Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Dewa United di Si Jalak Harupat, Cek Harga Tiketnya

Minggu, 4 Oktober 2026 12:45 WIB

Indonesia Tambah 3 Perak dan 1 Perunggu di Asian Games 2026, Total 39 Medali

Minggu, 4 Oktober 2026 12:03 WIB

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Minggu, 4 Oktober 2026 11:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Dewa United di Si Jalak Harupat, Cek Harga Tiketnya
  • Indonesia Tambah 3 Perak dan 1 Perunggu di Asian Games 2026, Total 39 Medali
  • Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi
  • Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita
  • Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…
  • Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara, Saatnya Patahkan Mitos Raja Runner-Up!
  • Indonesia vs Thailand Berebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Final di SUGBK
  • Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PP Persis Usulkan Kurikulum Berbasis Adab, Sasar Mental dan Spiritual Peserta Didik

By Aga GustianaJumat, 22 November 2024 13:43 WIB3 Mins Read
Grand Launching Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) III Persis, Rabu (20/11/2024). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) memberikan usulan adanya kurikulum berbasis adab ke Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendasmen). Hal ini perlu diterapkan sebagai penyeimbang.

Ketua Umum PP Persis, KH Zeze Zaenudin menilai, pemberian kurikulum berbasis adab merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam kondisi saat ini. Apalagi, adab merupakan nilai yang terkandung dalam asa bangsa Indonesia.

“Jadi kurikulum ini berbasis kepada adab, jadi penanaman nilai adab. Kita tahu bahwa salah satu dari asas kehidupan berbangsa bernegara kita adalah bagaimana mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar KH Zeze Seminar Nasional Arah Kebijakan Pendidikan dan Kurikulum Pendidikan Nasional yang digelar dalam rangka Grand Launching Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) III Persis, Rabu (20/11/2024).

Zeze menilai, asas berbangsa ini dinilainya perlu dieksplorasi lebih jauh dan diimplementasikan dalam kurikulum. Sehingga, kurikulum berbasis adab dirasakan Zeze sangat penting untuk diterapkan kepada para peserta didik.

Baca Juga:  Persis Harap Kunjungan Paus Fransiskus Jadi Momentum Serukan Kemerdekaan Palestina

“Sedangkan nilai-nilai keadaban itu sendiri kurang dieksplor, kurang digali sebagai nilai dasar dari perumusan kurikulum dan sistem pendidikan kita,” katanya.

Dalam kurikulum pendidikan, kata Zeze, harus menyasar mental dan spiritual peserta didik. Sehingga memiliki dasar fondasi yang kuat untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kompetitif melalui proses keteladanan di lingkungan pendidikan.

“Proses pembelajaran juga harus memberikan pengalaman yang kaya, meliputi penguatan mental, spiritual, berpikir secara kritis dan keterampilan adaptif,” kata Zeze.

Menurut Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, Dr H Tiar Anwar Bakhtiar M Hum, proses pembelajaran harus memberikan pengalaman yang kaya. Yakni, meliputi penguatan mental, spiritual, berpikir secara kritis dan keterampilan adaptif. Semua itu, harus ada dalam satu kurikulum yaitu kurikulum adab.

Baca Juga:  Persib Kokoh di Puncak Klasemen Liga 1, Persis Solo Juru Kunci

“Penguatan kompetensi melalui kurikulum pendidikan di atas harus diserahkan pada fondasi yang kuat, yaitu yang disebut dengan adab. Jadi muaranya adalah bagaimana kita mensosialisasikan konsep adab ini sebagai basis daripada pengembangan kurikulum dan pengembangan pendidikan teraktif,” paparnya.

Kurikulum adab ini, kata dia, bukan berarti menghilangkan soal intelektualitas, melainkan penyeimbang. Artinya antara intelektual dan adab harus berjalan bersama beriringan.

“Yang dirancang ini terkait keseimbangan, keseimbangan integrasi antara kebutuhan secara intelektual, secara spiritual moral, diintegrasikan. Jadi sebenarnya kita ingin menyeimbangkan. Dan ini, di pendidikan Persis sudah kami lakukan,” kata dia.

Senada dengan Tiar, Pakar Kurikulum UPI, Dr Cepi Triatna MPd, untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang dialami generasi muda bangsa Indonesia saat ini maka perlu dilakukan pengembangan pendidikan yang lebih menitikberatkan pada penguatan adab. Pendidikan adab ini, bisa mencegah kasus perundungan yang kini sering terjadi di Indonesia.

Baca Juga:  Persis Apresiasi Kepolisian Bersih-bersih Judi Online di Kemkomdigi

Kurikulum, kata dia, harus menyasar mental dan spiritual peserta didik sehingga memiliki dasar yang kuat untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kompetitif melalui proses keteladanan lingkungan pendidikan.

“Penguatan kompetensi melalui kurikulum pendidikan di atas harus didasarkan pada fondasi yang kuat, yaitu adab. Untuk itu kami mengusulkan kepada pemerintah agar pengembangan kurikulum harus didasarkan pada penanaman adab atau kurikulum berbasis adab. Tadi, kami lihat Pak Menteri juga memberikan respon positif,” paparnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Persis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita

Jalur Penghubung Kawali-Sukadana Ciamis Lumpuh Total Usai Tebing Longsor 100 Meter, Irigasi Ikut Jebol

Kasus Tidak Unsur Pidana? Begini Akhir Tragis Dugaan Pungli Alkid Jogja yang Bikin Netizen Geram!

Profil Irjen Hengki: Dari Jajaran Reserse hingga Resmi Menakhodai Polda Jawa Barat

Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor

Naik Kelas Lewat Gentengisasi: Asa Baru Perajin Tanah Liat Plered Purwakarta

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.