Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Selasa, 27 Oktober 2026 15:35 WIB

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 15:29 WIB

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Selasa, 27 Oktober 2026 14:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
  • Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi
  • Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem
  • Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!
  • I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
  • Intip Kekuatan Melbourne Victory: Raksasa Australia Siap Uji Ketangguhan Persib di Si Jalak Harupat
  • Persib Berduka atas Meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh Diimbau Tak Balas Dendam
  • Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Larangan Study Tour Picu Kontroversi, Dedi Mulyadi Akhirnya Minta Maaf

By SusanaRabu, 26 Februari 2025 19:25 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perseteruan antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan sejumlah SMA di Jawa Barat terkait larangan study tour masih terus berlanjut.

Setelah resmi dilantik sebagai Gubernur, Dedi mengeluarkan kebijakan tegas melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya.

Namun, kebijakan tersebut menimbulkan reaksi beragam. Beberapa sekolah yang telah merencanakan dan memesan perjalanan tetap nekat berangkat, sementara banyak orang tua murid dan pihak sekolah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap larangan tersebut.

Setelah polemik ini ramai diperbincangkan, Dedi Mulyadi akhirnya meminta maaf atas kebijakan tersebut. Permintaan maafnya disampaikan dalam percakapan via telepon dengan Humas SMAN 6 Depok, yang direkam dan diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (25/2/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Polri Terus Berbenah, Jangan Cepat Puas dengan Tingkat Kepuasan Publik

Dedi Mulyadi Pecat Kepala Sekolah yang Nekat Study Tour

Setelah pelantikannya, Dedi mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala SMAN 6 Depok yang tetap mengizinkan siswanya melakukan study tour meskipun sudah ada larangan.

Dalam percakapan telepon itu, Dedi mempertanyakan keputusan sekolah yang tetap menggelar perjalanan.

“Kenapa maksa piknik?” tanya Dedi.

Pihak SMAN 6 Depok menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program outing class yang sudah menjadi bagian dari kunjungan kampus.

Namun, Dedi menilai tidak perlu bepergian jauh jika tujuan utamanya adalah kunjungan akademik.

“Ngapain jauh-jauh? Di Depok ada UI yang bagus,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pede Ditunjuk Gerindra Maju di Pilgub Jabar 2024, Ini Alasannya

Mendengar pernyataan Dedi, pihak sekolah akhirnya meminta maaf.

“Nggak, nggak, nggak usah minta maaf sama saya. Saya yang minta maaf bikin kebijakan yang membuat marah semua orang,” kata Dedi.

Alasan Dedi Mulyadi Larang Study Tour

Dalam kesempatan itu, Dedi menjelaskan alasan utama dirinya melarang study tour ke lokasi jauh. Ia merujuk pada insiden kecelakaan bus rombongan SMK di Depok yang terjadi di Ciater, Subang, dan menewaskan 11 orang.

Menurutnya, tragedi itu seharusnya menjadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lain agar lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan siswa.

“Apa nggak trauma? Ke Jawa Timur naik bus lagi, ampun,” ungkapnya.

Baca Juga:  Studi Tour Hanya Jadi Beban, Dedi Mulyadi Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat

Namun, pihak sekolah beralasan bahwa mereka salah menafsirkan surat edaran terkait larangan study tour.

“Kami berpikirnya itu hanya imbauan, bukan larangan. Kecuali jika sudah bekerjasama dengan kampus tertentu, baru diperbolehkan,” kata Humas SMAN 6 Depok.

Mendengar hal tersebut, Dedi menganalogikan kebijakan ini dengan peringatan cuaca ekstrem.

“Kalau ada imbauan hujan badai dan dilarang keluar rumah, terus tetap keluar rumah dan kena musibah, salah siapa?” pungkasnya.

Meskipun kontroversial, Dedi menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat demi keselamatan siswa. Namun, ia tetap meminta maaf jika kebijakan ini menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!

Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.