Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba

Kamis, 17 September 2026 01:00 WIB

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mengenal Oriental Circus Indonesia: Mantan Pemain Ungkap Kekerasan dan Eksploitasi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 10:45 WIB2 Mins Read
Sirkus
Ilustrasi pertunjukan sirkus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik sorotan lampu dan tepuk tangan penonton yang memeriahkan pertunjukan Oriental Circus Indonesia (OCI) selama puluhan tahun, tersimpan kisah pilu dari sejumlah mantan pemainnya. Dalam sebuah audiensi di Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (15/4/2025), mereka mengungkapkan pengalaman pahit selama bertahun-tahun menjadi bagian dari sirkus legendaris tersebut.

Di hadapan Wakil Menteri HAM Mugiyanto, para mantan pemain—yang sebagian besar perempuan—mengaku menjadi korban kekerasan fisik, eksploitasi tenaga kerja, dan tekanan psikologis. Bahkan, mereka menyebut pernah mengalami upah tidak dibayarkan dan harus menjalani jam kerja yang tidak manusiawi.

Pengakuan mengejutkan ini menguak sisi gelap dunia hiburan yang selama ini dikenal penuh atraksi dan tawa. Para korban juga menyebut nama Taman Safari Indonesia dalam kesaksian mereka, menyiratkan keterkaitan antara institusi tersebut dengan praktik-praktik yang mereka alami di OCI.

Baca Juga: Kisah Kelam Mantan Pemain Sirkus OCI: Dirantai, Disetrum, hingga Alami Kelumpuhan

Baca Juga:  Permudah Pengaduan Kekerasan, Dua Layanan Online DP3A Kini Dalam Genggaman

“Selama bertahun-tahun mereka tampil menghibur publik, ternyata menyimpan luka yang dalam. Banyak dari mereka bekerja dalam kondisi yang sangat tidak layak,” ujar Mugiyanto usai pertemuan tersebut.

Oriental Circus Indonesia bukan nama asing bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi 1980-an hingga awal 2000-an. Didirikan oleh Hadi Manansang pada 1967, OCI dikenal sebagai pelopor sirkus modern di tanah air. Awalnya bernama Oriental Show, kelompok ini resmi menggunakan nama Oriental Circus Indonesia sejak 1972.

Baca Juga:  PBNU Minta Pemerintah Rumuskan Strategi Penanggulangan Kekerasan di Lembaga Pendidikan

Dengan atraksi yang beragam—mulai dari trapeze terbang, juggling, badut, sulap, hingga aksi binatang liar—OCI berhasil menarik jutaan penonton. Selama masa keemasannya, mereka tercatat menggelar lebih dari 40 ribu pertunjukan di setidaknya 15 kota setiap tahun dan menghibur lebih dari 17 juta penonton.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Namun kejayaan itu mulai meredup menjelang akhir dekade 2010-an. Tahun 2019 menjadi titik akhir perjalanan OCI, seiring perubahan tren hiburan dan menurunnya minat masyarakat terhadap pertunjukan sirkus konvensional.

Baca Juga:  Viral Video Kekerasan Anak SD di Sukabumi, Polisi Bergerak Cepat Usut Pelaku

Kini, nama besar Oriental Circus Indonesia kembali mencuat—bukan karena kejayaan panggungnya, melainkan karena pengakuan para mantan pemain yang mengungkap praktik kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di balik layar pertunjukan.

Kementerian HAM pun berkomitmen untuk menindaklanjuti pengakuan ini, termasuk kemungkinan memanggil pihak Taman Safari Indonesia untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi soal pemulihan dan keadilan bagi korban. Kami mendorong siapa pun yang merasa menjadi korban untuk tidak takut menempuh jalur hukum,” tegas Mugiyanto.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kekerasan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.