Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 09:46 WIB

Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?

Minggu, 1 November 2026 08:43 WIB
Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Minggu, 1 November 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
  • Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK
  • Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair
  • Ujian Maraton Maung Bandung: 7 Laga Berat di 3 Kompetisi Mengintai Persib Sepanjang November 2026
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kemenag Luncurkan MAGIS, Platform Digital untuk Pengawasan Madrasah

By SusanaMinggu, 9 Februari 2025 03:00 WIB3 Mins Read
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno. Foto: Kemenag.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan daya saing madrasah dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pengawasan.

Dalam 100 hari pertama kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kemenag memperkenalkan platform Madrasah Digital Supervision (MAGIS) sebagai solusi pengawasan berbasis digital yang lebih efektif dan efisien.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pengawasan, evaluasi, serta perencanaan pendampingan bagi satuan pendidikan madrasah.

Dengan MAGIS, pengawasan madrasah kini bisa dilakukan secara digital, memungkinkan pengawas atau pendamping untuk melaksanakan tugas dengan lebih sistematis dan terstruktur.

“Dengan sistem ini, para pengawas dapat melakukan refleksi dan menyusun rencana pendampingan dengan cara yang lebih sederhana dan efisien. Potensi penghematan biaya bisa mencapai hingga Rp680 miliar,” ujar Amin Suyitno, dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga:  Dear Jemaah Haji, Ini Obat-obatan yang Harus Dibawa ke Tanah Suci

Selain untuk pengawas, platform ini juga memberikan manfaat bagi kepala madrasah, yang dapat menggunakannya untuk mengevaluasi pengelolaan madrasah serta melakukan perbaikan berbasis data.

“Melalui refleksi berbasis digital, kepala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” tambahnya.

MAGIS juga memberikan keuntungan besar bagi para guru. Mereka dapat melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran di kelas dan mengimplementasikan inovasi yang lebih sesuai.

“Guru juga dapat berkonsultasi dengan pengawas jika mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, sehingga platform ini dapat digunakan secara lebih terstruktur dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga:  Daftar Ulang Pendidikan Profesi Guru Daljab Dibuka Hari Ini, Cek Caranya

Amin Suyitno berharap seluruh pengawas, kepala madrasah, dan guru dapat memanfaatkan MAGIS sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa MAGIS adalah inovasi strategis untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengawasan madrasah.

“Dengan platform ini, pengawasan madrasah menjadi lebih akuntabel dan dapat menghemat anggaran hingga lebih dari Rp680 miliar dalam setahun,” ungkap Thobib.

Menurut Thobib, penghematan terbesar berasal dari pengurangan biaya fotokopi borang pengawasan. Dengan 86.343 lembaga madrasah, estimasi penghematan biaya fotokopi mencapai Rp259 miliar.

Selain itu, penghematan juga terjadi pada biaya transportasi pengawas yang diperkirakan mencapai Rp421 miliar. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah pengawas yang ada, yaitu 4.680 orang, dengan biaya perjalanan pulang-pergi sekitar Rp500.000 per bulan, serta rata-rata kunjungan ke 15 madrasah per tahun.

Baca Juga:  Wamenag Kecam Aksi Gus Elham, Kemenag Siap Perketat Pengawasan Pesantren

“Jadi, dengan MAGIS, pengawasan madrasah dapat dilakukan secara digital, dan potensi penghematan total mencapai Rp680 miliar lebih,” tegas Thobib.

Thobib berharap kehadiran MAGIS dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan madrasah, menjadikan madrasah semakin unggul, dan berdaya saing tinggi.

“Dengan transformasi digital melalui MAGIS, Kemenag berkomitmen menciptakan sistem pengawasan madrasah yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kemenag
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.