raksasa korporasi yang berbasis di Amerika Serikat, negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, hingga benua Afrika dilaporkan telah sepakat mengunci komitmen mereka. Aliran modal ini nantinya akan diprioritaskan untuk memulihkan sektor-sektor vital seperti logistik, industri manufaktur, energi, dan jaringan transportasi.

Lahirnya “Dana Rekonstruksi dan Pembangunan”

Di balik layar diplomasi, proses negosiasi ini sempat berjalan alot. Seorang pejabat tinggi dari pemerintahan Iran mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak Teheran sempat menuntut biaya ganti rugi kerusakan akibat perang sebesar US$ 400 miliar langsung kepada pihak Washington. Kendati demikian, AS menolak mentah-mentah tuntutan kompensasi tersebut.

Sebagai jalan tengah untuk memecah kebuntuan diplomasi, kedua negara akhirnya sepakat menginisiasi sebuah wadah pendanaan mandiri yang akan dinamai “Dana Rekonstruksi dan Pembangunan”.

Melalui wadah tersebut, korporasi swasta dapat berpartisipasi lewat berbagai instrumen keuangan. Mulai dari penyediaan fasilitas pinjaman, pembukaan jalur kredit baru, hingga pembiayaan langsung untuk memulihkan objek-objek vital yang terdampak konflik, seperti kilang minyak, kompleks industri Baja Mobarakeh, pelabuhan udara, hingga restrukturisasi infrastruktur publik lainnya.

Menariknya, pembentukan pos dana investasi komersial ini berjalan sepenuhnya terpisah dari meja perundingan paralel yang membahas mengenai pencabutan sanksi ekonomi AS serta polemik pencairan aset-aset keuangan Iran yang saat ini masih dibekukan di luar negeri.

Skema ini juga baru akan resmi diaktifkan setelah adanya kesepakatan final dari kedua belah pihak. Setelah nota kesepahaman (MoU) diteken di Swiss, akan ada masa transisi selama dua bulan untuk mematangkan konsep operasionalnya di lapangan.

“Dana itu hanya akan dibentuk setelah kesepakatan akhir ditandatangani. Selama 60 hari ini, administrator pendanaan akan bekerja sama dengan warga Iran dan para investor untuk merencanakan dan menentukan ruang lingkup proyek,” papar sumber tersebut memungkasi penjelasannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Damai AS Iran Dana Rekonstruksi Geopolitik 2026 Investasi Swasta Perjanjian Damai Swiss
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tol Jagorawi

Motor Nyelonong Masuk Tol, WNA di Bandung Langsung Dievakuasi Petugas

Bule Santai Naik Motor Masuk Tol Pasteur-Baros Gara-gara Google Maps

Promo HUT bank bjb ke-65! Cashback Obligasi Ritel Bikin Investor Untung Besar

Polisi Buru Pelaku Penyekapan Sadis di Bandung, Korban Jalani Operasi Kritis

Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dapat Cashback Rp100 Ribu, Ini Program Terbaru bank bjb!

Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.