Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!

Kamis, 5 November 2026 21:11 WIB

Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United

Kamis, 5 November 2026 21:04 WIB

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kamis, 5 November 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!
  • Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United
  • Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka
  • Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Panen Bawang Hingga Budidaya Jamur Wakaf Hijau Berbuah Manis, Dorong Ekonomi Jemaah di Cibiru

By Putra JuangKamis, 21 Mei 2026 15:40 WIB4 Mins Read
Jamur. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Wakaf Hijau yang digagas Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bandung terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari panen bawang keempat di Masjid Al-Hidayah RW 03, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kamis (21/5/2026), yang dinilai mampu mendorong pemberdayaan ekonomi jemaah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan wakaf di perkotaan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bandung, Yayat Ahadiat Awaludin menyampaikan, kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program lanjutan reforma agraria, khususnya dalam optimalisasi tanah wakaf yang telah tersertifikasi.

“Ini program lanjutan dari kegiatan reforma agraria yang berawal dari pensertifikatan tanah wakaf masjid. Kebetulan masjid ini memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dengan konsep urban farming,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan urban farming dipilih karena kondisi Kota Bandung yang memiliki keterbatasan lahan, namun tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Dengan konsep tersebut, lahan sempit tetap dapat dimaksimalkan untuk kegiatan produktif.

“Dengan lahan terbatas, kita dorong agar tetap efektif digunakan untuk budidaya. Tadi kami juga mendapat informasi bahwa dari 1 kilogram bibit bawang bisa menghasilkan hingga 6 kilogram bawang siap jual. Ini sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Gelar Munas Pertama, Federasi SP BPD Siap Jadi Wadah Harmonisasi Karyawan dan Perusahaan

Yayat mengungkapkan, program Wakaf Hijau telah berjalan selama satu tahun di lima wilayah di Kota Bandung. Dari beberapa lokasi, Masjid Al-Hidayah menjadi salah satu yang paling berkembang, meskipun di lokasi lain masih menghadapi sejumlah kendala.

“Di beberapa titik masih ada tantangan, tapi kami terus melakukan pendampingan. Tahun ini juga masih ada anggaran untuk fasilitasi, sehingga program ini bisa terus berjalan dan berkembang,” jelasnya.

Ia juga menilai pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas UMKM, hingga Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Kita bersinergi dari hulu sampai hilir. Mulai dari pembibitan, pendampingan teknis, hingga pemasaran. Harapannya produksi meningkat dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Hidayah, Ridwan bersyukur atas perkembangan program Wakaf Hijau di lingkungannya. Ia menyebut panen kali ini merupakan yang keempat, dengan hasil yang semakin meningkat.

Baca Juga:  Neta Amarta Bandung: Pusat Layanan Mobil Listrik Terlengkap, dari Penjualan hingga Perawatan

“Alhamdulillah ini panen keempat. Awalnya hanya 2 kilogram, sekarang hampir semua lahan terisi bawang. Hasilnya cukup lumayan dan memberikan keuntungan,” ungkapnya.

Ridwan menjelaskan, selain bawang, program Wakaf Hijau di Masjid Al-Hidayah juga sempat mengembangkan berbagai usaha lain seperti budidaya lele, ayam, sayuran, dan jamur.

“Untuk ayam tidak dilanjutkan karena biaya pakan tidak seimbang dengan hasil. Lele masih berjalan, sayuran kurang ekonomis, tapi bawang ini yang paling menjanjikan. Keuntungannya bisa untuk kas masjid dan jamaah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, budidaya jamur sempat berhasil di awal, namun mengalami penurunan hasil pada periode berikutnya. Hal ini menjadi evaluasi untuk pengembangan ke depan.

Kini, budidaya jamur juga dikembangkan dengan mengeluarkan produk olahan jamur krispi yang hadir dengan empat varian rasa, yakni keju, original, BBQ dan pedas.

Ridwan berharap, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat untuk memakmurkan masjid.

“Harapan kami, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat kegiatan ekonomi. Jadi masyarakat tertarik datang, bukan hanya mencari ilmu, tapi juga ada manfaat ekonominya,” tuturnya.

Baca Juga:  Dulu Dikenal Mistis, Kini Roemah Kentang Bandung Cocok Dijadikan Tempat Nongkrong

Di sisi lain, Koordinator Penyuluh Buruan Sae DKPP Kota Bandung, Ucu Nurhasanah, menyampaikan, pihaknya telah berkolaborasi dalam program reforma agraria selama tiga tahun terakhir, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui urban farming.

“DKPP memang fokus pada pemberdayaan. Kami punya binaan kelompok tani dan urban farming, termasuk program penghijauan masjid untuk ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, budidaya bawang dalam program Wakaf Hijau merupakan inovasi yang berhasil dan memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding komoditas lainnya.

“Dengan bawang ini kami melihat hasilnya cukup berhasil. Ini bagus sekali dan potensial untuk dikembangkan lebih luas,” katanya.

Ke depan, DKPP juga akan memperkuat kolaborasi dengan kelompok Buruan Sae, termasuk dalam penyediaan sarana prasarana serta pembinaan berkelanjutan.

“Kami akan bantu fasilitas dan pembinaan agar kelompok ini semakin berkembang dan mandiri,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.