Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Lewatkan! Jadwal Prancis vs Spanyol Semifinal Piala Dunia 2026, Cek Jam Kick-off

Selasa, 14 Juli 2026 14:31 WIB

Balsa Sekulic Antusias Gabung Persib, Siap Buktikan Ketajaman di Depan Bobotoh

Selasa, 14 Juli 2026 13:09 WIB
Kode Redeem FF

Garena Bagi-Bagi Hadiah! Kode Redeem Free Fire MAX 14 Juli 2026 Siap Diklaim

Selasa, 14 Juli 2026 12:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Prancis vs Spanyol Semifinal Piala Dunia 2026, Cek Jam Kick-off
  • Balsa Sekulic Antusias Gabung Persib, Siap Buktikan Ketajaman di Depan Bobotoh
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah! Kode Redeem Free Fire MAX 14 Juli 2026 Siap Diklaim
  • Resmi Berlabuh di Persib, Gakuto Notsuda Ungkap Alasan Pilih Nomor 17
  • Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
  • Viral Dugaan Penipuan Dosen UPI, Kampus Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
  • Messi Berdarah, Romero Kelelahan! Begini Kondisi Skuad Argentina Jelang Lawan Inggris
  • Jupe Ungkap Perbedaan Jadi Asisten Pelatih Persib, Sebut Tantangan Musim Ini Lebih Berat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 14 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kemenag Luncurkan MAGIS, Platform Digital untuk Pengawasan Madrasah

By SusanaMinggu, 9 Februari 2025 03:00 WIB3 Mins Read
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno. Foto: Kemenag.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan daya saing madrasah dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pengawasan.

Dalam 100 hari pertama kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kemenag memperkenalkan platform Madrasah Digital Supervision (MAGIS) sebagai solusi pengawasan berbasis digital yang lebih efektif dan efisien.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pengawasan, evaluasi, serta perencanaan pendampingan bagi satuan pendidikan madrasah.

Dengan MAGIS, pengawasan madrasah kini bisa dilakukan secara digital, memungkinkan pengawas atau pendamping untuk melaksanakan tugas dengan lebih sistematis dan terstruktur.

“Dengan sistem ini, para pengawas dapat melakukan refleksi dan menyusun rencana pendampingan dengan cara yang lebih sederhana dan efisien. Potensi penghematan biaya bisa mencapai hingga Rp680 miliar,” ujar Amin Suyitno, dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga:  Guru Madrasah Bisa Cek EMIS Mulai Besok, Ketahui Status PPG Daljab Angkatan I

Selain untuk pengawas, platform ini juga memberikan manfaat bagi kepala madrasah, yang dapat menggunakannya untuk mengevaluasi pengelolaan madrasah serta melakukan perbaikan berbasis data.

“Melalui refleksi berbasis digital, kepala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” tambahnya.

MAGIS juga memberikan keuntungan besar bagi para guru. Mereka dapat melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran di kelas dan mengimplementasikan inovasi yang lebih sesuai.

“Guru juga dapat berkonsultasi dengan pengawas jika mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, sehingga platform ini dapat digunakan secara lebih terstruktur dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenag Apresiasi Sertifikasi Hipnoterapi 78 Penyuluh Agama Baznas Jabar

Amin Suyitno berharap seluruh pengawas, kepala madrasah, dan guru dapat memanfaatkan MAGIS sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa MAGIS adalah inovasi strategis untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengawasan madrasah.

“Dengan platform ini, pengawasan madrasah menjadi lebih akuntabel dan dapat menghemat anggaran hingga lebih dari Rp680 miliar dalam setahun,” ungkap Thobib.

Menurut Thobib, penghematan terbesar berasal dari pengurangan biaya fotokopi borang pengawasan. Dengan 86.343 lembaga madrasah, estimasi penghematan biaya fotokopi mencapai Rp259 miliar.

Selain itu, penghematan juga terjadi pada biaya transportasi pengawas yang diperkirakan mencapai Rp421 miliar. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah pengawas yang ada, yaitu 4.680 orang, dengan biaya perjalanan pulang-pergi sekitar Rp500.000 per bulan, serta rata-rata kunjungan ke 15 madrasah per tahun.

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Haji Khusus 2025 Resmi Ditutup, Sisa Kuota Dibuka Kembali pada Februari

“Jadi, dengan MAGIS, pengawasan madrasah dapat dilakukan secara digital, dan potensi penghematan total mencapai Rp680 miliar lebih,” tegas Thobib.

Thobib berharap kehadiran MAGIS dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan madrasah, menjadikan madrasah semakin unggul, dan berdaya saing tinggi.

“Dengan transformasi digital melalui MAGIS, Kemenag berkomitmen menciptakan sistem pengawasan madrasah yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis data untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kemenag MAGIS pengawasan teknologi digital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Macan Tutul

Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya

Viral Dugaan Penipuan Dosen UPI, Kampus Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

Keluarga Buka Suara! 7 Saudara Kandung Bupati Gowa Ungkap Skandal dan Dugaan Penyimpangan HT!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Ketinggalan! PKH dan BPNT Tahap 3 Segera Dicairkan, Cek Status Anda Sekarang Lewat NIK KTP

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Cek Status Anda Sekarang

Bukan Lagi Pelengkap! Pembalap Indonesia Jinakkan Sirkuit Sachsenring Jerman, Dunia Syok!

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.