Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat

Rabu, 29 Juli 2026 09:18 WIB

Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi

Rabu, 29 Juli 2026 09:06 WIB

Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal

Rabu, 29 Juli 2026 08:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Naskah Kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian Warnai HUT Jabar ke-80

By Aga GustianaRabu, 20 Agustus 2025 09:20 WIB2 Mins Read
Rieke Dyah Pitaloka
Rieke Dyah Pitaloka membacakan naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian. (Foto: Humas Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/8/2025), berlangsung dengan nuansa budaya yang kental. Salah satu prosesi utama adalah pembacaan naskah kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian, yang dibawakan oleh anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka bersama budayawan Iman Soleh di Gedung Merdeka, Bandung.

Makna Sang Hyang Siksa Kandang Karesian

Filolog Anggi Endrawan menjelaskan bahwa naskah ini bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga pedoman kehidupan yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan sistem tata kelola pemerintahan pada masa kerajaan Sunda.

“Sang Hyang berarti suci, siksa berarti ajaran, sementara kandang karesian bermakna aturan dengan batasan tertentu. Jadi, naskah ini merupakan pedoman hidup, terutama terkait tata kenegaraan pada zamannya,” tutur Anggi.

Proses Kajian Naskah Kuno

Menurut Anggi, membuka kembali isi naskah kuno bukanlah hal mudah. Dibutuhkan keahlian khusus dari seorang filolog. Prosesnya meliputi penelusuran manuskrip, transliterasi dari aksara Sunda ke aksara Latin, penerjemahan ke bahasa Sunda atau Indonesia modern, hingga kajian teks yang mendalam.

“Dari kajian teks itulah nilai-nilai kearifan lokal bisa ditemukan kembali dan diterapkan pada kehidupan masa kini,” tambahnya.

Jejak Naskah di Garut dan Sumedang

Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian pertama kali ditemukan di Kabuyutan Ciburuy, Garut. Namun, beberapa catatan menyebut ajaran di dalamnya memiliki keterkaitan erat dengan Sumedang.

Sumedang sendiri tercatat menyimpan ratusan naskah kuno. “Baru satu kali pencarian saja sudah ditemukan lebih dari 100 naskah, totalnya 190. Jadi, sejak masa kerajaan, Sumedang memang menjadi pusat karya intelektual,” ungkap Anggi.

Warisan Intelektual Jawa Barat

Anggi menegaskan bahwa kekayaan naskah kuno ini menjadi bukti tingginya peradaban leluhur Jawa Barat. Selain merekam sistem pemerintahan, naskah-naskah tersebut juga berisi tata nilai yang masih relevan hingga kini.

Ia berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, terus memberikan dukungan untuk penelitian dan pelestarian naskah kuno tersebut.

Relevansi dengan Kehidupan Modern

Ketika ditanya apakah ajaran dalam naskah ini bisa mengubah sistem yang berlaku saat ini, Anggi menegaskan justru sebaliknya.

“Menurut saya, naskah ini dapat memperkuat jati diri. Nilai-nilai kemanusiaan yang tertulis di dalamnya tidak ada yang bertentangan dengan aturan modern. Justru bisa menjadi penguat dalam kehidupan berbangsa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR RI HUT Jabar naskah kuno Rieke Dyah Pitaloka Sang Hyang Siksa Kandang Karesian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.