Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Jumat, 18 September 2026 15:03 WIB

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Jumat, 18 September 2026 14:57 WIB
peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Jumat, 18 September 2026 14:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
  • Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo
  • Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta
  • Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan
  • Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?
  • Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isi Tayangan XPOSE Soal Santri Picu Gelombang Boikot Trans7

By Aga GustianaSelasa, 14 Oktober 2025 11:28 WIB4 Mins Read
Viral tagar boikot Trans7. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program televisi XPOSE Uncensored milik Trans7 tengah menjadi sorotan tajam publik. Tayangan tersebut memicu gelombang kecaman luas hingga tagar #BoikotTrans7 viral di media sosial pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Pemicunya adalah salah satu segmen dalam episode terbaru XPOSE yang menayangkan judul kontroversial:

“Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”

Potongan video dengan judul tersebut menyebar cepat di berbagai platform digital dan langsung memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai konten tersebut melecehkan kehidupan santri serta menyinggung nilai-nilai luhur yang dijunjung dunia pesantren.

Segmen itu dianggap menyajikan narasi dan visual yang membentuk stereotip negatif tentang kehidupan di pondok pesantren. Gelombang kritik datang tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan alumni, para pengasuh pesantren, dan organisasi keagamaan.

LBH Ansor: “Redaksi Sangat Tidak Beradab”

Salah satu pihak yang bereaksi keras adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Kediri. Mereka menyatakan akan memberikan peringatan hukum kepada pimpinan program XPOSE di Trans7 sebagai bentuk respons terhadap tayangan tersebut.

Ketua LBH Ansor Kota Kediri, Bagus Wibowo, menilai tim redaksi telah melanggar prinsip dasar jurnalisme yang seharusnya mengedepankan etika dan keberimbangan.

Baca Juga:  Guru SMA di KBB Diistirahatkan Usai Viral Tugasi Siswa Gambar Alat Reproduksi

“Redaksi kata-kata dalam video itu sangat tidak beradab dan cenderung melecehkan ulama. Seharusnya sebelum menayangkan pemberitaan, tim redaksi melakukan konfirmasi kepada pihak yang ada di dalam video,” tegas Bagus dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, LBH Ansor juga mengungkapkan rencana untuk berkoordinasi dengan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) guna menentukan langkah hukum selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan, kasus ini akan didorong ke ranah hukum apabila ditemukan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik maupun aturan penyiaran nasional.

Permintaan Maaf Resmi dari Trans7

Setelah tekanan publik semakin besar, pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Permintaan maaf tersebut disampaikan sehari setelah episode XPOSE Uncensored tayang pada 13 Oktober.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat, Renny Andhita selaku Kepala Departemen Programming Trans7 menyampaikan:

“Kami dari Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan Keluarga, para Pengasuh, Santri, serta Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat.”

Baca Juga:  Gak Kapok-kapok! Aksi Nekat Pengemudi Pajero 'Tot Tot Wuk Wuk' Bikin Malu, Plat Polisi Palsu!

Dalam surat tersebut, Trans7 mengakui kesalahan redaksi dan menyatakan bahwa tayangan itu telah menimbulkan ketidaknyamanan mendalam bagi keluarga besar pesantren. Mereka menyebut insiden ini menjadi pembelajaran penting agar ke depan tidak lagi menayangkan konten yang berkaitan dengan ulama, kiai, dan pesantren dalam format program hiburan yang tidak relevan.

Komitmen untuk Berbenah

Selain menyampaikan permohonan maaf, Trans7 juga menegaskan komitmennya untuk menghormati lembaga pendidikan keagamaan dan akan lebih selektif dalam menyajikan konten yang berkaitan dengan kehidupan pesantren. Mereka berjanji akan menampilkan program-program yang mengangkat nilai-nilai positif dan keteladanan pesantren di Indonesia.

“Kami berharap surat ini dapat diterima sebagai bentuk itikad baik dan komitmen kami untuk menjaga marwah lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren. Sekali lagi kami memohon maaf atas kekeliruan Trans7,” tulis Renny dalam surat permohonan maaf tersebut.

Gelombang Boikot Masih Bergema

Meski pihak stasiun televisi telah menyampaikan permintaan maaf resmi, protes publik belum sepenuhnya mereda. Tagar #BoikotTrans7 dan #XPOSEUncensored masih menjadi topik hangat di berbagai platform digital. Banyak netizen dan organisasi masyarakat menilai permintaan maaf tidak cukup, dan menuntut adanya sanksi tegas terhadap pihak redaksi serta evaluasi menyeluruh terhadap program XPOSE.

Baca Juga:  Diduga Curi HP Tetangga, Dua Bocah di Majalengka Dihukum Leher Dirantai

Sebagian pihak juga menyerukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk turun tangan dan menginvestigasi kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Jika terbukti melanggar, Trans7 dapat dikenakan sanksi administratif hingga penghentian tayangan.

Pesantren sebagai Simbol Marwah

Polemik ini menyoroti kembali pentingnya sensitivitas media dalam menyajikan konten yang menyangkut lembaga pendidikan keagamaan. Pondok pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga simbol kehormatan, tradisi, dan nilai luhur yang dijaga turun-temurun.

Bagi banyak pihak, segmen provokatif seperti yang ditayangkan XPOSE bukan hanya sekadar kesalahan redaksi, tetapi bentuk pengabaian terhadap etika publik yang dapat memicu perpecahan dan memperkuat stigma negatif terhadap komunitas tertentu.

Dengan tekanan publik yang terus meningkat, Trans7 kini berada di bawah sorotan tajam. Permintaan maaf telah disampaikan, namun masyarakat menunggu langkah nyata sebagai bentuk tanggung jawab, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

santri viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.