bukamata.id – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026) sore.
Massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 15.24 WIB dengan mengenakan almamater kampus masing-masing. Mereka berjalan berbaris menuju depan Gedung DPRD Jabar sambil membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Dalam aksi yang mengusung tajuk “Indonesia Darurat” tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi ekonomi, hingga isu demokrasi dan hak asasi manusia.
Salah satu atribut yang menarik perhatian adalah replika guillotine, alat eksekusi yang identik dengan Revolusi Prancis. Pada bagian tengah replika tersebut terpasang tulisan “RIP Demokrasi”, sebagai simbol kritik terhadap kondisi demokrasi yang dinilai mengalami kemunduran.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat, aksi tersebut membawa tujuh tuntutan utama kepada pemerintah.
Tuntutan pertama adalah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menstabilkan nilai tukar rupiah. Mahasiswa menilai kondisi ekonomi saat ini semakin membebani masyarakat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemborosan anggaran serta membenahi komunikasi publik yang dilakukan pemerintah pusat.
Mahasiswa juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa atau Koperasi Merah Putih yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.
Tak hanya itu, mereka menuntut pencabutan Undang-Undang TNI dan Polri yang dianggap berpotensi mengancam ruang sipil. Massa juga mendesak dilakukan evaluasi total terhadap Kabinet Merah Putih yang dinilai tidak mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Dalam tuntutan terakhirnya, mahasiswa meminta pemerintah memperkuat penegakan hak asasi manusia (HAM) serta menghentikan praktik impunitas terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi.
Sepanjang aksi berlangsung, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Mereka menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang dianggap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Sementara itu, aparat kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Hingga sore hari, aksi berlangsung tertib dengan mahasiswa terus menyuarakan tuntutan mereka melalui orasi dan berbagai atribut aksi yang dibawa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









