Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur

Sabtu, 13 Juni 2026 18:02 WIB

Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham

Sabtu, 13 Juni 2026 17:42 WIB

Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
  • Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu
  • Rumor Transfer Liga 1: Eks Brisbane Roar Lempar Sinyal ke Indonesia, Persib Bandung Siap Tampung?
  • Definisi Suami Takut Istri! Momen Gorila Kekar Ini Galau & Pasrah Habis Ribut Sama Pasangannya
  • Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta
  • Jalan Terjal Maung Bandung di Asia: Lewati Wakil Filipina, Persib Sudah Ditunggu FC Seoul dan Raksasa Jepang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Panen Bawang Hingga Budidaya Jamur Wakaf Hijau Berbuah Manis, Dorong Ekonomi Jemaah di Cibiru

By Putra JuangKamis, 21 Mei 2026 15:40 WIB4 Mins Read
Jamur. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Wakaf Hijau yang digagas Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bandung terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari panen bawang keempat di Masjid Al-Hidayah RW 03, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kamis (21/5/2026), yang dinilai mampu mendorong pemberdayaan ekonomi jemaah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan wakaf di perkotaan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin menyampaikan, kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program lanjutan reforma agraria, khususnya dalam optimalisasi tanah wakaf yang telah tersertifikasi.

“Ini program lanjutan dari kegiatan reforma agraria yang berawal dari pensertifikatan tanah wakaf masjid. Kebetulan masjid ini memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dengan konsep urban farming,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan urban farming dipilih karena kondisi Kota Bandung yang memiliki keterbatasan lahan, namun tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Dengan konsep tersebut, lahan sempit tetap dapat dimaksimalkan untuk kegiatan produktif.

“Dengan lahan terbatas, kita dorong agar tetap efektif digunakan untuk budidaya. Tadi kami juga mendapat informasi bahwa dari 1 kilogram bibit bawang bisa menghasilkan hingga 6 kilogram bawang siap jual. Ini sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Asal Usul Nama Pasar Cimol Gedebage, Pusat Thrift Shop Legend di Bandung

Yayat mengungkapkan, program Wakaf Hijau telah berjalan selama satu tahun di lima wilayah di Kota Bandung. Dari beberapa lokasi, Masjid Al-Hidayah menjadi salah satu yang paling berkembang, meskipun di lokasi lain masih menghadapi sejumlah kendala.

“Di beberapa titik masih ada tantangan, tapi kami terus melakukan pendampingan. Tahun ini juga masih ada anggaran untuk fasilitasi, sehingga program ini bisa terus berjalan dan berkembang,” jelasnya.

Ia juga menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas UMKM, hingga Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Kita bersinergi dari hulu sampai hilir. Mulai dari pembibitan, pendampingan teknis, hingga pemasaran. Harapannya produksi meningkat dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Hidayah, Ridwan bersyukur atas perkembangan program Wakaf Hijau di lingkungannya. Ia menyebut panen kali ini merupakan yang keempat, dengan hasil yang semakin meningkat.

Baca Juga:  Digelar Kementerian BUMN, 16 UMKM Binaan BSI Meriahkan Festival Jelajah Kuliner Nusantara di Bandung

“Alhamdulillah ini panen keempat. Awalnya hanya 2 kilogram, sekarang hampir semua lahan terisi bawang. Hasilnya cukup lumayan dan memberikan keuntungan,” ungkapnya.

Ridwan menjelaskan, selain bawang, program Wakaf Hijau di Masjid Al-Hidayah juga sempat mengembangkan berbagai usaha lain seperti budidaya lele, ayam, sayuran, dan jamur.

“Untuk ayam tidak dilanjutkan karena biaya pakan tidak seimbang dengan hasil. Lele masih berjalan, sayuran kurang ekonomis, tapi bawang ini yang paling menjanjikan. Keuntungannya bisa untuk kas masjid dan jamaah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, budidaya jamur sempat berhasil di awal, namun mengalami penurunan hasil pada periode berikutnya. Hal ini menjadi evaluasi untuk pengembangan ke depan.

Kini, budidaya jamur juga dikembangkan dengan mengeluarkan produk olahan jamur krispi yang hadir dengan empat varian rasa, yakni keju, original, BBQ dan pedas.

Ridwan berharap, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

“Harapan kami, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan ekonomi. Jadi masyarakat tertarik datang, bukan hanya mencari ilmu, tapi juga ada manfaat ekonominya,” tuturnya.

Baca Juga:  4 Kafe Seru Dekat Gedung Sate Bandung, Nongkrong Asyik dengan Suasana Kekinian

Di sisi lain, Koordinator Penyuluh Buruan Sae DKPP Kota Bandung, Ucu Nurhasanah, menyampaikan, pihaknya telah berkolaborasi dalam program reforma agraria selama tiga tahun terakhir, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui urban farming.

“DKPP memang fokus pada pemberdayaan. Kami punya binaan kelompok tani dan urban farming, termasuk program penghijauan masjid untuk ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, budidaya bawang dalam program Wakaf Hijau merupakan inovasi yang berhasil dan memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding komoditas lainnya.

“Dengan bawang ini kami melihat hasilnya cukup berhasil. Ini bagus sekali dan potensial untuk dikembangkan lebih luas,” katanya.

Ke depan, DKPP juga akan memperkuat kolaborasi dengan kelompok Buruan Sae, termasuk dalam penyediaan sarana prasarana serta pembinaan berkelanjutan.

“Kami akan bantu fasilitas dan pembinaan agar kelompok ini semakin berkembang dan mandiri,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bawang jamur Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.