bukamata.id – Euforia kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (18/10/2026), tak bisa dirayakan berlama-lama oleh armada Persib Bandung. Pasukan Maung Bandung langsung dihadapkan pada periode krusial dengan rotasi laga yang sangat mepet dalam lanjutan Super League 2026/2027.
Tanpa waktu istirahat yang ideal, rombongan Pangeran Biru sudah bertolak menuju Surabaya pada Selasa (20/10/2026) sebelum menempuh jalur darat ke Madura demi menantang Madura United pada Kamis (22/10/2026). Jeda waktu tiga hari usai laga kandang praktis habis terbagi antara pemulihan fisik dan agenda perjalanan lintas daerah.
“Pemulihan, Penerbangan, Latihan, Tanding!”
Meranggapi himpitan jadwal yang menguras tenaga anak asuhnya, pelatih Persib, Igor Tolic, menanggapi situasi tersebut dengan nada santai bercampur seloroh. Bagi Igor, skema yang harus dijalani timnya sangat lugas dan tidak perlu dibuat rumit.
“Jadi pemulihan, penerbangan, hotel, makan malam setelah latihan ini, satu kali meeting dan pertandingan. Jadi ini rencananya, dan ini berlaku untuk tiga pekan ke depan juga,” kata Igor, di Stadion Si Jalak Harupat.
Garis waktu yang dipaparkan Igor memang bukan gertakan semata. Pasalnya, maraton pertandingan sengit ini bakal membendung Persib hingga tiga pekan mendatang:
- 22 Oktober 2026: Bertandang ke markas Madura United
- 25 Oktober 2026: Melakoni laga tandang kontra Garudayaksa di Bogor
- 28 Oktober 2026: Menjamu Melbourne Victory di pentas AFC Champions League Two
- 1 November 2026: Kembali tampil di kandang menghadapi Adhyaksa
Rahasia Fokus Pemain Tanpa Wejangan Khusus
Meskipun harus berlaga dengan jarak antarpertandingan yang amat sempit, Igor menegaskan tidak memberikan doktrin atau motivasi berlebihan kepada anak asuhnya di ruang ganti. Menurutnya, kekompakan dan mentalitas bertanding para pemain Persib sudah terbentuk secara alami.
“Saya benar-benar tidak mengatakan apa-apa, para pemain, mereka adalah grup yang bagus, mereka sangat fokus, mereka bersama-sama,” kata Igor.
Pelatih asal Kroasia itu menilai dorongan terbesar para pemain justru lahir dari atmosfer kompetisi, hasil positif di lapangan, serta dukungan tak henti dari para Bobotoh.
“Jadi mereka hanya ingin memberikan yang terbaik dan seperti yang saya katakan sebelumnya, menang atau kalah, pendekatan terhadap pertandingan harus bagus. Sejauh ini, semua pertandingan, pendekatan dari para pemain terhadap pertandingan sangat luar biasa,” ucapnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










