bukamata.id – Kemarau berkepanjangan membuat warga Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan dan semakin parah setelah sejumlah sumber air warga mulai mengering.
Kesulitan air bersih membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga bahkan terpaksa memanfaatkan air sungai yang debitnya juga terus menyusut akibat musim kemarau.
Situasi tersebut terlihat saat bantuan air bersih tiba di Dusun Sumur Bandung, Desa Ujungjaya. Warga langsung berdatangan dengan membawa berbagai wadah, mulai dari ember, jolang hingga galon untuk menampung air.
Sumur Warga Mulai Mengering
Salah seorang warga, Dedeh Kurnaesih, mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat sebelumnya dapat dipenuhi melalui PDAM maupun sumur.
Namun, kondisi berubah sejak kemarau berlangsung cukup lama. Sumur yang selama ini menjadi salah satu sumber air warga kini tidak lagi mengeluarkan air.
“Air sumurnya sekarang sudah tidak ada karena kekeringan,” kata Dedeh, Rabu (23/9/2026).
Dedeh mengaku bersyukur dengan bantuan air bersih yang diberikan kepada warga Dusun Sumur Bandung. Menurutnya, pasokan tersebut sangat membantu masyarakat yang tengah kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia berharap bantuan serupa dapat kembali disalurkan apabila kondisi kemarau dan kekeringan masih berlangsung.
“Alhamdulillah bersyukur sekali dan terimakasih kepada Yonif TP 339 atas bantuannya air bersih yang dikasih kepada warga Dusun Sumur Bandung,” ujarnya.
Yonif TP 339 Salurkan 5.000 Liter Air
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan, Yonif TP 339 Sumedang menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan kendaraan tangki.
Danru Provost Yonif TP 339 Sumedang, Serda Usep, mengatakan pendistribusian air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau.
“Kami dari Yonif TP 339 menyalurkan air bersih kepada masyarakat sebagai bagian dari ketahanan wilayah, khususnya di daerah yang terdampak kekeringan,” kata Usep.
Menurutnya, warga Desa Ujungjaya menyambut antusias kedatangan personel Yonif TP 339 bersama bantuan air bersih tersebut.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat selama sumber air di wilayah tersebut mengalami kekeringan.
Siapkan Koordinasi Jika Kemarau Berlanjut
Usep mengatakan Yonif TP 339 Sumedang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih apabila musim kemarau masih berlangsung.
“Kami berharap ke depannya selama musim kemarau, Yonif TP 339 dapat terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan berkolaborasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendistribusian air bersih tersebut dilakukan atas inisiatif dan arahan komandan batalyon sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Ada perintah langsung dari komandan batalyon kami, kami diperintahkan untuk melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih,” pungkasnya.
Dengan sumber air warga yang mulai mengering dan debit sungai yang terus berkurang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi selama kemarau masih berlangsung di Kabupaten Sumedang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










