Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Belum Masuk Agustus 2026? Cek 6 Penyebabnya di Sini

Sabtu, 15 Agustus 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Sabtu, 15 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 15 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata Spesial dan Voucher Gratis

Sabtu, 15 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Rp600 Ribu Belum Masuk Agustus 2026? Cek 6 Penyebabnya di Sini
  • Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 15 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata Spesial dan Voucher Gratis
  • Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan
  • Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu
  • Persib Kena Sanksi Berat AFC, Denda Rp3,57 Miliar dan Dua Laga Tanpa Penonton
  • Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun
  • Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PKC PMII Jabar Gelar Diskusi Paradoks Kebijakan, Soroti Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG

By Aga GustianaRabu, 17 Juni 2026 15:38 WIB2 Mins Read
Diskusi publik bertajuk "Paradoks Indonesia, Paradoks Jawa Barat: Ke Mana Arah Keberpihakannya?". (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat sukses menggelar diskusi publik bertajuk “Paradoks Indonesia, Paradoks Jawa Barat: Ke Mana Arah Keberpihakannya?”.

Kegiatan yang menyoroti berbagai ketimpangan kebijakan ini berlangsung di Angkringan Langkah, Jalan Cijawura III, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Selasa (16/6/2026).

​Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, bersama ratusan kader PMII dari berbagai cabang se-Jawa Barat.

Tak hanya dari kalangan mahasiswa, forum ini juga melibatkan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) sebagai representasi kelompok masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kebijakan publik saat ini.

​Ketua Pelaksana Kegiatan Riki Ramdhan Fadilah menegaskan bahwa diskusi ini merupakan bentuk komitmen mengawal isu-isu kerakyatan di tengah situasi nasional dan daerah yang penuh kontradiksi.

​”Diskusi ini kami gagas karena melihat adanya jurang pemisah yang lebar antara pertumbuhan ekonomi dengan realitas kesejahteraan masyarakat. Kita melihat di tingkat nasional, warisan keadilan sosial Bung Karno belum sepenuhnya membumi,” ucap Riki.

“Sementara di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, kita justru menghadapi rapor merah dengan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tertinggi secara nasional berdasarkan data Kemendikdasmen,” tambah Riki yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Komunikasi, Hubungan Pemerintah, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Jabar.

​Riki mengatakan bahwa forum ini menyoroti langsung arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Beberapa isu krusial yang dibedah di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM yang menekan daya beli masyarakat informal seperti ojol, hingga karut-marut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih minim pengawasan dan menyisakan kasus keracunan di daerah,” jelasnya.

​Selain isu ekonomi dan sosial, forum ini turut merefleksikan dinamika gerakan mahasiswa nasional, termasuk insiden penolakan dialog oleh mahasiswa UGM saat kunjungan Presiden.

“Peristiwa tersebut memicu perdebatan penting mengenai bagaimana mahasiswa hari ini harus memosisikan diri, apakah tetap menjaga jarak kritis atau mengoptimalkan ruang dialog sebagai instrumen pengawasan,” imbuhnya.

​Melalui momentum ini, PKC PMII Jabar di bawah kepemimpinan Rusli Hermawan menegaskan akan terus menjadi motor konsolidasi gerakan.

“Bagi PMII, ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah deretan angka statistik makroekonomi, melainkan sejauh mana keadilan dan keberpihakan negara dapat dirasakan nyata oleh masyarakat di akar rumput,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kebijakan publik PMII Jabar Riki Ramdhan Fadilah Rusli Hermawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Belum Masuk Agustus 2026? Cek 6 Penyebabnya di Sini

El Nino

Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan

Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu

Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun

program MBG

Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!

Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.