Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!

Sabtu, 17 Oktober 2026 08:48 WIB

Dari Roti Jadul hingga Satai Berbumbu Oncom, Ini 5 Kuliner Unik di Cianjur

Sabtu, 17 Oktober 2026 06:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Sabtu, 17 Oktober 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Dari Roti Jadul hingga Satai Berbumbu Oncom, Ini 5 Kuliner Unik di Cianjur
  • BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui
  • Berburu Kuliner di Sukabumi, Ini 5 Tempat Makan yang Bisa Jadi Pilihan Bareng Keluarga
  • Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026
  • 7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iwan Setiawan Soroti Sistem Sirekap Sebagai Salah Satu Indikasi Kecurangan Pemilu 2024

By Putri Mutia RahmanMinggu, 18 Februari 2024 16:49 WIB3 Mins Read
Inisiator relawan Sahabat Mahfud dan pendiri Bandung Interactive Hub Balad Uwa Mahfud (BIH-BUM), Iwan Setiawan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id –  Inisiator relawan Sahabat Mahfud dan pendiri Bandung Interactive Hub Balad Uwa Mahfud (BIH-BUM), Iwan Setiawan, soroti beberapa indikasi kecurangan yang terjadi selama Pemilu 2024. 

“Kacida!” itulah kata pertama yang dikeluarkan Iwan Setiawan ketika ditanya media soal penyelenggaraan Pemilu 2024 maupun kondisi pasca-pencoblosan.

Kacida adalah idiom Sunda yang berarti “terlalu” atau “keterlaluan”. Kata tersebut muncul saat ia menyimpulkan proses Pemilu yang tengah terjadi.

“Saya pernah sampaikan ke media, bahwa ‘Rombongan Sirkus’ ini sudah sangat kuat dari awal dengan segala upaya dan tipu-dayanya dengan satu tujuan: kudu menang! Segala nikmat Allah SWT yang dikaruniakan kepada umat manusia, seperti rasa malu, tampaknya telah diabaikan. Semuanya telah dipertontonkan secara terbuka dan zhalim,” kata Iwan.

Baca Juga:  Nyoblos di Belgia, Sandy Walsh Ajak Followers Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

lalu Iwan menyentil Film Dirty Vote, yang menurutnya merupakan potret sesungguhnya dari apa yang terjadi saat ini. ia menilai film ini akan menjadi bahan dokumentasi sebagai cerita kepada anak cucu kelak, bahwa telah terjadi sejarah kelam demokrasi di Republik ini.

Selain itu, ia juga menyeret sistem soal penghitungan suara yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu indikasi kecurangan Pemilu.

“Yang ramai menjadi perhatian masyarakat pasca-Pemilu saat ini adalah munculnya benda ajaib yang bernama SIREKAP. Saya rasa perlu dilakukan audit forensik terhadap sistem ini, sehingga tahu siapa bandar di baliknya. Mungkin saya gak perlu mengomentari panjang lebar benda ajaib ini, karena manusia manapun yang merasa punya otak waras tahu siapa yang diuntungkan dengan sistem yang ngawur ini. By design? Wallahualam,” tandasnya.

Baca Juga:  444 TPS di Jabar Alami Kesalahan Baca di Sirekap, KPU: Itu Murni Kesalahan

Ditanya mengenai hasil perolehan suara quick count Ganjar-Mahfud, Iwan mengatakan, dirinya merasa kecewa karena tidak sesuai dengan harapan dan prediksi.

“Jujur saya merasa sangat kecewa karena tidak sesuai dengan harapan dan prediksi. Namun tetap optimis menunggu hasil real count yang sesungguhnya, sambil melakukan evaluasi.

Dalam hal ini, BIH-Balad Uwa Mahfud mencoba menganalisanya secara komprehensif dan menunggu langkah-langkah koordinatif berikutnya. Salah Satunya kekompakan kubu 01 dan 03 dalam mengumnpulkan bukti kecurangan Pemilu.

“Apa yg harus dilakukan saat ini? Menurut saya, 01 dan 03 harus kompak, kumpulkan secara lengkap bukti-bukti kecurangan dan kekeliruan yang terjadi. Saya sangat mengapresiasi langkah yang akan diambil oleh Tim AMIN yang akan mengumpulkan seluruh saksi di semua TPS se-Indonesia dengan membawa form C. Apabila ini bisa dilakukan, akan jadi bukti yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Kecurangan, Pemkab Sumedang Pastikan Pemilu 2024 Dilakukan Secara Transparan

Iwan juga menilai perlu disiapkan langkah hukum melalui MK, sehingga apabila bisa dibuktikan telah terjadi kecurangan yang Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), bisa dilakukan diskualifikasi, atau bahkan Pemilu bisa dibatalkan dan diulang.

“Apa boleh buat, demi keselamatan bangsa dan negara. Kadang saya suka ketawa sendiri menyimak apa yg terjadi saat ini. Duh Gusti.. meni kacida!” kata Iwan menutup pembicaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pemilu 2024 Sirekap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.