Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Senin, 3 Agustus 2026 09:00 WIB
Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Senin, 3 Agustus 2026 08:23 WIB

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

Senin, 3 Agustus 2026 08:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN
  • Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap
  • Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal
  • Prediksi Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Momentum Skuad Garuda Jegal Langkah Golden Star Warriors
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Masuki Era ‘Aging Population’, Komisi V DPRD Dukung Penuh Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 11:42 WIB2 Mins Read
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung sepenuhnya terhadap pelaksanaan Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jajaran Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap peluncuran Program Sekolah Lansia Perempuan bernama ‘Nyaah Ka Indung’. Inisiasi ini dipandang sebagai terobosan taktis untuk mendongkrak taraf hidup kaum ibu yang sudah menginjak usia senja agar tetap bugar, mandiri, dan berdaya.

Sikap suportif tersebut disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, di sela-sela agenda tersebut. Siti memaparkan bahwa kehadiran lembaga pendidikan nonformal khusus lansia ini sudah menjadi kebutuhan mendesak, selaras dengan kurva demografi kelompok lansia di Jawa Barat yang terus merangkak naik.

“Saya sebagai Anggota DPRD selalu memberikan dukungan untuk peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, dan lansia itu ada di urusan keluarga. Sehingga saya sebagai wakil rakyat medengarkan 5,9 juta lansia untuk hadir menjadi miniatur bahwa sekolah lansia itu sangat dibutuhkan oleh para lansia.” ujar Siti di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (13/5/2025).

Siti menambahkan, legislator di Komisi V siap mengawal dan menyokong penuh program-program kerja bentukan DP3AKB Provinsi Jawa Barat yang menjadi mitra kerja mereka, terutama dalam mengupayakan kesejahteraan para lansia perempuan.

Perempuan Mendominasi Populasi Lansia di Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dr. Siska Gerfianti, mengupas tuntas latar belakang di balik tercetusnya gerakan Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’. Berdasarkan basis data terkini, tanah Pasundan memang tengah memasuki fase penuaan penduduk (aging population).

“Memang pertumbuhan penduduk sekarang ini angka terakhir itu adalah aging population kita 11 persen, sehingga 5,9 juta penduduk itu adalah lansia, dengan jumlah lansia perempuan lebih banyak dari laki-laki, 51,71 persen perempuan, sehingga sehingga kami memandang perlu adanya sekolah lansia perempuan.” ujarnya.

Berangkat dari realita angka tersebut, DP3AKB berinisiatif menyediakan wadah edukasi nonformal bagi para lansia perempuan. Melalui program ini, mereka dibekali dengan berbagai wawasan baru, keahlian praktis, serta pendampingan psikososial agar mampu menjalani sisa usia dengan bahagia dan berkualitas.

Pihak legislatif menaruh harapan besar agar program ini terus berkesinambungan ke depan demi menjaga produktivitas komunal di tingkat mikro.

“Melalui Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Kanyaan Ka Indung’ DPRD Provinsi Jawa Barat berharap para lansia perempuan dapat terus berdaya, memiliki pengetahuan yang memadai, serta tetap berperan aktif dalam keluarga,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DP3AKB Jabar DPRD Jawa Barat nyaah ka indung Sekolah Lansia Siska Gerfianti Siti Muntamah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.