Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP

Jumat, 2 Oktober 2026 12:34 WIB

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-off

Jumat, 2 Oktober 2026 12:05 WIB

Misi Persib Taklukkan ASEAN Dimulai, Peralta Soroti Ketatnya Persaingan Grup B

Jumat, 2 Oktober 2026 11:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP
  • Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-off
  • Misi Persib Taklukkan ASEAN Dimulai, Peralta Soroti Ketatnya Persaingan Grup B
  • Kabar Baik! BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Kapan Cair?
  • 14 Siswa SDN Garuda Cisarua Diduga Keracunan, Sampel Makanan MBG Diperiksa
  • Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra
  • Dua Wakil Indonesia ke Semifinal Padel Asian Games 2026, Medali Sudah di Tangan
  • Jelang Port FC vs Persib, Maung Bandung Dihadapkan pada Ancaman Bruno Moreira
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penghapus Dosa Setahun: Catat Jadwal Puasa Tasua & Asyura Juni 2026, Lengkap dengan Panduan Niatnya!

By Aga GustianaJumat, 19 Juni 2026 13:16 WIB4 Mins Read
Bacaan niat puasa. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Memasuki gerbang tahun baru Islam 1448 Hijriah, umat Muslim kini menyambut bulan Muharram—satu dari empat momentum suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat. Di bulan yang penuh berkah ini, grafik amalan sunnah sangat dianjurkan untuk ditingkatkan, mulai dari bersedekah hingga memperbanyak tadarus Al-Qur’an.

Namun, dari sekian banyak ibadah, ada satu momentum emas yang paling dinantikan: Puasa Tasua dan Asyura. Dua puasa sunnah ini bukan sekadar rutinitas ibadah biasa, melainkan ladang pengampunan dosa yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Kapan waktu pelaksanaannya di tahun 2026 berdasarkan ketetapan para ulama dan otoritas keagamaan di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.

Mengapa Harus Tanggal 9 & 10 Muharram?

Secara harfiah, Tasua merujuk pada amalan puasa pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Asyura adalah puncaknya yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Sebelum kewajiban puasa Ramadan turun, Rasulullah SAW bahkan menaruh perhatian besar pada hari Asyura. Rekam jejak sejarah ini termaktub dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Ummul Mukminin Aisyah RA menceritakan bahwa masyarakat Quraisy pada era Jahiliah pun sempat mengagungkan hari tersebut. Setelah kewajiban Ramadan berlaku, status puasa Asyura bergeser menjadi sunnah muakkad yang sangat dianjurkan.

Lantas, mengapa kita juga diminta berpuasa pada hari Tasua? Langkah ini merupakan strategi Rasulullah SAW untuk membedakan ritus ibadah umat Islam agar tidak persis dengan tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya memuliakan tanggal 10 Muharram saja.

Kalender Resmi: Jadwal Puasa Muharram 2026

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia, 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Berdasarkan acuan tersebut, Anda bisa mulai mempersiapkan diri untuk berpuasa pada tanggal-tanggal berikut:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Tips Tambahan Pemutus Tradisi: Para ulama juga memperbolehkan umat Muslim memperpanjang puasa hingga tanggal 11 Muharram (Jumat, 26 Juni 2026) demi menyempurnakan pembeda dari ritual kaum Yahudi.

Menengok Sejarah Eksistensi Hari Asyura

Ada memori teologis yang mendalam di balik tanggal 10 Muharram. Ketika menapakkan kaki di Madinah, Nabi Muhammad SAW menjumpai kaum Yahudi setempat tengah menahan lapar dan dahaga sebagai bentuk syukur. Usut punya usut, hari itu adalah momen bersejarah di mana Allah SWT menenggelamkan Fir’aun sekaligus menyelamatkan Nabi Musa AS beserta pengikutnya.

Mendengar latar belakang tersebut, Rasulullah SAW menegaskan bahwa umat Islam jauh lebih berhak menghormati Nabi Musa AS. Sejak saat itulah, anjuran puasa ini dilembagakan dalam Islam sebagai refleksi rasa syukur atas kemenangan iman atas kebatilan.

4 Keutamaan Besar yang Menanti Anda

Melalui komitmen menahan lapar dan nafsu selama dua hari ini, ada deretan keuntungan spiritual yang bisa Anda raih:

  1. Pembersih Dosa Setahun Lalu: Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Muslim bahwa puasa Asyura berpotensi melebur dosa-dosa kecil yang telanjur kita perbuat selama 12 bulan ke belakang.
  2. Ibadah Prioritas Rasulullah: Ibnu Abbas RA menyaksikan sendiri bagaimana antusiasme Nabi SAW yang begitu menjaga puasa Asyura, melebihi hari-hari sunnah lainnya.
  3. Puasa Terbaik Setelah Ramadan: Secara umum, Muharram menyandang predikat sebagai “Syahrullah” (Bulan Allah). Berpuasa di bulan ini menempati kasta tertinggi setelah puasa wajib di bulan Ramadan.
  4. Menghidupkan Sunnah Nabi: Mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW dalam beribadah tentu mendatangkan ganjaran berlipat di sisi Allah SWT.

Panduan Lafal Niat Puasa Tasua & Asyura

Untuk memantapkan hati, berikut adalah teks niat yang bisa Anda baca, baik di malam hari maupun di siang hari (jika lupa berniat, dengan syarat belum makan/minum sejak subuh):

Niat Puasa Tasua (Malam Hari)

$$\text{نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء لِلهِ تَعَالَى}$$

(Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ)

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT.”

Niat Puasa Asyura (Malam Hari)

$$\text{نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى}$$

(Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta’âlâ)

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Niat Alternatif di Siang Hari

$$\text{نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء أَوْ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى}$$

(Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â awil âsyûrâ lillâhi ta’âlâ)

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Pertanyaan Sering Diajukan: Bolehkan Hanya Puasa Asyura Saja?

Secara hukum fikih, melaksanakan puasa Asyura (10 Muharram) secara tunggal tanpa diiringi puasa Tasua hukumnya tetap sah. Hanya saja, Anda kehilangan keutamaan untuk menyelisihi kebiasaan kaum ahli kitab. Oleh sebab itu, skenario terbaik demi merengkuh pahala yang utuh adalah mengombinasikan keduanya pada tanggal 24 dan 25 Juni nanti. Selamat bersiap mendulang pahala!

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Siap-siap! BSU 2026 Rp900 Ribu Segera Disalurkan, Cek Jadwal Pencairan dan Aturan Barunya

Google Resmi Rilis Gemini 4 Argon, AI Baru yang Bisa Deteksi dan Perbaiki Celah Keamanan

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Batal Cerai atau Prank? Kemunculan Demian di Live Sara Wijayanto Bikin Heboh, Cinta Belum Usai?

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.