Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Oriental Circus Indonesia: Mantan Pemain Ungkap Kekerasan dan Eksploitasi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:45 WIB2 Mins Read
Sirkus
Ilustrasi pertunjukan sirkus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik sorotan lampu dan tepuk tangan penonton yang memeriahkan pertunjukan Oriental Circus Indonesia (OCI) selama puluhan tahun, tersimpan kisah pilu dari sejumlah mantan pemainnya. Dalam sebuah audiensi di Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (15/4/2025), mereka mengungkapkan pengalaman pahit selama bertahun-tahun menjadi bagian dari sirkus legendaris tersebut.

Di hadapan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, para mantan pemain—yang sebagian besar perempuan—mengaku menjadi korban kekerasan fisik, eksploitasi tenaga kerja, dan tekanan psikologis. Bahkan, mereka menyebut pernah mengalami upah tidak dibayarkan dan harus menjalani jam kerja yang tidak manusiawi.

Pengakuan mengejutkan ini menguak sisi gelap dunia hiburan yang selama ini dikenal penuh atraksi dan tawa. Para korban juga menyebut nama Taman Safari Indonesia dalam kesaksian mereka, menyiratkan keterkaitan antara institusi tersebut dengan praktik-praktik yang mereka alami di OCI.

Baca Juga: Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

“Selama bertahun-tahun mereka tampil menghibur publik, ternyata menyimpan luka yang dalam. Banyak dari mereka bekerja dalam kondisi yang sangat tidak layak,” ujar Mugiyanto usai pertemuan tersebut.

Oriental Circus Indonesia bukan nama asing bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi 1980-an hingga awal 2000-an. Didirikan oleh Hadi Manansang pada 1967, OCI dikenal sebagai pelopor sirkus modern di tanah air. Awalnya bernama Oriental Show, kelompok ini resmi menggunakan nama Oriental Circus Indonesia sejak 1972.

Dengan atraksi yang beragam—mulai dari trapeze terbang, juggling, badut, sulap, hingga aksi binatang liar—OCI berhasil menarik jutaan penonton. Selama masa keemasannya, mereka tercatat menggelar lebih dari 40 ribu pertunjukan di setidaknya 15 kota setiap tahun dan menghibur lebih dari 17 juta penonton.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Namun kejayaan itu mulai meredup menjelang akhir dekade 2010-an. Tahun 2019 menjadi titik akhir perjalanan OCI, seiring perubahan tren hiburan dan menurunnya minat masyarakat terhadap pertunjukan sirkus konvensional.

Kini, nama besar Oriental Circus Indonesia kembali mencuat—bukan karena kejayaan panggungnya, melainkan karena pengakuan para mantan pemain yang mengungkap praktik kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di balik layar pertunjukan.

Kementerian HAM pun berkomitmen untuk menindaklanjuti pengakuan ini, termasuk kemungkinan memanggil pihak Taman Safari Indonesia untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi soal pemulihan dan keadilan bagi korban. Kami mendorong siapa pun yang merasa menjadi korban untuk tidak takut menempuh jalur hukum,” tegas Mugiyanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kekerasan Oriental Circus Indonesia sirkus Taman Safari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.