Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Minggu, 20 September 2026 17:15 WIB

Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League

Minggu, 20 September 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
  • Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini
  • Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Panen Bawang Hingga Budidaya Jamur Wakaf Hijau Berbuah Manis, Dorong Ekonomi Jemaah di Cibiru

By Putra JuangKamis, 21 Mei 2026 15:40 WIB4 Mins Read
Jamur. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Wakaf Hijau yang digagas Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bandung terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari panen bawang keempat di Masjid Al-Hidayah RW 03, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kamis (21/5/2026), yang dinilai mampu mendorong pemberdayaan ekonomi jemaah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan wakaf di perkotaan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin menyampaikan, kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program lanjutan reforma agraria, khususnya dalam optimalisasi tanah wakaf yang telah tersertifikasi.

“Ini program lanjutan dari kegiatan reforma agraria yang berawal dari pensertifikatan tanah wakaf masjid. Kebetulan masjid ini memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dengan konsep urban farming,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan urban farming dipilih karena kondisi Kota Bandung yang memiliki keterbatasan lahan, namun tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Dengan konsep tersebut, lahan sempit tetap dapat dimaksimalkan untuk kegiatan produktif.

“Dengan lahan terbatas, kita dorong agar tetap efektif digunakan untuk budidaya. Tadi kami juga mendapat informasi bahwa dari 1 kilogram bibit bawang bisa menghasilkan hingga 6 kilogram bawang siap jual. Ini sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Warga Bandung Bisa Melintas Tanpa Berhenti di Flyover Pasupati saat Malam Tahun Baru

Yayat mengungkapkan, program Wakaf Hijau telah berjalan selama satu tahun di lima wilayah di Kota Bandung. Dari beberapa lokasi, Masjid Al-Hidayah menjadi salah satu yang paling berkembang, meskipun di lokasi lain masih menghadapi sejumlah kendala.

“Di beberapa titik masih ada tantangan, tapi kami terus melakukan pendampingan. Tahun ini juga masih ada anggaran untuk fasilitasi, sehingga program ini bisa terus berjalan dan berkembang,” jelasnya.

Ia juga menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas UMKM, hingga Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Kita bersinergi dari hulu sampai hilir. Mulai dari pembibitan, pendampingan teknis, hingga pemasaran. Harapannya produksi meningkat dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Hidayah, Ridwan bersyukur atas perkembangan program Wakaf Hijau di lingkungannya. Ia menyebut panen kali ini merupakan yang keempat, dengan hasil yang semakin meningkat.

Baca Juga:  JRX Pool Harap Pebiliar Dapat Ilmu dan Pengalaman Baru di Bandung Open Tournament Championship

“Alhamdulillah ini panen keempat. Awalnya hanya 2 kilogram, sekarang hampir semua lahan terisi bawang. Hasilnya cukup lumayan dan memberikan keuntungan,” ungkapnya.

Ridwan menjelaskan, selain bawang, program Wakaf Hijau di Masjid Al-Hidayah juga sempat mengembangkan berbagai usaha lain seperti budidaya lele, ayam, sayuran, dan jamur.

“Untuk ayam tidak dilanjutkan karena biaya pakan tidak seimbang dengan hasil. Lele masih berjalan, sayuran kurang ekonomis, tapi bawang ini yang paling menjanjikan. Keuntungannya bisa untuk kas masjid dan jamaah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, budidaya jamur sempat berhasil di awal, namun mengalami penurunan hasil pada periode berikutnya. Hal ini menjadi evaluasi untuk pengembangan ke depan.

Kini, budidaya jamur juga dikembangkan dengan mengeluarkan produk olahan jamur krispi yang hadir dengan empat varian rasa, yakni keju, original, BBQ dan pedas.

Ridwan berharap, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

“Harapan kami, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan ekonomi. Jadi masyarakat tertarik datang, bukan hanya mencari ilmu, tapi juga ada manfaat ekonominya,” tuturnya.

Baca Juga:  Kuliner Malam di Cilaki: Rekomendasi Jajanan Kaki Lima Bandung

Di sisi lain, Koordinator Penyuluh Buruan Sae DKPP Kota Bandung, Ucu Nurhasanah, menyampaikan, pihaknya telah berkolaborasi dalam program reforma agraria selama tiga tahun terakhir, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui urban farming.

“DKPP memang fokus pada pemberdayaan. Kami punya binaan kelompok tani dan urban farming, termasuk program penghijauan masjid untuk ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, budidaya bawang dalam program Wakaf Hijau merupakan inovasi yang berhasil dan memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding komoditas lainnya.

“Dengan bawang ini kami melihat hasilnya cukup berhasil. Ini bagus sekali dan potensial untuk dikembangkan lebih luas,” katanya.

Ke depan, DKPP juga akan memperkuat kolaborasi dengan kelompok Buruan Sae, termasuk dalam penyediaan sarana prasarana serta pembinaan berkelanjutan.

“Kami akan bantu fasilitas dan pembinaan agar kelompok ini semakin berkembang dan mandiri,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.