Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SUBHANALLAH! Lantunan Ayat Suci Hafiz Cilik Naufal Iringi Kemenangan Bersejarah Persib di Australia!

Kamis, 5 November 2026 11:01 WIB

Peluang Tembus ACL Elite Terbuka! Rekor Nyaris Sempurna Persib di ACL 2 Dongkrak Peringkat Liga Indonesia

Kamis, 5 November 2026 10:37 WIB

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Kamis, 5 November 2026 09:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SUBHANALLAH! Lantunan Ayat Suci Hafiz Cilik Naufal Iringi Kemenangan Bersejarah Persib di Australia!
  • Peluang Tembus ACL Elite Terbuka! Rekor Nyaris Sempurna Persib di ACL 2 Dongkrak Peringkat Liga Indonesia
  • Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?
  • Usai Amankan Tiket 16 Besar di Australia, Ini Jadwal Padat Persib Bandung Sepanjang November 2026
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar Sebut Zona Megathrust di Indonesia Miliki Lebar 50-150 Km

By Putra JuangSelasa, 20 Agustus 2024 22:22 WIB2 Mins Read
Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Yudhicara. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Yudhicara menyatakan, jika zona megathrust adalah zona subduksi yang berada pada zona seismogenik yang memiliki lebar 50-150 Km.

Hal itu disampaikan Yudhicara saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk ‘Waspada Gempa Megathrust’ yang digelar Departemen Teknik Geofisika ITS bekerja sama dengan PVMBG, U-INSPIRE dan IAGI, Selasa (20/8/2024).

“Zona megathrust adalah zona subduksi yang berada pada zona seismogenik yang memiliki lebar 50-150 Km, yang dimulai kedalaman batas atas dari zona seismogenik yaitu sekitar 5-10 Km dan biasanya memiliki suhu sekitar 100-150 derajat celcius,” ucap Yudhicara.

“Dan batas bawah pada kedalaman 25-55 Km di bawah permukaan dasar laut, biasanya memiliki suhu sekitar 350-450 derajat celceius atau dikontrol oleh baji serpentinisasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Badan Geologi Ungkap Penyebab Pergerakan Tanah di KM 177 Tol Cisumdawu

Yudhicara menyebut, beberapa studi menguhubungkan gempa besar sepanjang megathrust dengan kecepatan konvergem, umur lempeng, suplai sedimen, morfologi dasar laut dan pemekaran busur belakang.

“Variabel yang mempengaruhi stabil atau tidak stabil proses penunjaman lempeng antara lain efektifitas normal stress, suhu dari pemanasan gesekan, sifat material seperti komposisi batuan dan sedimen, permiabilitas dan kekasaran permukaan lempang yang menunjam,” katanya.

Baca Juga:  Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Menurutnya, kompleksitas sifat geser megathrust lebih menonjol di kedalaman kurang dari 15 Km di bawah dasar laut.

“Rasio slip seismik dan aseismik tinggi, variasi adanya sedimen yang mengeras, cairan yang dikeluarkan, struktur batimetri yang kasar pada lempeng subduksi, struktur kompleks dari prisma akrese dan kerentanan terhadap laju regangan tinggi,” jelasnya.

“Struktur batimetri, sedimen, tekanan air pori dan laju regangan semuanya berperan dalam perilaku seismik,” lanjutnya.

Baca Juga:  Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar 28 Kali Sejauh 2,5 Km Dini Hari Tadi

Yudhicara mengatakan, gempa megathrust pernah terjadi beberapa kali di Indonesia. Sedikitnya, ada delapan daerah yang pernah merasakan gempa megathrust ini.

“Di antaranya Aceh 2024 dengan kedalaman 13,5. Kemudian di Nias dengan kedalaman 30,5 Km. Lalu Mentawai dengan kedalaman 20,1 Km. Ada Bengkulu dengan kedalaman 30,5 Km,” imbuhnya.

“Kemudian ada Pangandaran dengan kedalaman 11,5 Km. Lalu Banyuwangi dengan kedalaman 11,5 Km. Kemudan ada Sumba dengan kedalaman 25 Km dan Biak dengan kedalaman 11,5 Km,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.