Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!

Kamis, 17 September 2026 15:02 WIB

Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika

Kamis, 17 September 2026 15:02 WIB

Jadwal Persib Bandung Usai Taklukkan FC Seoul: Tantangan Fisik di Kandang Persijap Jepara

Kamis, 17 September 2026 14:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!
  • Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika
  • Jadwal Persib Bandung Usai Taklukkan FC Seoul: Tantangan Fisik di Kandang Persijap Jepara
  • Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung
  • Ditakuti Karena Terlalu OP! Aksi Kilat 4,65 Detik Anak Gresik Ini Bikin Indonesia Disegani
  • Tampil Gemilang di Seoul, Teja Paku Alam Ungkap Sosok yang Membuatnya Berjuang
  • Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran
  • Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Megah Tapi Sepi: Nasib Tragis Bandara Kertajati yang Menelan Triliunan Rupiah

By Aga GustianaRabu, 2 Juli 2025 13:00 WIB2 Mins Read
BIJB Kertajati. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan transportasi udara baru di Indonesia, kini menghadapi kenyataan pahit. Meski dibangun megah dengan anggaran sekitar Rp2,6 triliun, bandara ini justru sepi aktivitas dan terus merugi.

Sejak diresmikan pada 24 Mei 2018, Bandara Kertajati awalnya diproyeksikan sebagai bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta. Namun, kenyataan di lapangan sangat jauh dari ekspektasi. Pada akhir Juni 2025, seluruh penerbangan domestik di bandara ini resmi dihentikan. Saat ini, hanya tersisa satu rute internasional menuju Singapura, itu pun hanya beroperasi dua kali dalam seminggu.

Minimnya akses transportasi dan jarak yang jauh dari pusat kota menjadi faktor utama masyarakat enggan memanfaatkan fasilitas ini. Alih-alih menjadi pilihan utama warga Jawa Barat, banyak penumpang yang masih lebih memilih Bandara Halim Perdanakusuma atau Soekarno-Hatta.

Tak tinggal diam, pemerintah pernah mencoba menghidupkan Kertajati dengan memindahkan seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Namun, kebijakan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang. Akibatnya, bandara ini masih membebani anggaran daerah dengan kerugian operasional mencapai Rp60 miliar setiap tahunnya.

Baca Juga:  BIJB Tetap Jadi Bandara Resmi Pelayanan Haji dan Umrah 2025

Situasi ini menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam rapat paripurna Hari Jadi ke-535 Kabupaten Majalengka, ia mengungkapkan keprihatinannya. Dengan nada sindiran khas Sunda, ia menyebut bandara ini sebagai “peuteuy selong” — istilah yang menggambarkan sesuatu yang tampak menjanjikan di luar, namun kosong di dalam.

Baca Juga:  Rutin Gelar Event Tiap Minggu, Cara Disparbud Jabar Promosikan Bandara Kertajati

“Bandarana geus robah jadi peuteuy selong. Kunaon? Euweuh pesawatna, teu maju-maju,” ujar Dedi, Sabtu (7/6/2025).

Ia juga menyoroti beban keuangan yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya hanya untuk menopang operasional bandara tersebut.

Baca Juga:  Menhub Minta Wacana Reaktivasi Bandara Husein Dikaji Matang, Jangan Ganggu Kertajati

“Pan nombok unggal taun Rp30 miliar. Kudu kumaha?” keluhnya di hadapan pejabat daerah.

Dedi pun menegaskan perlunya desain strategi baru untuk menyelamatkan bandara ini, sambil meminta waktu untuk menyusun langkah konkret.

Dengan fasilitas kelas dunia dan potensi besar sebagai pintu gerbang ekonomi Jawa Barat, Bandara Kertajati sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Namun tanpa langkah nyata dan terintegrasi, megaproyek ini terancam menjadi simbol gagalnya perencanaan infrastruktur berskala besar di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!

Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika

ilustrasi gempa

Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.