Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta

Jumat, 18 September 2026 14:05 WIB

Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026 13:22 WIB

Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?

Jumat, 18 September 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta
  • Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan
  • Rumor Ivan Susak dan Matej Markovic Muncul Lagi, Persib Masih Cari Kiper Baru?
  • Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari
  • Hasil Liga Europa: Juventus Pesta 5-0, Bournemouth Bikin Kejutan di Markas Real Sociedad
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Masuki Era ‘Aging Population’, Komisi V DPRD Dukung Penuh Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 11:42 WIB2 Mins Read
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung sepenuhnya terhadap pelaksanaan Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jajaran Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap peluncuran Program Sekolah Lansia Perempuan bernama ‘Nyaah Ka Indung’. Inisiasi ini dipandang sebagai terobosan taktis untuk mendongkrak taraf hidup kaum ibu yang sudah menginjak usia senja agar tetap bugar, mandiri, dan berdaya.

Sikap suportif tersebut disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, di sela-sela agenda tersebut. Siti memaparkan bahwa kehadiran lembaga pendidikan nonformal khusus lansia ini sudah menjadi kebutuhan mendesak, selaras dengan kurva demografi kelompok lansia di Jawa Barat yang terus merangkak naik.

“Saya sebagai Anggota DPRD selalu memberikan dukungan untuk peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, dan lansia itu ada di urusan keluarga. Sehingga saya sebagai wakil rakyat medengarkan 5,9 juta lansia untuk hadir menjadi miniatur bahwa sekolah lansia itu sangat dibutuhkan oleh para lansia.” ujar Siti di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (13/5/2025).

Siti menambahkan, legislator di Komisi V siap mengawal dan menyokong penuh program-program kerja bentukan DP3AKB Provinsi Jawa Barat yang menjadi mitra kerja mereka, terutama dalam mengupayakan kesejahteraan para lansia perempuan.

Baca Juga:  Bendung Hoaks Medsos, Komisi I DPRD Jabar Dorong Penguatan Anggaran Lembaga Penyiaran Resmi

Perempuan Mendominasi Populasi Lansia di Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dr. Siska Gerfianti, mengupas tuntas latar belakang di balik tercetusnya gerakan Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’. Berdasarkan basis data terkini, tanah Pasundan memang tengah memasuki fase penuaan penduduk (aging population).

Baca Juga:  Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

“Memang pertumbuhan penduduk sekarang ini angka terakhir itu adalah aging population kita 11 persen, sehingga 5,9 juta penduduk itu adalah lansia, dengan jumlah lansia perempuan lebih banyak dari laki-laki, 51,71 persen perempuan, sehingga sehingga kami memandang perlu adanya sekolah lansia perempuan.” ujarnya.

Berangkat dari realita angka tersebut, DP3AKB berinisiatif menyediakan wadah edukasi nonformal bagi para lansia perempuan. Melalui program ini, mereka dibekali dengan berbagai wawasan baru, keahlian praktis, serta pendampingan psikososial agar mampu menjalani sisa usia dengan bahagia dan berkualitas.

Baca Juga:  ASDEPSI Komitmen Dukung Rekomendasi Kebijakan ADPSI

Pihak legislatif menaruh harapan besar agar program ini terus berkesinambungan ke depan demi menjaga produktivitas komunal di tingkat mikro.

“Melalui Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Kanyaan Ka Indung’ DPRD Provinsi Jawa Barat berharap para lansia perempuan dapat terus berdaya, memiliki pengetahuan yang memadai, serta tetap berperan aktif dalam keluarga,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.