Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bergerak Diam-Diam! Nama Jesé Rodriguez Muncul, Bobotoh Heboh

Kamis, 18 Juni 2026 10:58 WIB

Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia, Portugal Malah Gagal Menang di Piala Dunia 2026!

Kamis, 18 Juni 2026 10:50 WIB

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Kamis, 18 Juni 2026 09:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bergerak Diam-Diam! Nama Jesé Rodriguez Muncul, Bobotoh Heboh
  • Ronaldo Pecahkan Rekor Dunia, Portugal Malah Gagal Menang di Piala Dunia 2026!
  • Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi
  • Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini
  • Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak
  • Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak
  • Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Oriental Circus Indonesia: Mantan Pemain Ungkap Kekerasan dan Eksploitasi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:45 WIB2 Mins Read
Sirkus
Ilustrasi pertunjukan sirkus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik sorotan lampu dan tepuk tangan penonton yang memeriahkan pertunjukan Oriental Circus Indonesia (OCI) selama puluhan tahun, tersimpan kisah pilu dari sejumlah mantan pemainnya. Dalam sebuah audiensi di Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (15/4/2025), mereka mengungkapkan pengalaman pahit selama bertahun-tahun menjadi bagian dari sirkus legendaris tersebut.

Di hadapan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, para mantan pemain—yang sebagian besar perempuan—mengaku menjadi korban kekerasan fisik, eksploitasi tenaga kerja, dan tekanan psikologis. Bahkan, mereka menyebut pernah mengalami upah tidak dibayarkan dan harus menjalani jam kerja yang tidak manusiawi.

Pengakuan mengejutkan ini menguak sisi gelap dunia hiburan yang selama ini dikenal penuh atraksi dan tawa. Para korban juga menyebut nama Taman Safari Indonesia dalam kesaksian mereka, menyiratkan keterkaitan antara institusi tersebut dengan praktik-praktik yang mereka alami di OCI.

Baca Juga: Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

Baca Juga:  AJI Catat 11 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Aparat saat Demo Tolak RUU Pilkada

“Selama bertahun-tahun mereka tampil menghibur publik, ternyata menyimpan luka yang dalam. Banyak dari mereka bekerja dalam kondisi yang sangat tidak layak,” ujar Mugiyanto usai pertemuan tersebut.

Oriental Circus Indonesia bukan nama asing bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi 1980-an hingga awal 2000-an. Didirikan oleh Hadi Manansang pada 1967, OCI dikenal sebagai pelopor sirkus modern di tanah air. Awalnya bernama Oriental Show, kelompok ini resmi menggunakan nama Oriental Circus Indonesia sejak 1972.

Baca Juga:  Wisata Bogor Terbaik untuk Keluarga dan Anak: Rekomendasi Lengkap 2025

Dengan atraksi yang beragam—mulai dari trapeze terbang, juggling, badut, sulap, hingga aksi binatang liar—OCI berhasil menarik jutaan penonton. Selama masa keemasannya, mereka tercatat menggelar lebih dari 40 ribu pertunjukan di setidaknya 15 kota setiap tahun dan menghibur lebih dari 17 juta penonton.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Namun kejayaan itu mulai meredup menjelang akhir dekade 2010-an. Tahun 2019 menjadi titik akhir perjalanan OCI, seiring perubahan tren hiburan dan menurunnya minat masyarakat terhadap pertunjukan sirkus konvensional.

Baca Juga:  Permudah Pengaduan Kekerasan, Dua Layanan Online DP3A Kini Dalam Genggaman

Kini, nama besar Oriental Circus Indonesia kembali mencuat—bukan karena kejayaan panggungnya, melainkan karena pengakuan para mantan pemain yang mengungkap praktik kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di balik layar pertunjukan.

Kementerian HAM pun berkomitmen untuk menindaklanjuti pengakuan ini, termasuk kemungkinan memanggil pihak Taman Safari Indonesia untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi soal pemulihan dan keadilan bagi korban. Kami mendorong siapa pun yang merasa menjadi korban untuk tidak takut menempuh jalur hukum,” tegas Mugiyanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kekerasan Oriental Circus Indonesia sirkus Taman Safari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menguak Duduk Perkara Kasus Hotel Sultan: Konflik 26 Tahun Pontjo Sutowo vs Negara yang Berakhir Eksekusi

Gara-gara Blunder Iklan Sensitif, Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Negara Ini

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas

Kapolda Jabar Apresiasi Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar Berjalan Tertib dan Kondusif

Gaduh Subsidi Sekolah Swasta Jabar: Klaim Pemprov Dibantah BMPS, Sebut Anggaran Tidak Masuk Akal

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.