Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB

STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung

Rabu, 10 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Megah Tapi Sepi: Nasib Tragis Bandara Kertajati yang Menelan Triliunan Rupiah

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 13:00 WIB2 Mins Read
BIJB Kertajati. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan transportasi udara baru di Indonesia, kini menghadapi kenyataan pahit. Meski dibangun megah dengan anggaran sekitar Rp2,6 triliun, bandara ini justru sepi aktivitas dan terus merugi.

Sejak diresmikan pada 24 Mei 2018, Bandara Kertajati awalnya diproyeksikan sebagai bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta. Namun, kenyataan di lapangan sangat jauh dari ekspektasi. Pada akhir Juni 2025, seluruh penerbangan domestik di bandara ini resmi dihentikan. Saat ini, hanya tersisa satu rute internasional menuju Singapura, itu pun hanya beroperasi dua kali dalam seminggu.

Minimnya akses transportasi dan jarak yang jauh dari pusat kota menjadi faktor utama masyarakat enggan memanfaatkan fasilitas ini. Alih-alih menjadi pilihan utama warga Jawa Barat, banyak penumpang yang masih lebih memilih Bandara Halim Perdanakusuma atau Soekarno-Hatta.

Tak tinggal diam, pemerintah pernah mencoba menghidupkan Kertajati dengan memindahkan seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Namun, kebijakan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang. Akibatnya, bandara ini masih membebani anggaran daerah dengan kerugian operasional mencapai Rp60 miliar setiap tahunnya.

Baca Juga:  Setelah Investasi Rp1,7 Triliun, Pemprov Jabar Pilih Lepas Kepemilikan BIJB Kertajati

Situasi ini menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam rapat paripurna Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka, ia mengungkapkan keprihatinannya. Dengan nada sindiran khas Sunda, ia menyebut bandara ini sebagai “peuteuy selong” — istilah yang menggambarkan sesuatu yang tampak menjanjikan di luar, namun kosong di dalam.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Jabar Tegaskan: Pembangunan Jalan Harus Berkualitas, Bukan Asal Jadi!

“Bandarana geus robah jadi peuteuy selong. Kunaon? Euweuh pesawatna, teu maju-maju,” ujar Dedi, Sabtu (7/6/2025).

Ia juga menyoroti beban keuangan yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya hanya untuk menopang operasional bandara tersebut.

Baca Juga:  Demi Kesejahteraan Rakyat, Bey Dorong Pemdes Manfaatkan Bandara Kertajati

“Pan nombok unggal taun Rp30 miliar. Kudu kumaha?” keluhnya di hadapan pejabat daerah.

Dedi pun menegaskan perlunya desain strategi baru untuk menyelamatkan bandara ini, sambil meminta waktu untuk menyusun langkah konkret.

Dengan fasilitas kelas dunia dan potensi besar sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Barat, Bandara Kertajati sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Namun tanpa langkah nyata dan terintegrasi, megaproyek ini terancam menjadi simbol gagalnya perencanaan infrastruktur berskala besar di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Majalengka Infrastruktur Jawa Barat Penerbangan Indonesia Proyek Gagal Transportasi Udara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.