Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 12:02 WIB

Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB

Minggu, 1 November 2026 11:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Oriental Circus Indonesia: Mantan Pemain Ungkap Kekerasan dan Eksploitasi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:45 WIB2 Mins Read
Sirkus
Ilustrasi pertunjukan sirkus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik sorotan lampu dan tepuk tangan penonton yang memeriahkan pertunjukan Oriental Circus Indonesia (OCI) selama puluhan tahun, tersimpan kisah pilu dari sejumlah mantan pemainnya. Dalam sebuah audiensi di Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (15/4/2025), mereka mengungkapkan pengalaman pahit selama bertahun-tahun menjadi bagian dari sirkus legendaris tersebut.

Di hadapan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, para mantan pemain—yang sebagian besar perempuan—mengaku menjadi korban kekerasan fisik, eksploitasi tenaga kerja, dan tekanan psikologis. Bahkan, mereka menyebut pernah mengalami upah tidak dibayarkan dan harus menjalani jam kerja yang tidak manusiawi.

Pengakuan mengejutkan ini menguak sisi gelap dunia hiburan yang selama ini dikenal penuh atraksi dan tawa. Para korban juga menyebut nama Taman Safari Indonesia dalam kesaksian mereka, menyiratkan keterkaitan antara institusi tersebut dengan praktik-praktik yang mereka alami di OCI.

Baca Juga: Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

Baca Juga:  Kasus Bullying Meningkat, KPAI Sebut 3.800 Anak Alami Kekerasan di Era Digital

“Selama bertahun-tahun mereka tampil menghibur publik, ternyata menyimpan luka yang dalam. Banyak dari mereka bekerja dalam kondisi yang sangat tidak layak,” ujar Mugiyanto usai pertemuan tersebut.

Oriental Circus Indonesia bukan nama asing bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi 1980-an hingga awal 2000-an. Didirikan oleh Hadi Manansang pada 1967, OCI dikenal sebagai pelopor sirkus modern di tanah air. Awalnya bernama Oriental Show, kelompok ini resmi menggunakan nama Oriental Circus Indonesia sejak 1972.

Baca Juga:  Dewan Pers Kecam Kekerasan Aparat pada Jurnalis di DPR, Minta Propam Lakukan Penyelidikan

Dengan atraksi yang beragam—mulai dari trapeze terbang, juggling, badut, sulap, hingga aksi binatang liar—OCI berhasil menarik jutaan penonton. Selama masa keemasannya, mereka tercatat menggelar lebih dari 40 ribu pertunjukan di setidaknya 15 kota setiap tahun dan menghibur lebih dari 17 juta penonton.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Namun kejayaan itu mulai meredup menjelang akhir dekade 2010-an. Tahun 2019 menjadi titik akhir perjalanan OCI, seiring perubahan tren hiburan dan menurunnya minat masyarakat terhadap pertunjukan sirkus konvensional.

Baca Juga:  Viral Video Kekerasan Anak SD di Sukabumi, Polisi Bergerak Cepat Usut Pelaku

Kini, nama besar Oriental Circus Indonesia kembali mencuat—bukan karena kejayaan panggungnya, melainkan karena pengakuan para mantan pemain yang mengungkap praktik kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di balik layar pertunjukan.

Kementerian HAM pun berkomitmen untuk menindaklanjuti pengakuan ini, termasuk kemungkinan memanggil pihak Taman Safari Indonesia untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi soal pemulihan dan keadilan bagi korban. Kami mendorong siapa pun yang merasa menjadi korban untuk tidak takut menempuh jalur hukum,” tegas Mugiyanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kekerasan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.